10 Cara Menanam Melon Hidroponik Yang Baik dan Benar!

Diposting pada

10 Tata Cara Menanam Melon Hidroponik yang Baik dan Benar! – Cucumis melo, begitu namanya dalam bahasa latin. Sejenis tanaman buah yang masuk ke dalam suku Cucurbitaceae atau suku labu-labuan. Melon adalah tanaman semusim yang mempunyai bentuk daun menjari. Tumbuhan melon tumbuh merambat. Buah melon mempunyai tipe pepo dengan bagian yang dapat dimakan adalah dagingnya.

Melon adalah buah atau mesokarp tebal, berair, mempunyai tekstur lunak yang rasanya manis dan kadang beraroma harum, serta daging buahnya memiliki warna putih hingga merah. Saat ini, banyak orang yang melakukan budidaya melon secara hidroponik. Metode hidroponik dianggap mudah dilakukan di mana saja dan jarang bermasalah. Metode ini lebih mudah dalam melakukan pengontrolan dan dapat melakukan pemeliharaan dan deteksi kesehatannya.

10 Cara Menanam Melon Hidroponik

Penanaman melon secara hidroponik bisa dilakukan dengan memperhatikan proses pembibitan, persemaian, pemberian nutrisi hidroponik, pemeliharaan hingga melon siap dipanen. Untuk pemula, budidaya melon hidroponik sangat cocok. Sebelum melakukan penanaman, benih melon disemaikan terlebih dahulu. Media semai dapat menggunakan tisu basah, rockwool, sekam bakar ataupun cocopeat dengan cara penyemaian yang bermacam-macam, tergantung dengan media semai yang digunakan.

Langkah penyemaian benih melon, pertama siapkan terlebih dahulu benih melon yang akan disemai. Kemudian rendam benih dalam air hangat selama beberapa saat. Gunakan bibit yang tenggelam saja, jangan gunakan benih yang mengapung karena kurang baik. Apabila benih sudah mulai pecah dan berkecambah, letakkan benih di bawah sinar matahari langsung dan jemur selama sekitar 3 sampai 5 jam. Selanjutnya, sebarkan bibit yang tadi dijemur pada lahan atau media semai, tunggu dan rawat hingga benih memiliki daun.

Setelah tanaman melon semai sudah mempunyai 4 sampai 5 helai daun, pindahkan bibit melon ke media tanam hidroponik yang telah disiapkan. Beri nutrisi berupa pupuk yang sudah diencerkan. Apabila kalian menginginkan pertumbuhan melon lebih cepat, maka disarankan gunakanlah media tanam hidroponik sistem NFT (Nutrient Film Technique) yang menggunakan sistem selokan.

Saat tanaman sudah menginjak remaja, pindahkan tanaman ke dalam media hidroponik sistem Dutch Bucket (dengan menggunakan wadah yang lebih besar seperti ember dengan substrat media kering seperti batu apung, hydroton atau lainnya). Siapkan tiang atau lanjaran untuk media rambat tanaman melon. Ikatkan tanaman melon pada lanjaran.

Bunga jantan tanaman melon umumnya terletak pada bagian batang dan bunga betina terletak pada tunas yang tumbuh antara batang utama dan daun. Untuk perawatan hingga masa panen, lakukan pruning atau pemotongan pada beberapa bagian tunas. Sisakan antara tunas ke 7 dan 9 yang umumnya muncul di antara daun ke 11 dan 14. Jika tidak menggunakan sistem green house, tidak perlu mengawinkan bunga jantan dan bunga betina karena penyerbukan sudah dibantu oleh serangga seperti lebah. Jika sudah berbuah, lakukan toping dan sisakan 30 helai daun saja. Setelah buah melon sudah sebesar telur, pangkas daun yang tumbuh pada tunas dan sisakan 2 helai daun.

Jika buah melon telah berjaring atau berumur sekitar 50 hari hingga 2 bulan, buah dapat mulai dipanen. Untuk pemberian nutrisi hidroponik, berikan sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman melon. Pemberian dosis sesuai fase pertumbuhannya. Untuk tanaman melon yang telah memiliki 4 helai daun, berikan nutrisi sekitar 400 ppm.

Untuk tanaman melon yang dipindah tanamkan ke media tanam hingga berumur 2 minggu, berikan nutrisi sekitar 800 ppm. Setelah berumur 2 minggu lebih hingga menjelang berbunga, berikan nutrisi sekitar 1000 ppm. Setelah tanaman melon berbunga, berikan nutrisi sekitar 1200 ppm. Setelah berbuah, diberi nutrisi sebanyak 1500 ppm. Jika buah berjaring hingga panen, berikan nutrisi sebanyak 1800 ppm.

  1. Syarat Tumbuh Melon Hidroponik10 Tata Cara Menanam Melon Hidroponik yang Baik dan Benar!

Berkebun melon dengan metode hidroponik sebenarnya sangat mudah. Meskipun terbilang mudah namun ada syarat-syarat tertentu agar tanaman melon hidroponik dapat tumbuh dan berbuah optimal. Satu hal yang perlu diingat, bahwa hampir semua jenis tanaman, termasuk melon membutuhkan sinar matahari untuk pertumbuhannya. Dalam satu harinya tanaman melon membutuhkan sinar matahari minimal 6 jam. Media tanam melon hidroponik pH idealnya antara 6.0 – 7.0 dengan kepekatan nutrisi hingga 2000 ppm. Agar memenuhi kebutuhan nutrisi yang sesuai dengan jenis tanaman gunakan nutrisi AB Mix khusus untuk melon. Jika terpaksa, bisa juga menggunakan AB Mix umum untuk tanaman buah.

  1. Pemilihan Lokasi Tempat Menanam Melon Hidroponik

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa tanaman melon membutuhkan sinar matahari secara penuh sepanjang hari. Tetapi jika menanam melon hidroponik dipekarangan rumah yang kadang-kadang kesulitan mencari lokasi yang tepat, pilihlah tempat yang mendapat sinar matahari pagi minimal 6 jam. Hindari menempatkan tanaman melon hidroponik pada lokasi yang terhalang tembok, pohon besar atau rumah tetangga. Tanaman melon tidak akan tumbuh dan berproduksi dengan baik tanpa sinar matahari.

  1. Menyiapkan Pot / Polybag dan Media Tanam

Tempat untuk menanam melon hidroponik sistem fertigasi dapat menggunakan pot atau polybag. Idealnya agar wadah cukup banyak menampung media tanam, gunakan pot / polybag yang berdiameter minimal 30 cm. Apabila menggunakan pot atau polybag yang terlalu kecil media tanam tidak akan mampu menampung akar tanaman melon. Media tanam yang digunakan adalah cocopeat, arang sekam atau sekam bakar, hydroton dan perlite. Sediakan media tanam sesuai dengan kebutuhan dan gunakan jenis media tanam yang paling mudah didapatkan ditempat anda. Masukkan media tanam kedalam pot/polybag dan susun pada tempat yang diinginkan.

  1. Menyiapkan Perlengkapan Fertigasi

Fertigasi merupakan salah satu sistem hidroponik yang paling baik karena bisa diaplikasikan untuk menanam hidroponik dalam skala besar maupun skala kecil. Sistem fertigasi juga dapat diaplikasikan pada beragam jenis tanaman, terutama pada tanaman semusim berumur panjang. Kelebihan lain dari sistem fertigasi adalah kemudahannya memasang instalasi serta peralatan yang bisa digunakan berulang-ulang. Perlengkapan sistem fertigasi yang dibutuhkan untuk menanam melon hidroponik adalah sebagai berikut:

  • Tandon nutrisi : merupakan wadah untuk menampung larutan nutrisi hidroponik.
  • Pompa air : berfungsi untuk mengalirkan larutan nutrisi hidroponik dari tandon kemasing-masing pot/polybag melalui selang
  • Timer : berfungsi untuk mengatur frekuensi dan volume pemberian larutan nutrisi ketanaman
  • Selang/pipa induk : berfungsi untuk mengalirkan larutan nutrisi dari tandon ke selang pembagi
  • Selang pembagi : berfungsi untuk membagi aliran larutan nutrisi dari selang induk kesetiap baris tanaman
  • Selang fertigasi : berfungsi untuk mengalirkan larutan nutrisi dari selang pembagi kepolybag/pot
  • Stick fertigasi : yang berfungsi untuk mengatur tetesan larutan nutrisi ke media tanam. Stick fertigasi dipasang pada ujung selang fertigasi dan ditancapkan kemedia tanam.
  • Nepple : berfungsi untuk menghubungkan/menymbung selang fertigasi dengan selang pembagi.

Catatan:

Selang/pipa induk ukurannya lebih besar dari selang pembagi dan diperlukan jika jumlah tanamannya banyak dengan jumlah barisan polybag lebih dari 1 baris. Jika hanya menanam 1 baris, selang/pipa bisa langsung dari pompa kebarisan tanaman. Gunakanlah pipa HDPE atau PVC yang khusus untuk fertigasi.

  1. Memasang Instalasi Fertigasi

Setelah pengisian media tanam kedalam polybag atau pot selesai dan perlengkapan fertigasi sudah lengkap, maka selanjutnya adalah memasang instalasi. Berikut ini langkah-langkah memasang instalasi fertigasi :

  • Pertama susunlah polybag atau pot dengan bentuk barisan memanjang.
  • Agar dapat menghemat penggunaan selang atau pipa, polybag disusun dua baris kiri dan kanan secara zig zag.
  • Selang/pipa diletakkan ditengah-tengah barisan polybag.
  • Tempatkan tandon nutrisi pada tempat yang terlindung dari terik matahari langsung.
  • Pasang timer dan pompa, kemudian pompa tersebut dihubungkan dengan pipa atau selang yang ada ditengah barisan polybag
  • Pasang stick fertigasi pada ujung selang fertigasi.
  • Hubungkan selang fertigasi menggunakan nepple pada pipa/selang induk
  • Tancapkan stick fertigasi pada media tanam
  1. Menyiapkan Benih dan Menyemai Benih Melon Hidroponik

Benih melon dapat diperoleh pada toko pertanian atau membelinya ditoko online. Jika hanya ingin menanam dalam jumlah sedikit / skala hobi lebih baik membeli benih di toko online. Penjual online biasanya melayani pembelian benih eceran yang sesuai dengan kebutuhan. Benih melon sebenarnya dapat menggunakan benih langsung dari buah melon yang sudah matang, akan tetapi kualitasnya kurang baik. Agar buah dari tanaman melon sesuai dengan apa yang diharapkan, maka sebaiknya gunakan benih hibrida yang sudah teruji kualitasnya. Banyak sekali varietas melon hibrida yang tersedia dipasaran, pilih sesuai dengan keinginan anda.

Apabila benih melon sudah tersedia, maka segera semai benih melon sebelum ditanam. Pertama kalian rendamlah benih melon pada air hangat kuku selama kurang lebih 2 jam. Bisa ditambahkan beberapa irisan bawang merah pada air rendaman untuk merangsang perkecambagan. Setelah itu benih ditiriskan, kemudian benih dibungkus dengan kertas tisu dan disimpan dalam kantong plastik hitam yang diikat rapat. Letakkan pada tempat yang hangat, kemudian biasanya benih sudah berkecambah dalam waktu dua hari.

Siapkan media semai, bisa menggunakan polybag kecil atau tray semai yang diisi dengan media semai arang sekam atau cocopeat. Buatlah lubang pada media semai dan letakkan kecambah pada lubang tersebut dengan hati-hati. Letakkan pada tempat teduh yang terlindung dari hujan. Setelah tumbuh kenalkan bibit dengan sinar matahari secara bertahap agar bibit kuat dan tidak etiolasi. Siram bibit dengan larutan nutrisi hidroponik ppm rendah (400 ppm) secukupnya. Seminggu kemudian bibit sudah siap dipindah tanam kedalam polybag atau pot.

  1. Menanam Bibit Melon Hidroponik

Bibit melon sudah bisa dipindah tanam kepolybag/pot pada umur 7 – 10 hari setelah semai. Lubangi media tanam sesuai dengan ukuran media semai. Dalam penanaman melon lakukanlah satu bibit pada satu polybag. Tekan-tekan sedikit media tanam disekitar bibit agar bibit kokoh. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar bibit tidak layu atau stres. Kemudian siram bibit dengan larutan nutrisi hidroponik secukupnya. Untuk penyiraman larutan nutrisi hidroponik ppm cukup dengan rendah saja, yaitu sekitar 400 hingga 500 ppm. Setelah satu hari penyiraman selanjutnya sekaligus dengan pemberian nutrisi yang dilakukan dengan sistem fertigasi.

  1. Pemberian Larutan Nutrisi Hidroponik

Dosis PPM larutan nutrisi hidroponik dari awal tanam hingga panen itu tidaklah sama, semakin bertambah usia tanaman maka PPM yang dibutuhkan juga semakin tinggi. Berikut ini kebutuhan PPM nutrisi untuk tanaman melon hidroponik pada setiap waktu pertumbuhannya:

  • 0 hingga 7 hari setelah tanam = 500 ppm
  • 8 hingga 14 hari setelah tanam = 750 ppm
  • 15 hingga 21 hari setelah tanam = 1000 ppm
  • 22 hingga 28 hari setelah tanam = 1250 ppm
  • 29 hingga 35 hari setelah tanam = 1500 ppm
  • 36 hari dan seterusnya hingga panen =2000 ppm
  1. Frekuensi, Volume dan Waktu Pemberian Larutan Nutrisi Hidroponik

Agar tanaman melon hidroponik dapat tumbuh optimal dan berproduksi dengan baik, nutrisi harus diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Frekuensi dan volume pemberian larutan nutrisi hidroponik harus disesuaikan dengan massa pertumbuhan tanaman melon. Semakin bertambah umur tanaman, maka frekuensi dan volume larutan nutrisi yang diberikan juga semakin ditingkatkan. Berikut ini panduan dasar frekuensi, volume dan waktu pemberian larutan nutrisi untuk tanaman melon hidroponik:

  • Nutrisi diberikan mulai jam 07.00 pagi hingga jam 17.00 sore
  • Pada awal pertumbuhan nutrisi diberikan sebanyak 600 ml perhari. Aturlah waktu agar pompa hidup dan mati secara otomatis 5 kali dalam sehari. Dalam sekali hidup, pompa diatur agar mengalirkan nutrisi sebanyak 100 ml. Artinya nutrisi diberikan setiap 2 jam sekali.
  • Setiap 1 minggu sekali tanaman diberikan air tanpa nutrisi selama 1 hari.
  • Jika turun hujan disiang hari, tingkatkan frekuensi dan volume pemberian larutan nutrisi untuk mengantisipasi hilangnya nutrisi oleh air hujan.
  • Tingkatkan frekuensi dan volume pemberian larutan nutrisi sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.
  • Jika cuaca panas, siramkan air biasa sebanyak 300 – 500 ml / polybag disiang hari (sesuaikan dengan kebutuhan) agar tanaman tidak kekurangan air dan layu.
  1. Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Melon Hidroponik

Selain nutrisi tanaman melon hidroponik juga membutuhkan pemeliharaan seperti tanaman pada umumnya. Berikut ini merupakan hal-hal yang dilakukan dalam menanam melon hidroponik:

  • Memasang ajir/lanjaran. Ajir / lanjaran segera dipasang setelah penanaman selesai, ajir bisa menggunakan bambu atau kayu.
  • Mengikat batang tanaman melon pada ajir yang sudah disediakan.
  • Mengecek pH larutan nutrisi dan media tanam secara berkala dan usahan pH tetap stabil. Apabila pH turun naikkan dengan PH UP dan apabila pH naik maka turunkan menggunakan PH DOWN.
  • Pemangkasan daun yang tua dan terserang penyakit.
  • Melakukan seleksi buah, buang bakal buah yang kurang bagus dan sisakan 2 -3 buah yang dipelihara dalam 1 pohon
  • Pengendalian hama dan penyakit tanaman melon.

Demikian sedikit pembahasan mengenai 10 Cara Menanam Melon Hidroponik Yang Baik dan Benar! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare :).

Baca juga artikel lainnya tentang: