12 Cara Menanam Kelengkeng Dalam Pot Agar Cepat Berbuah!

Diposting pada

12 Cara Menanam Kelengkeng Dalam Pot Agar Cepat Berbuah! –  Lengkeng atau dimocarpus longan adalah tanaman yang berasal dari asia tenggara, buah ini masuk dalam suku sapindaceae atau suku lerak-lerakan. Nama lain dari buah lengkeng adalah kelengkeng, mata kucing dan longan. Menanam kelengkeng dipot tentu berbeda caranya dengan menanamnya diatas tanah halaman atau kebun. Dibutuhkan trik tersendiri untuk menanam dalam pot agar tanaman tumbuh subur, meski media tanam dan haranya cukup terbatas.

Buah lengkeng sangat digemari oleh banyak orang karena rasanya yang manis dan juga memiliki aroma tertentu yang membuat semakin nikmat rasanya.  Daging buah lengkeng ada yang tebal ada juga yang tipis alias lebih besar biji.  Pohon lengkeng tergolong tidak terlalu tinggi, akan tetapi memiliki daun yang lebat.

Buah dari tanaman ini biasanya berada diujung ranting.  (alhamdulillah hujan turun disela-sela saya menulis blog ini, kebetulan tadi pagi habis memangkas daun dan batang pohon stroberi yang kurang bagus dan terlihat kering, selain itu daun pohon jambu bol jamaica yang terserang hama juga saya pangkas, semoga dengan turunnya hujan ini menjadikan kedua pohon tersebut segar kembali.

Tanaman lengkeng cocok untuk tabulampot, menurut buku ini adalah jenis pohon lengkeng dataran rendah.  Jenis lengkeng dataran rendah adalah diamond river, pingpong, kristal, itoh, aroma duren, dan puang rai.  Pemilihan bibit untuk tabulampot sebaiknya dipilih yang dikembang biakkan secara vegetatif seperti cangkok, okulasi dan sambung, dengan tujuan agar tanaman lebih cepat berbuah.


Cara Menanam Kelengkeng Dalam Pot

Cara Menanam Kelengkeng Dalam Pot Yang Biak dan Benar!

  • Pemilihan Bibit

Bibit tanaman adalah hal yang sangat penting untuk menentukan tingkat keberhasilan tabulampot. Ada dua jenis bibit tanaman, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif atau dari biji dan bibit hasil perbanyakan vegetatif atau cangkok, okulasi dan penyambungan.

Untuk membudidayakan tabulampot sebaiknya memnggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif adalah sifat tanamannya dapat dipastikan, karena sama dengan sifat induknya. Sehingga keberhasilannya lebih mudah diprediksi. Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah.

Pilihlah bibit yang kita tahu persis sifat-sifatnya, sehat, dan juga bebas dari hama dan penyakit tanaman. Untuk memastikannya umumnya bibit tersebut sudah memiliki sertifikat dari komunitas atau lembaga terpercaya.


  • Pemilihan Pot

Pemilihan pot sebagai wadah memerlukan perencanaan untuk jangka panjang, anda bisa menggunakan drum, plastik, planter bag, atau juga semen cor. Sesuaikan pot dengan ukuran bibit yang akan ditanam, semakin tinggi bibit yang akan ditanam, gunakanlah pot yang memiliki tinggi serta diameter yang lebih besar.

Sebagai contoh bibit kelengkeng yang mencapai tinggi 30 hingga 40cm, maka gunakanah pot yang memiliki diameter 40 hingga 50cm. Hal penting yang harus diperhatikan pada saat pemilihan pot adalah, pastikan bahwa pot tersebut memiliki lubang didasar pot yang berfungsi untuk mengalirkan sisa air setelah penyiraman agar akar tidak terendam.

Wadah tabulampot kelengkeng yang baik harus memiliki kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Hal ini penting untuk aliran drainase dan memudahkan pengawasan agar akar tanaman tidak menembus tanah, jika pot yang anda miliki tidak memiliki kaki, gunakan batu-bata atau yang sejenisnya untuk mengganti kaki pot.


  • Media Tanam

Syarat media tanam tabulampot yaitu harus bisa menyimpan air dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Media tanam yang sering digunakan antara lain campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Bisa juga campuran tanah, pasir, pupuk kandang dan sekam padi dengan komposisi 1:1:1:1. Untuk menekan biaya, gunakan bahan baku yang banyak ditemui di lingkungan sekitar.

Pupuk kandang yang digunakan lebih baik menggunakan kotoran kambing/domba yang memiliki kandungan fosfor lebih banyak.


  • Tahap Penanaman bibit

  1. Siapkan bahan-bahan media tanam, kemudian ayak dan buang kerikil-kerikil yang ada didalamnya. Campurkan bahan-bahan itu hingga merata.
  2. Sebelum memasukkan media tanam pada pot, letakkan pecahan genteng atau potongan-potongan sterofoam pada dasar pot, satu lapis saja setinggi 5 cm. Bisa juga juga ditambahkan satu lapis ijuk atau sabut kelapa.
  3. Kemudian isi dengan media tanam yang sudah disiapkan hingga setengah tinggi pot.
  4. Untuk mengurangi penguapan, pangkas sebagian daun atau batang bibit tanaman.
  5. Buka polybag bibit tanaman, dengan hati-hati, letakkan tepat di tengah-tengah pot, atur peletakan agar tanaman tegak lurus/tidak miring, timbun dengan media tanam yang sama hingga pangkal batang.
  6. Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang, kemudian siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban.
  7. Simpan tabulampot pada tempat yang agak teduh agar dapat beradaptasi. Siram setiap pagi atau sore hari. Setelah satu minggu, letakkan tabulampot di tempat terbuka.

Cara Perawatan

  1. Penyiraman

Tanaman kelengkeng yang ada di dalam pot tidak dapat mencari air sendiri, karena akarnya tidak dapat menjalar keluar dari pot, maka dari itu penyiraman perlu dilakukan agar kebutuhan air terpenuhi dan kelembaban tanaman terjaga, sehingga pertumbuhannya dapat berlangsung dengan baik. Lakukan penyiraman secukupnya jangan sampai pot tergenang dan atau terlalu sedikit.

Pada saat musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari, ketika pagi atau sore hari. Pada musim hujan lakukanlah penyiraman hanya apabila media tanam terlihat kering. Penyiraman menggunakan selang air atau gembor. Selain membutuhkan air tanaman kelengkeng dalam pot juga perlu sinar matahari yang cukup. Sinar tersebut berguna untuk melakukan proses fotosintesis dengan optimal, minimal selama 5 jam per hari.


  1. Pemupukan

Pemberian pupuk selama sebulan sekali adalah langkah penting dalam budidaya tanaman kelengkeng, pada bulan pertama gunakanah kotoran kambing atau domba dan untuk bulan selanjutnya bisa menggunakan npk 16-16-16. Selain itu pemupukan juga bisa dilakukan dengan menyemprotkan zat perangsang tumbuh/zpt, aplikasi zpt dapat langsung disiramkan  pada tanaman tanpa perlakuan tambahan.


  1. Pemangkasan

Lakukan pemangkasan pada tabulampot kelengkeng dengan pola 1-3-9. Cabang utama yang dipertahankan satu saja  dengan panjang 75-100 cm, sedangkan cabang primer 3 cabang dan sekunder 9 cabang. Supaya tabulampot memiliki bentuk kanopi yang kokoh cabang primer dan cabang sekunder sebaiknya memiliki panjang 30-50 cm.

Pemangkasan pada cabang sekunder akan dapat menghasilkan tunas-tunas baru, sebagai cabang tersier yang diiringi dengan munculnya bunga-bunga majemuk yang akan menjadi buah. Lakukan juga pemangkasan pada tunas air, cabang-cabang yang sudah tidak produktif, cabang yang kering dan cabang yang ternaungi agar cahaya matahari dapat masuk merata dan menembus tajuk tanaman untuk proses fotosintesis.


  1. Perundukan

Lakukanlah perundukan salah satu cabang sekunder yang sehat dengan cara menariknya kebawah dengan menggunakan kawat. Tambahkan alas diantara cabang dan kawat untuk menghindari luka akibat goresan dari kawat, cikal bakal bunga akan muncul setelah beberapa minggu setelah dilakukannya perundukan.


  1. Penggantian media tanam

Setelh melewati masa tanam yang panjang, media tanam pada tanaman kelengkeng harus diganti. Tujuannya agar media tanam tidak keras, penggantian biasanya dilakukan sekitar  6 bulan sekali. Apabila tidak ingin melakukan penggantian media, bisa dilakukan dengan cara pemberian pupuk pada tanah tersebut.


  1. Pencangkokan

Jika tanaman kelengkeng sudah tumbuh subur dan berbuah, hal ini menandakan bahwa tanaman kelengkeng sudah cukup tua dan sudah siap untuk dicangkok. Pencangkokan bertujuan untuk membuat bibit-bibit baru untuk ditanam supaya menjadi lebih banyak.


  • Pemanenan

Pemanenan kelengkeng harus dilakukan dengan benar agar tanaman kelengkeng tetap akan berbuah, karena apabila salah akan mengakibatkan tanaman sulit berbuah. Cara pemanenan yang benar dapat dilakukan dengan memotong tangkainya, jangan hanya memetik buahnya, karena cara ini dipercaya dapat mempertahankan kelengkeng agar tetap berbuah banyak pada musim selanjutnya.

Demikian sedikit pembahasan mengenai 12 Cara Menanam Kelengkeng Dalam Pot Agar Cepat Berbuah! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: