Jenis Kulit Buah Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair

Diposting pada

Jenis Kulit Buah Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair – Dalam  kehidupan  sehari-hari,  buah-buahan adlah kebutuhan yang penting untuk manusia, pada umumnya, manusia  hanya memanfaatkan daging buahnya saja sebagai jus, selai, salad, dan sirup,  sejauh ini  pemanfaatan kulit  buah sangat jarang sekali ditemukan dan kulit buah-buahan tersebut hanya dibuang dan menjadi sampah.

Jika sampah dibuang dengan sembarang atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan  yang  baik, maka  akan menimbulkan  berbagai  dampak  kesehatan  yang serius, sampah merupakan material sisa yang sudah tidak dipakai,  tidak disenangi atau sesuatu  yang harus dibuang,  yang  umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia.

Keberadaan  sampah  buah-buahan  yang melimpah  memiliki  potensi  yang  besar  sebagai sumber  bahan  baku  untuk  pembuatan  pupuk organik cair, tumpukan  limbah buah-buahan ini jarang  dimanfaatkan  oleh  masyarakat,  karena sudah tidak layak untuk pangan ternak, umumnya sampah  buah-buahan  hanya  dibiarkan  saja, sehingga menimbulkan aroma  yang kurang sedap


Jenis Kulit Buah Untuk Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair

Jenis Kulit Buah Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair

Pada kesempatan sebelumnya admin sudah menjelaskan artikel tentang Cara Membuat Pupuk Organik Cair Super Sederhana Untuk Pemula, Nah kali ini admin paparkan informasi tentang Jenis Kulit Buah Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair yang bisa kalian coba dirumah:


1. Tanaman Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Formatypica)

Pisang kepok musa paradisiaca formatypica adalah tanaman buah yang berasal dari kawasan asia tenggara termasuk indonesia, pisang kepok merupakan jenis buah yang paling umum ditemui tidak hanya di perkotaan namun juga  sampai ke pelosok desa.

Buah pisang kepok merupakan buah yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, yang bisa dikonsumsi kapan saja dan pada segala tingkatan usia, pisang kepok bisa digunakan sebagai alternatif pangan pokok karena mengandung karbohidrat yang tinggi, sehingga bisa menggantikan sebagian konsumsi beras dan terigu.


  • Karakteristik Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Formatypica)

Pisang kepok merupakan pisang berbentuk agak gepeng, bersegi dan kulit buahnya sangat tebal dengan warna kuning kehijauan dan kadang bernoda coklat, beratnya pertanaman bisa mencapai 14-22 kg dengan jumlah sisir 11-17, setiap sisir terdiri dari 12-20 buah, kulit pisang kepok dari pengolahan biasanya terbuang begitu saja, jumlah kulit pisang dari buah pisang kira-kira sepertiga dari berat keseluruhan.


  • Klasifikasi Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Formatypica)

Mengenai klasifikasi pisang kepok musa paradisiaca formatypica sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi      : Magnoliophyta

Kelas     : Liliopsida

Ordo      : Zingiberales

Famili    : Musaceae

Genus   : Musa

Spesies : Musa paradisiaca formatypica


  • Kandungan Gizi Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Formatypica)

Semua jenis buah pisang memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda, rata-rata dalam setiap 100 g daging buah pisang mengandung air sebanyak 70 g, protein 1,2 g, lemak 0,3 g, pati 2,7 g, dan serat 0,5 g, buah pisang juga kaya akan potassium, sebanyak 400 mg/100 g, potassium merupakan bahan makanan untuk diet karena mengandung nilai kolestrol, lemak dan garam yang rendah, pisang kaya akan vitamin C, B6, vitamin A, thiamin, ribaflavin, dan niacin, energi yang terkandung dalam setiap 100 g daging buah pisang sebesar 275 kJ – 465 kJ.

Kandungan gizi kulit pisang cukup lengkap meliputi karbohidrat, lemak, protein, fosfor, vitamin B, vitamin C dan air. Selain itu juga mengandung unsur mikro yaitu, Ca, Zn, Na, N, Mg. Semua unsur tersebut mempunyai fungsi yang bisa membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.


2. Tanaman Nanas (Ananas comosus L. Merr)

Nanas (Ananas comosus L.Merr) merupakan salah satu jenis buah tropis yang terdapat di Indonesia dan mempunyai penyebaran yang merata, buah nanas banyak dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia untuk kebutuhan konsumsi.

Nanas ananas comosus L merr berasal dari amerika selatan, tepatnya di brasil, tanaman ini telah dibudidayakan penduduk pribumi di sana sejak lama, kemudian pada abad ke–16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia, dan mulai masuk ke Indonesia pada abad ke–15, (1599).

Dalam klasifikasi atau sistematika tumbuhan (taksonomi), nanas termasuk dalam famili bromiliaceae, kerabat dekat spesies nanas cukup banyak, terutama nanas  liar yang umum dijadikan tanaman hias, misalnya A.braceteatus (Lindl) schultes, A.


  • Karakteristik Tanaman Nanas (Ananas Comosus L. Merr)

Tanaman buah nanas berbentuk semak dan hidupnya bersifat tahunan, perennial, tanaman nanas terdiri dari akar, batang, daun, bunga, buah dan tunas, nanas memiliki sistem perakaran yang terbatas, sehingga akar–akar nya melekat pada pangkal batang dan termasuk berakar serabut, batang tanaman nanas berukuran cukup panjang yaitu 20–25 cm atau lebih tebal, dengan diameter 2,0–3,5 cm, beruas–ruas (buku–buku) pendek, batang sebagai tempat melekat akar, daun, bunga, tunas dan buah.

Daun nanas berukuran panjang dan tidak mempunyai tulang daun utama, pada daunnya ada yang tumbuh dari duri tajam dan ada yang tidak berduri, tetapi ada pula yang durinya hanya ada di ujung daun, duri nanas tersusun rapi menuju ke satu arah menghadap ke ujung daun, daun nanas tumbuh memanjang sekitar 130–150 cm dengan lebar antara 3–5 cm atau lebih, permukaan daun bagian atas halus mengkilap berwarna hijau tua atau merah tua bergaris atau coklat kemerah-merahan.

Nanas mempunyai rangkaian bunga majemuk pada ujung batangnya, bunga bersifat hermaprodit dan berjumlah antara 100–200 kuntum, masing– masing berkedudukan di ketiak daun pelindung, jumlah bunga yang membuka setiap harinya berjumlah sekitar 5–10 kuntum, pertumbuhan bunga dimulai dari bagian dasar menuju bagian atas memakan waktu 10–20 hari, waktu dari menanam sampai terbentuk bunga sekitar 6–16 bulan.

Selain dikonsumsi dalam kondisi segar atau langsung dimanfaatkan, nanas juga banyak digunakan untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan buah nanas menjadi berbagai olahan seperti selai, manisan, sirup, dodol, keripik, buah kalengan dan lain-lain, dari hasil konsumsi dan olahan nanas ini akan menghasilkan limbah berupa kulit dan bongol nanas dalam jumlah.

Banyak, komposisi limbah nanas rata–rata mencapai 40%, dimana sebesar 5% adalah bagian sisik pada kulit, limbah tersebut saat ini belum banyak dimanfaatkan dan hanya dibuang begitu saja hingga perlu dicari solusi untuk mengatasi hal tersebut.


  • Klasifikasi Tanaman Nanas (Ananas Comosus L. Merr)

Adapun klasifikasi nanas (Ananas comosus L. Merr) sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi      : Spermatophyta

Kelas     : Angiospermae

Ordo      : Farinosae (Bromeliales)

Famili    : Bromiliaceae

Genus   : Ananas

Species : Ananas comosus (L. Merr).


  • Kandungan Gizi Tanaman Nanas (Ananas Comosus L. Merr)

Buah nanas memiliki kandungan gizi yang banyak seperti, kalori 52 kal, protein 0,40 g, lemak, 0,20 g, karbohidrat 16 g, phosfor 11 mg, zat besi 0,30 mg, vitamin A 130 Sl, vitamin B1 0,08 mg, Vitamin C 24 mg dan air 85,30 g, kulit nanas mengandung air 81,72%, karbohidrat 17,53%, protein 4,41%, gula pereduksi 13,65%, dan serat kasar 20,87%, kandungan karbohidrat dan gula cukup tinggi dalam kulit dan bongol nanas tersebut bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik.


3. MOL (Mikroorganisme Lokal) Pepaya (Carica papaya)

MOL (Mikroorganisme lokal) adalah cairan hasil fermentasi yang mengandung mikroorganisme (bakteri) yang berguna untuk tanaman dan kesuburan tanah, seperti rhizobium sp, azospirillum sp, azotobacter sp, pseudomonas sp, bacillus sp dan bakteri pelarut phospat dan merupakan hasil produksi sendiri dari bahan-bahan alami disekeliling kita (lokal).

Bahan baku MOL adalah berbagai sumber daya yang tersedia di sekitar lingkungan, seperti nasi, bonggol pisang, urin sapi, limbah buah-buahan, limbah sayuran dan lain-lain, bahan-bahan tersebut merupakan tempat yang disukai oleh mikroorganisme sebagai media untuk hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang berguna dalam mempercepat penghancuran bahan-bahan organik (dekomposer) atau sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman,

Larutan MOL mengandung unsur hara makro, mikro, dan mengandung mikroorganisme yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, dan agen pengendali hama dan penyakit tanaman sehingga baik digunakan sebagai pupuk hayati, dan pestisida organik. Selain sumber daya tersebut di atas, sumber daya yang bisa dijadikan bahan baku MOL dan mudah didapat adalah pepaya.

Pepaya (Carica papaya) adalah salah satu anggota famili Caricaceae yang berasal dari Amerika dan Hindia Barat, tanaman pepaya hidup di iklim tropis maupun sub tropis, baik di musim panas atau hujan, baik di dataran tinggi maupun

Rendah, buah pepaya mengandung karbohidrat, kalsium, magnesium, potasium, dan posfor yang tinggi, kandungan tersebut sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme dan tanaman. Berdasarkan hal tersebut, maka pembuatan mikroorganisme lokal dari pepaya sangat cocok dijadikan sebagai MOL untuk mempercepat proses pengomposan limbah rumah tangga , yaitu sayuran dan kulit buah.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Jenis Kulit Buah Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami.

Baca juga artikel lainnya tentang:

Jenis Kulit Buah Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Cair
5 (100%) 10 vote[s]