Jenis Sayuran Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair

Jenis Sayuran Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair – Pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang begitu pesat didaerah perkotaan menyebabkan daerah pemukiman semakin luas dan padat,  peningkatan aktivitas manusia, lebih lanjut menyebabkan bertambahnya sampah.

Sampah atau refuse merupakan bagian dari sesuatu yang tidak lagi dipakai, dan tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia termasuk kegiatan industri, namun bukan biologis karena human waste tidak termasuk didalamnya dan biasanya bersifat padat,  sumber sampah bisa bermacam-macam, diantaranya adalah dari rumah tangga, pasar, warung, kantor, bangunan umum,industri, dan jalan.

Kurang nya perhatian masyarakat maupun dari pemerintah saat ini terhadap sampah limbah pasar sebenarnya sangat disayangkan, karena indonesia yang dikenal dengan negara agraris pastilah memerlukan pupuk hasil pemanfaatan sampah organik untuk menopang pertanian.

Di sisi lain masyarakat Indonesia saat ini masih terpaku untuk menggunakan pupuk kimia sebagai suplement untuk menyediakan unsur hara pada tumbuhan,  pada hakikatnya sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis.

Hasil dari pengolahan limbah pasar adalah pupuk organik cair, pupuk organik cair adalah larutan dari pembusukan bahan-bahan organik yang beasal dari sisa tanaman, kotoran hewan,dan manusia yang kandungan unsur haranya meiliki lebih dari satu unsur, jenis sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair adalah:

  • Sampah sayur baru
  • Sisa sayuran basi, namun harus di cuci dulu kemudian peras lalu buang airnya.
  • Sisa nasi
  • Sisa ikan, ayam, kulit telur
  • Sampah buah (anggur, kulit jeruk, apel dan dan lainlain), tidak termaksud kulit buah yang keras seperti kulit buah salak.

Dalam membuat pupuk cair alami memakan waktu enam bulan hingga setahun tergantung bahan yang digunakan, oleh karena itulah saat ini telah banyak dikembangkan produk bioaktifator/agen decomposer yang diproduksi secara komersial untuk meningkatkan kecepatan dekomposisi, meningkatkan penguraian materi organik,dan dapat meningkatkan kualitas produk akhir.

Salah satu jeis bioaktifator yang biasa digunakan yaitu EM4 effective microorganisme 4, larutan EM4 ini berisi mikroorganisme fermentasi, jumlah mikroorganisme fermentasi didalam EM4 sangat banyak, sekitar 80 genus.

Dari sekian banyak mikroorganisme ada lima golongan pokok yang menjadi komponen utama, yaitu bakteri fotosintetik, laktobassilus sp,streptomyces sp,ragi Agen decomposer komersial lainya adalah biosca yang berisi mikroba yang berperan dalam penguraian atau dekomposisi limbah organik hingga sampai menjadi pupuk, sehingaa penambahan EM4 pada pembuatan pupuk cair  dapat mempercepat proses fermentasi, sehingga proses pembentukan pupuk lebih cepat.

Jenis Sayuran Untuk Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair

Jenis Sayuran Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair


  1. Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)

Sawi brassica juncea L merupakan salah satu komoditas tanaman holtikultura dari jenis sayuran yang dimanfaatkan daunnya yang masih muda, sebagai makanan, sayuran dan mempunyai macam-macam manfaat serta kegunaan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan sayuran ini juga dapat dimanfaat untuk pengobatan, limbah dari sayuran sawi bisa dimanfaatkan untuk pembuatan kompos.


  • Karakteristik Sawi (Brassica juncea L.)

Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun yang lonjong, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop, sawi terdiri dari tiga macam jenis yang sering dibudidayakan, yaitu sawi caisim atau sawi bakso, sawi putih, sawi hijau, sawi huma, sawi keriting dan sawi monumen.


  • Klasifikasi Sawi (Brassica juncea L.)

Adapun klasifikasi tanaman sawi brassica juncea L sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi      : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Class      : Dicotyledonae

Ordo      : Rhoeadales brassicales

famili     : Cruci ferae brassicaceae

genus    : Brassica

Spesies : Brassica juncea L.


  • Kandungan Gizi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)

Kandungan gizi yang terdapat pada tanaman sawi seperti, karhohidrat, protein, lemak, serat, fosfor, besi, kalium, kalsium, vitamin A, vitamin C, Vitamin K dan kadar air yang tinggi. Semua unsur tersebut mempunyai fungsi yang bisa membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Salah satu alternatif pemanfaatan limbah sawi adalah dapat diolah sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kompos cair, selain mudah terdekomposisi, bahan ini juga kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.


  1. Tanaman Kol (Brassica Oleracea L.)

Kubis brassica oleracea L merupakan sayuran daun yang cukup popular di Indonesia, di beberapa daerah orang lebih sering menyebutnya sebagai kol, kol brassica oleracea L merupakan tanaman semusim atau lebih yang berbentuk perdu.


  • Karakteristik Tanaman Kol (Brassica Oleracea L.)

Kol memiliki ciri yang khas membentuk krop, bentuk daunnya yang bulat seperti telur sampai lonjong dan lebar seperti kipas, sistem perakaran kol agak dangkal, akar tunggangnya segera bercabang dan memiliki banyak akar serabut.

Jenis-jenis kol yaitu, kol berdaun hijau, kol putih, kol bunga, kol hanya baik jika ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian antara 1000 sampai 3000 mdpl dari permukaan laut, syarat yang penting untuk dipenuhi yaitu, tanahnya yang gembur, bersarang, mengandung bahan organik, serta suhu udara rendah dan lembab ph tanah antara 6-7.


  • Klasifikasi Tanaman Kol (Brassica Oleracea L.)

Adapun klasifikasi tanaman kol brassica oleracea L sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisio   : Spermatophyta

Kelas     : Dicotyledonae

Ordo      : Capparales

Famili    : Cruciferae (Brassicaceae)

Genus   : Brassica

Spesies : Brassica oleracea L.


  • Kandungan Gizi Tanaman Kol (Brassica Oleracea L.)

Kol mengandung protein, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin B1, Vitamin B2 dan niacin, kandungan protein pada kol putih lebih rendah dibandingkan kol bunga, namun kandungan vitamin A nya lebih tinggi, kol mengandung air 90% sehingga mudah mengalami pembusukan.


  1. Tanaman Tauge (Phaseolus Radiatus)

Tauge merupakan kecambah yang berasal dari kacang-kacangan seperti kacang hijau atau kacang kedelai, makanan yang terbentuk melalui proses berkecambah kacang-kacangan ini mengandung nilai gizi tinggi, murah dan mudah didapat.

Proses perkecambahan merupakan usaha tumbuhan untuk mengubah persediaan bahan makanan melalui perubahan biologis yaitu pecahnya berbagai komposisi biji menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga siap cerna bagi calon tanaman untuk tumbuh lebih lanjut, kecambah yang biasa didapat adalah kecambah dari kacang hijau.

Kecambah atau tauge juga diartikan sebagai tumbuhan (sporofit) muda yang baru saja berkembang dari tahap embrionik di dalam biji, kecambah adalah tumbuhan kecil yang baru tumbuh dari biji kacang-kacangan yang disemai atau melalui perkecambahan, kecambah yang dibuat dari biji kacang hijau disebut tauge.


  • Karakteristik Tanaman Tauge (Phaseolus Radiatus)

Tauge berbentuk panjang dengan kepala di ujungnya, kepala tersebut adalah biji kacang hijau yang membelah, kecambah dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu, radikula akar embrio, hipokotil, dan kotiledon daun lembaga. Proses pembuatan kecambah bisa dilakukan sepanjang tahun, tidak membutuhkan sinar matahari langsung, dan dapat dilakukan pada musim apapun.


  • Klasifikasi Tanaman Tauge (Phaseolus Radiatus)

Adapun klasifikasi tanaman tauge (Phaseolus Radiatus) sebagai berikut :

Kingdom : Plantae

Divisio   : Magnoliophyta

Kelas     : Dicotyledoneae

Ordo      : Rosales

Famili    : Papilionaceae

Genus   : Phaseolus

Species : Phaseolus Radiatus Linn


  • Kandungan Gizi Pada Tanaman Tauge (Phaseolus Radiatus)

Tauge kacang hijau merupakan jenis makanan yang kaya akan proteinnya, asam amino, vitamin, dan mineral, kandungan gizi pada kecambah per 100 g yaitu energi  50%,  protein  5,7%, lemak 0,1%,  karbohidrat  10%, kalsium  32%, fosfor

96%, serat 0,7%, besi 1,1%, vitamin B1 0,13%, vitamin B2 0,15%, vitamin C 41%, vitamin E dan mineral, didalam tauge kacang hijau terdapat kandungan zat pengatur tumbuh (ZPT) yaitu auksin, giberelin dan sitokinin sehingga tauge sangat bagus apabila dijadikan  pupuk  organik  cair.

Tauge juga mempunyai manfaat  bagi  tanaman terutama dapat meningkatkan kesuburan tanah dan juga digunakan sebagai campuran pembuatan pupuk cair karena kandungan fosfor yang tinggi.


  1. Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum)

Tomat (Lycopersicon esculentum) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang keberadaannya sering dimanfaatkan, tidak hanya sebagai sayuran dan buah saja, tomat juga sering dijadikan sebagai pelengkap bumbu masak, minuman segar, sumber vitamin dan mineral, dan bahan pewarna alami.

Bahkan tomat juga dapat digunakan sebagai bahan dasar kosmetik atau obat- obatan. Tanaman tomat termasuk tanaman semusim (berumur pendek), artinya tanaman hanya satu kali berproduksi dan setelah itu mati, tanaman tomat berbentuk perdu yang tingginya dapat mencapai ± 2 meter.


  • Karakteristik Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum)

Kuntum bunganya terdiri dari lima helai daun kelopak dan lima mahkota, daun tomat berwarna hijau dan berbulu, bunga tanaman tomat berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat, bulat lonjong, bulat pipih, atau oval.

Buah yang masih muda akan berwarna hijau muda sampai hijau tua, sementara itu, buah yang sudah tua akan berwarna merah cerah atau gelap, merah kekuning-kuningan, atau merah kehitaman, buahnya mempunyai daging yang lembut, lunak, dan kadang-kadang banyak mengandung biji, buah tomat mempunyai rasa manis, asam, dan sedikit dingin.

Buah tomat mempunyai beberapa varietas, buah tomat menurut bentuknya, dapat digolongkan menjadi: (1) Tomat Cherry (Lycopersicon esculentum Mill, var. Cerasiforme (Dun) Alef), bentuknya seperti kelengkeng; (2) Tomat Tegak (Lycopersicon esculentum Mill, var.validim Bailey); (3) Tomat Kentang atau Tomat Daun Lebar (Lycopersicon esculentum Mill, var.grandifolium Bailey); (4) Tomat apel atau biasa disebut pir lycopersicon esculentum mill, var.pyriforme alef; (5) Tomat Biasa lycopersicon esculentum mill, var.commune.


  • Klasifikasi Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum)

Adapun klasifikasi dari tomat lycopersicum esculentum sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi      : Magnoliophyta

Kelas     : Magnoliopsida

Ordo      : Solanales

Famili    : Solaneceae

Genus   : Solanum

Spesies : Lycopersicum esculentum


  • Kandungan Gizi Tananaman Tomat (Lycopersicum Esculentum)

Buah tomat mengandung gizi lengkap dan penting bagi manusia, buah tomat juga kaya akan vitamin C dan beberapa antioksidan, di antaranya vitamin E dan likopen, selain itu, buah tomat juga dapat mengandung serat makanan alami yang sangat baik pada pencernaan manusia dan juga adanya protein dalam buah tomat menjadikannya buah yang sangat sarat gizi.

Didalam 180gram buah tomat yang matang, mempunyai vitamin C yang terkandung sekitar 34,38 mg yang memenuhi 57,3% vitamin C dalam sehari, kandungan seratnya mencapai 1,98 gram dan protein sebesar 1,53 gram, kadar likopen yang terkandung didalam tomat segar berkisar antara 3,1 – 7,7 mg atau 100 gram.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Jenis Sayuran Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami.

Baca juga artikel lainnya tentang: