Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi Dengan EM4!

Diposting pada

Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi Dengan EM4! – Bagi sebagian orang kotoran sapi merupakan hal yang menjijikkan, akan tetapi tahukah kalian bahwa kotoran sapi sangat bermanfaat terutama bagi para petani karena dapat menjadi kompos, proses pengomposan adalah proses pengurangan C N, bahan organik hingga sama dengan C N tanah <20.

Selama proses pengomposan, terjadi perubahan-perubahan unsur kimia yaitu : 1 karbohidrat, selulosa, hemiselulosa, lemak dan lilin menjadi CO2 dan H2O 2 penguraian senyawa organik hingga menjadi senyawa yang dapat diserap oleh tanaman, kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi ataupun pelapukan, selama ini sisa tanaman dan sisa kotoran hewan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk buatan.

Kompos yang baik adalah yang sudah cukup mengalami pelapukan dan dicirikan oleh warna yang sudah berbeda dengan warna bahan pembentuknya, tidak berbau, kadar air rendah dan sesuai suhu ruang, proses pembuatan dan memanfaatkan kompos masih harus ditingkatkan agar dapat dimanfaatkan dengan lebih efektif, menambah pendapatan peternak dan mengatasi pencemaran lingkungan.

Kompos merupakan salah satu komponen untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat pemakaian pupuk anorganik (kimia) pada tanah secara berlebihan yang berakibat rusaknya struktur tanah dalam jangka waktu lama.


Standar SNI Pupuk Kompos

Menurut SNI, kandungan unsur hara yang terdapat pada pupuk organik haruslah:

  • C organik : Standar SNI 15, kandungan kompos sapi 24,2
  • N total : Standar SNI 0,4, kandungan kompos sapi 2,02
  • Fosfor : Standar SNI 0,3, kandungan kompos sapi 0,49
  • Kalium : Standar SNI 0,4, kandungan kompos sapi 1,42
  • C/N rasio : Standar SNI 10 – 25, kandungan kompos sapi 12,0
  • pH : Standar SNI 5-8, kandungan kompos sapi 8,30
  • Kadar air : Standar SNI 40 maksimal, kandungan kompos sapi 16,72

Standar di atas akan kita buat sebagai acuan apakah pupuk oraganik padat dari kotoran sapi kita sudah bagus kualitasnya atau belum.


Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi Dengan EM4

Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi Dengan EM4

Begitu pentingnya pupuk kompos yang digunakan untuk memperbaiki struktur tanah dan melambungnya harga pupuk buatan, maka kalian harus tau teknis pembuatan kompos organik berbahan kotoran sapi untuk memudahkan petani dalam memanfaatkan kotoran sapi dan sekaligus memproduksi pupuk organik yang akhirnya akan menambah pendapatan. Berikut Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi Dengan EM4 yang bisa kalian praktekan dirumah masing-masing:


Alat dan bahan

Baiklah kita persiapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan, diantaranya,

  • Kotoran sapi
  • Jerami padi
  • EM4
  • Terpal atau plastik penutup

Cara Pembuatan

  • Lakukan perbandingan antara kotoran sapi dan jerami padi, komposisi yang ideal adalah 60 : 40, atau boleh juga membuat dengan perbandingan 50 : 50, jadi apabila kalian memiliki bahan kotoran sapi sebanyak 60 kg, maka jerami padi yang dibutuhkan adalah 50 kg, begitu seterusnya, sedangkan EM4 yang dibutuhkan adalah 100 ml saja.
  • Aktifkan terlebih dahulu EM4 dengan cara membuat larutan gula sebanyak 1,5 liter air untuk 3 – 4 sendok gula, setelah itu tambahkan 2 – 3 EM4 di dalamnya, kocok hingga menyatu kemudian diamkan selama semalaman, kalian dapat mempelajari lebih lanjut pada cara membuat pupuk cair dari EM4.
  • Cacah terlebih dahulu jerami padi supaya memudahkan proses pengomposan
  • Diaduk sampai rata kotoran sapi dan jerami padi hingga merata, setelah itu tata atau hamparkan kedua bahan tersebut dan sirami secara perlahan larutan EM4 ke atasnya, sebagai tips, jangan menghabiskan seluruh bahan untuk disiramkan EM4, namun ada baiknya kalian membuatnya secara berlapis seperti cara membuat pupuk organik padat dari kotoran ayam.
  • Setelah semua bahan habis, langkah selanjutnya adalah menutup bakal kompos tersebut menggunakan terpal atau plastik penutup, beri beban di tiap sisi terpal agar terpal tidak mudah tersingkap dan mengakibatkan masuknya lalat atau belatung.
  • Biarkan proses pengomposan berlangsung, tandanya adalah adanya suhu panas di permukaan bakal kompos, biarkan selama kurang lebih 30 hari, tiap 3 hari sekali kalian dapat membuka terpal dan mengaduk-aduk bahannya agar proses aerasi berlangsung.
  • Biarkan hingga 1 minggu, kemudian buka tutup terpalnya agar bakal pupuk dapat melalui proses airasi pada pengomposannya, apabila pengomposan berhasil, maka akan keluar hawa panas dari dalam timbunan tersebut.
  • Selama kurang lebih 3 minggu, pupuk padat dari kotoran sapi dapat dibongkar untuk diangin-anginkan agar aroma amoniaknya hilang dan pupuk siap digunakan.

Alasan Bahan Organik Kotoran Sapi Perlu Dikomposkan

Alasan engapa bahan organik seperti kotoran sapi harus dikomposkan sebelum dimanfaatkan untuk pupuk tanaman antara lain:

  • Jika tanah mengandung cukup udara dan air, penguraian bahan organik berlangsung secara cepat sehingga bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Penguraian bahan segar hanya sedikit sekali memasok humus dan unsur hara ke dalam tanah.
  • Struktur bahan organik segar sangat kasar dan daya ikatnya terhadap air kecil, sehingga jika langsung dibenamkan mengakibatkan tanah menjadi sangat remah.
  • Kotoran sapi tidak selalu tersedia pada saat diperlukan, sehingga pembuatan pupuk kompos adalah cara penyimpanan bahan organik sebelum dipakai untuk pupuk.

Kandungan Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi

Pupuk kompos dari kotoran sapi yang telah selesai dibuat ini dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk semua jenis tanaman, menurut hasil penelitian laboratorium, pupuk kompos dari kotoran sapi ini mengandung sangat banyak unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, diantaranya:

  • C-Organik 27,31%
  • Nitrogen 1,69%
  • Fosfor 0,64%
  • Kalium 2,95%
  • ph 7,23
  • C/N rasio 16,22
  • MgO > 0,70%
  • Kapasitas Tukar Kation > 75 me/100 g

Manfaat Pupuk Kompos dari kotoran Sapi

Berikut Manfaat Pupuk Kompos dari kotoran Sapi yang Harus kalian tahu:

  • Memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan.
  • Memperkuat daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak mudah berderai.
  • Menambah daya ikat tanah kepada air dan unsur-unsur hara tanah.
  • Memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah.
  • Mempunyai unsur hara yang lengkap jumlahnya tergantung dari bahan pembuat pupuk kompos.
  • Membantu proses pelapukan bahan mineral.
  • Memberikan ketersediaan bahan makanan untuk mikroba.
  • Menurunkan aktivitas mikroorganisme merugikan.

Kesimpulan dan Saran

Tekhnik pengomposan dalam pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi dapat dilakukan dengan mudah, selain itu, dengan bahan-bahan yang relatif terjangkau pula, pupuk ini sangat efektif dalam menyuburkan tanaman.

Pastinya saja lebih ramah lingkungan bila dibandingkan dengan pupuk kimia, ikuti cara membuat pupuk organik padat dari kotoran sapi di atas di atas dan dapatkan berbagai manfaatnya dalam memajukan pertanian di lingkungan sekitar.

Jika kalian susah untuk menemukan kotoran sapi maka dipastikan kalian tidak dapat membuat pupuk kompos jenis ini, ada baiknya kalian membut pupuk kompos dengan cara lain misalnya seperti Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun Kering Dengan EM4. Karena admin rasa daun kering mudah untuk didapatkan, tidak seperti kotoran sapi yang hanya bisa kalian dapatkan apabila didaerah kalian terdapat hewan sapi.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi Dengan EM4! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami.

Baca juga artikel lainnya tentang: