Cara Membuat Pupuk Organik Cair Super Sederhana Untuk Pemula

Diposting pada

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Super Sederhana Untuk Pemula – Banyak sekali yang masih bingung tentang bagaimana cara membuat pupuk organik cair sederhana yang baik dan benar. Ketika kalian pergi ke toko pertanian, kalian dapat menemukan banyak sekali jenis pupuk yang perjual belikan dari mulai pupuk organik, pupuk berbahan kimia dan lainnya.

Pupuk organik kini sudah jadi salah satu pupuk favorit tidak hanya dipilih oleh para petani, maupun oleh siapa saja yang ingin memiliki tanaman dengan tumbuh subur.

Pupuk Organik sendiri terdiri dari dua jenis yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Keduanya jenis pupuk tersebut banyak perjual belikan di kios-kios pertanian terdekat, bahkan juga kalian dapat membuatnya dengan cara yang mudah tanpa harus membelinya dari toko.


Kenapa Kita Harus Menggunakan Pupuk Organik Cair?

√ Cara Membuat Pupuk Organik Cair Super Sederhana Untuk Pemula

Sebelum admin membahas lebih lanjut tentang cara membuat pupuk organik cair sederhana, alangkah baiknya kita pahami dan pelajari terlebih dahulu mengapa harus menggunakan pupuk organik. Perlu diketahui bahwa selama ini pupuk organik terkalahkan peran-nya oleh pupuk kimia yang memang di satu sisi memberikan hasil kerja yang cepat untuk membantu pertumbuhan tanaman.

Namun, tahukah anda bahwa di sisi lain tanpa disadari, bahan-bahan kimia yang ada pada pupuk tersebut telah merusak kesuburan tanah. Ketika kesuburan tanah itu rusak, maka kemudian ini akan berdampak pada kondisi tanaman selanjutnya.

Pupuk organik memiliki kelebihan tersendiri yaitu lebih aman untuk digunakan dan berbeda degan pupuk berbahan kimia. Pupuk ini memiliki khasiat yang baik untuk tanaman dan juga tidak merusak kesuburan tanah bahkan sebaliknya malah memberikan tambahan zat kesuburan untuk tanah yang digunakan sebagai media tanam tersebut.

Sementara itu, manfaat yang bisa didapatkan dari pupuk organik khususnya Pupuk Organic Cair (POC) untuk tanaman adalah membantu pertumbuhan akar, batang, buah, bahkan bagus juga untuk pertumbuhan bunga. Biasanya, pertumbuhan tanaman bisa lebih cepat, daun bisa lebih hijau, batang menjadi lebih kuat dan merangsang pertumbuhan jaringan meristem.


Sifat dan Karakteristik Pupuk Organik Cair

Dalam bercocok tanam, pupuk organik cair tidak dapat dijadikan sebagai pupuk utama, kamu sebaiknya menggunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama atau dasar. Pupuk organik padat akan tahan lebih lama dalam media tanam dan mampu menimbulkan unsur hara untuk jangka panjang.

Sedangkan, nutrisi yang terdapat pada pupuk cair lebih rentan terbawa oleh erosi. Namun di sisi lain, lebih mudah diserap oleh tanaman. Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibandingkan pada media tanam (hanya pada metode hidroponik).

Pupuk organik cair dapat bermanfat sebagai perangsang tumbuh. apalagi pada tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang dapat menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang terdapat pada permukaannya.

memberikan pupuk organik cair melalui daun harus berhati-hati dan di Jaga jangan sampai overdosis, karena bisa membunuh tanaman. memberikan pupuk daun yang teralu banyak  juga akan menyebabkan hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, takaran pupuk organik cair harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Masing-masing tanaman memiliki kapasitas dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teoritik, tanaman hanya dapat menyerap unsur hara yang terdapat di dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari. Pada daun, meskipun kami belum mendapatkan angka persisnya, dapat diperkirakan jumlahnya tidak lebih dari 2%. Oleh karena itumemberi pupuk organik cair pada daun harus dicairkan terlebih dahulu.

Sebab sifatnya seperti pupuk tambahan, pupuk organik cair semestinya kaya akan unsur hara mikro. Dalam unsur hara makro dipenuhi oleh pupuk terbaik lewat tanah, pupuk organik cair harus memberikan unsur hara mikro yang lebih. Untuk memperoleh unsur hara mikro, bisa dipilah dari bahan baku pupuk.


Cara Membuat Pupuk Organik Cair (POC)

Cara Membuat Pupuk Organik Cair (POC)

Sebelum kita memulai  cara pembuatan pupuk organik cair, hal yang harus perlu kita lakukan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai cara pembuatan pupuk organik cair, ada banyak sekali informasi yang dapat dijadikan referensi.

Namun disini yang lebih penting lagi adalah dimana kamu perlu mencari tahu beberapa informasi tentang POC, bahan yang dipakai, cara pembuatannya, dan bahkan sampai pada cara menggunakannya.

Jika memang kamu berhasil, maka kamu tidak hanya dapat mulai untuk memproduksi pupuk tersebut guna keperluan anda sendiri, namun kamu juga bisa pasarkan dan di menjual di toko-toko pertanian. Namun semua itu, harus didasarkan pada informasi yang jelas.


Persiapan Bahan Dasar POC

Bahan-bahan pembuat POC hampir sama dengan bahan dasar pembuat bokashi padat. Akan tetapi ada baiknya kalian harus memilih bahan baku yang memang mempunyai sifat unsur hara makro maupun mikro yang tinggi sehingga nantinya akan dapat POC dengan kadar nutrisi yang tinggi pula. Bahan-bahan yang bisa anda gunakan untuk pembuatan POC diantarannya :

  • Ampas kelapa
  • Sisa sayuran
  • Air cucian beras
  • Batang Pisang (bagian dalam)
  • Kotoran Ternak (bisa campuran)
  • Air kencing hewan herbivore
  • Tepung gandum / tepung beras / nasi basi
  • Bungkil
  • Ampas sisa kedelai
  • Dedak

Bahan diatas sifatnya opsional jadi carilah yang mudah untuk kalian dapatkan sebanyak bayaknya. Berikut ini adalah beberapa bahan-bahan yang harus ada yaitu sebagai berikut :

  • Susu (Boleh cair boleh bubuk)
  • Air kelapa muda
  • Telur dan madu
  • EM4 dan gula / tetes tebu

Nah kalian bisa memilih bahan-bahan dasar untuk pembuatan POC yang mana yang bisa kalian dapatkan dengan mudah. Namun untuk bahan-bahan wajib,kalian harus memilikinya karena itu adalah kunci pelengkap nutrisi. Memang untuk bahan dasar POC sebaikya tidak menggunakan bahan organik sembarangan dengan nutrisi seadanya sebagaimana pembuatan bokashi padat.

Kuncinya adalah semakin banyak ragam jenis bahan dasar yang anda campurkan maka akan semakin lengkap pula kandungan nutrisi di dalam POC.


Penghalusan Bahan Dasar

Agar nantinya bahan-bahan tadi bisa dengan cepat terurai maka sebaiknya dilakukan penghalusan bahan dasar dengan cara memotong-motong /mencacah bahan menjadi ukuran yang kecil-kecil terutama bagian bahan yang kasar seperti sayur-sayuran. Intinya semakin kecil potongannya maka akan semakin cepat pula proses penguraiannya.

Jika ingin hasilnya bagus kalian bisa juga menggunakan blender atau mesin crusher sehingga bahan hamper akan menyerupai bubur. Jangan lupa pisahkan antara bahan padat dan bahan cair pada tempat yang berbeda sebelum dilakukan pencampuran.


Persiapan Mikroorganisme Pengurai (Dekomposer)

Mikroorganisme pengurai bisa juga dari jenis bakteri ataupun jamur. Akan tetapi pada cara membuat pupuk organik cair (poc) ada baiknya meggunakan jenis bakteri baik saja yakni bakteri  yang bersifat decomposer dan antagonis (melawan bakteri pathogen penyebab penyakit tanaman).

Manfaat menggunakan bakteri antagonis selain mempercepat proses penguraian bahan dasar pembuatan POC juga dapat membebaskan POC dari kontaminasi bakteri pathogen (jahat) yang  dapat membahayakan tanaman. Biasanya yang banyak digunakan adalah jenis  EM4 yang isinya sangat lengkap terdiri dari berbagai bakteri pengurai.

Bakteri ini perlu diaktifkan terlebih dahulu dengan cara-cara sebagai berikut :

  • Larutkan gula (tetes tebu) dalam 10 Liter air sumur
  • Tambahkan 200-500 CC Larutan EM4 (minimal 20 tutup botolnya)
  • Aduk rata dan diamkan 1-2 hari pada tempat yang teduh

Tujuan dilakukanya persiapan ini adalah untuk mengaktifkan bakteri dan mengembangbiakkannya telebih dahulu sehingga akan lebih cepat menguraikan bahan dasar POC.


Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)

Setelah melewati beberapa proses diatas maka berikut ini  adalah tahapan pembuatan POC yang benar :

  • Campurkan secara merata semua bahan dasar padat yang sudah dihaluskan lalu masukkan dalam karung berpori atau kain bekas berpori misalnya kaos.
  • Campurkan bahan cair seperti air cucian beras, air susu, madu, telur air kelapa dan air EM4 lalu aduk merata dan masukkan dalam tong atau wadah lain.
  • Setelah itu masukkan bungkusan bahan padat kedalam tong tadi hingga seluruh bagiannya tenggelam (Anda bisa menambahkan batu dalam bungkusan guna menjadi pemberat agar tengelam)
  • Tutup tong tersebut dan beri satu lubang kecil dan masukkan selang kecil pada lubang tersebut.
  • Ujung selang yang berada diluar dimasukkan kedalam botol bekas berisi air tujuannya adalah untuk menstabilkan suhu didalam tong selama proses fermentasi (penguraian) terjadi.
  • Penguraian model ini terjadi secara anaerob (tanpa udara) dan akan memakan waktu lebih lama yakni minimal 1 bulan
  • Jika anda menghendaki waktu 2 kali lebih cepat maka anda bisa menggunakan metode aerob (denagn oksigen) namun anda harus memompakan udara secara teratur melalui selang sehingga perlu dibuat 2 selang. Namun cara ini tentu membutuhkan banyak biaya dan menyita lebih banyak waktu.
  • Anda bisa membuka tong setelah 1 bulan lalu mengambil bungkusan didalam tong setelah diperas terlebih dahulu agar sisa nutrisi keluar.
  • Air dalam tong tersebut kemudian disaring dan di masukkan ke dalam botol ukuran 1 Liter sehingga anda akan memperoleh beberapa botol POC.

Ciri-Ciri Pupuk Organik Cair Yang Sudah Jadi (Siap Pakai)

Cara membuat POC sendiri POC yang sudah jadi memiliki cirri-ciri yang tidak berbau busuk dan justru akan berbau fermentasi (seperti tape). Jika berbau busuk maka artinya fermentasi gagal dan airnya malah akan berisi bakteri jahat dan senyawa kimia berbahaya.

Ciri-ciri yang selanjutnya adalah dengan cara mencobanya pada tanaman dengan cara dicampur air dengan dosis minimal 5-10cc per liter lalu semprotkan pada daun tanaman serta dikocorkan ke akar tanaman dengan dosis yang sama.

Jika setelah 2-3 hari terlihat daun tanaman itu berubah menjadi lebih hijau segar dan tumbuh pesat berarti POC itu mengandung nutrisi yang baik untuk tanaman. Sebenarnya kalian bisa menguji kandungan dengan cara meminta bantuan ke dinas pertanian atau laboratorium terdekat agar dapat mengetahui kandungan yang lebih lengkap.

Pada umumnya dengan bahan dasar seperti yang sudah dijelaskan diatas maka POC sudah mengandung unsur hara lengkap seperti N, P, K, Mg, S, Ca lalu ditamabh unsur hara mikro seperti B, Fe, Zn, Cu, Cl, Mo dan ZPT seperti Auxin, Giberilin dan Sitokinin serta bakteri baik yang dapat menyehatkan dan melindungi tanaman.


Penggunaan Pupuk Organik Cair

Pupuk Organik cair bisa kalian aplikasikan dengan cara menyemprotkan ke daun atau dengan cara kocor ke pangkal akar tanaman. Dosis yang kalian pakai adalah 5-10 cc per liter atau sekitar 100 cc untuk 1 tangki semprot ukuran14-16 Liter. Untuk pengkocoran dosisnya tetap sama namun jika ditambahkan NPK maka kalian bisa mengambil dosis kecil saja sekitar 5 cc per liter saja.

POC ini bisa juga kalian gunakan bersama dengan insektisida ataupun fungisida kimia namun ada baiknya tidak bersamaan dengan bakterisida karena dikhawatirkan meski nutrisi tetap terserap tanaman tetapi kandungan bakteri baiknya bisa mati karena terkena bakterisida.


Fungsi dan Manfaat Utama Pupuk Organik Cair

Fungsi dan Manfaat Utama Pupuk Organik Cair

Apa manfaat penggunaan pupuk organik cair pada pertanian? Banyak orang yang masih belum sepenuhnya mengetahui manfaat pemberian pupuk organik cair untuk membantu meningkatkan produksi panen pada  pertaniannya.

Pemberian pupuk organik cair sangat banyak manfaat dan kegunaannya. Perbedaan postur tanaman antara yang ditambahkan pupuk organik cair dan yang tidak ditambahkan akan terlihat sangat mencolok, walaupun di tanam di lahan yang sama. Baiklah, berikut ini adalah beberapa  manfaat dan kegunaan dari pupuk organik cair bagi tanaman.


Manfaat Pupuk Organik Cair

  • Meningkatkan kesuburan tanaman.
  • Memperbaiki dan meningkatkan kualitas kandungan organik di dalam tanah, sehingga tanah atau lahan pertanian menjadi lebih remah, gembur dan tidak liat bahkan keras.
  • Menjaga ketersediaan unsur hara di dalam tanah.
  • Mengurangi polusi dan dampak sampah di lingkungan.

Keuntungan Penggunaan Pupuk Organik Cair

  • Praktis dalam aplikasinya di lapangan.
  • Tidak ada efek negatif yang diakibatkan, baik bagi pengguna maupun bagi tanaman dan hewan ternak.
  • Hasil panen lebih sehat untuk dikonsumsi dan lebih tahan lama dalam penyimpanan secara alami.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Cara Membuat Pupuk Organik Cair Super Sederhana Untuk Pemula semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami.

Baca juga artikel lainnya tentang: