9 Cara Menanam Bawang Putih dan Cara Merawatnya!

9 Cara Menanam Bawang Putih dan Cara Merawatnya! – Karena fungsinya yang sangat pokok seringkali dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga ketika harga jualnya melonjak naik. Gagal panen, kebanjiran, atau faktor lain yang menjadi pemicu harga bawang putih naik. Namun hal tersebut dapat disiasati dengan cara menanam bawang putih sendiri di pekarangan rumah. Dengan cara menanam sendiri begitu para ibu bisa menghemat uang belanjanya.


Pengertian Bawang Putih

Bawang putih merupakan tanaman umbi- umbian umumnya dipakai sebagai bahan rempah pelengkap bumbu dapur. Bagi masyarakat Indonesia sendiri, bawang putih merupakan salah satu bumbu wajib yang harus ada di setiap masakan. Dengan rasa yang khas dan aroma bawang yang ada dapat membuat masakan menjadi lebih enak dan menggugah selera, sehingga bawang putih juga dapat meningkatkan nafsu makan


Manfaat Bawang Putih

  • Dapat membantu mengobati sakit tengorokan, batuk dan radang tenggorokan.
  • Dapat membantu mencegah demam dan flu.
  • Dapat membantu mencegah pembekuan darah.
  • Dapat membantu mencegah Kanker.
  • Dapat membantu mencegah terjadinya infeksi.
  • Dapat mengurangi kadar gula darah atau diabetes .
  • Dapat mengobati sakit gigi.
  • Dapat mengobati serta menghilangkan kutil.
  • Dapat mencegah dan memulihkan kerusakan hati seperti hepatitis.
  • Dapat menurunkan kadar kolesterol.

Cara Menanam Bawang Putih

  • Mendapatkan Bibit Bawang Putih

Kalian bisa memakai siung bawang putih untuk bibit. Tetapi sayangnya kita tidak bisa tahu dari mana asal bawang putih itu. Mengetahui asal bawang putih sangat penting untuk melihat apakah jenis bibit bawang putih itu cocok ditanam ditempat yang kita inginkan. Akan lebih baik kalian membeli bibit dari toko tanaman yang menjual varietas bawang putih dan kalian bisa memilih  yang cocok dengan daerah tempat tinggal kalian. Membeli langsung ke toko akan membuat kalian bisa memilih dan melihat langsung kondisi bibit apakah memang bagus atau tidak. Bawang putih juga memiliki varietas yang beragam, ada bawang putih yang bisa ditanam di cuaca dingin atau kering.

Mengapa tidak disarankan untuk menggunakan siung Bawang Putih yang kalian beli di pasar. Kadang-kadang Bawang putih yang dijual di pasar berasal dari tempat yang jauh, jadi tidak bisa dipastikan cocok tumbuh di lokasi  tempat tinggal kalian. Bahan kimia biasa digunakan untuk membuat Bawang Putih  awet lebih lama. Bawang putih yang telah diawetkan ini akan sulit untuk pertumbuhannya akan lebih sulit bila dibandingkan dengan bawang putih yang tidak diawetkan.


  • Waktu tanam

Waktu tanam yang cocok untuk Bawang Putih adalah di musim gugur atau musim semi. Menanam di musim dingin,lebih baik daripada musim gugur. Bila bawang putih tumbuh dengan  siungnya akan lebih besar serta mempunyai rasa yang enak dibandingkan yang ditanam pada musim semi. Tapi jika kalian tinggal di daerah tropis atau sub tropis maka tanamlah  bawang putih kalian di awal musim semi.

Di negara empat musim jika kalian menanam bawang putih pada musim gugur, tanamlah 6 – 8 minggu sebelum mulai bersalju. Jika kalian ingin menanam bawang putih di musim semi, tanamlah selagi tanah masih bisa digunakan pada bulan Februari atau Maret.


  • Menyiapkan Lahan

Matahari adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang Bawang putih. Carilah  titik yang mendapat sinar matahari penuh dan memiliki sistem pengairangn yang baik. Galilah  tanah kurang lebih 4 inchi. Lalu dasari lubang dengan  kompos untuk menambah nutrisi agar bawang putih tumbuh kuat dan sehat.

Menanam Bawang putih dalam pot juga bisa dilakukan. kalian bisa memilih pot atau tempat  dengan kedalaman  dan lebar yang cukup isilah dengan tanah yang telah diberi pupuk. Bawang putih menyukai tanah dengan tipe tanah bertekstur lempung berpasir dan struktur tanah gembur dengan pH 5,5-7. Di atas tanah inilah tanaman bawang putih di bibitkan Bersihkan lahan dengan caran membersihkan sisa-sisa tanaman yang ada di dalam atau di atas permukaan lahan lewat pembajakan sedalam 20-30 cm.

Pembajakan dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu. Kemudian dibuat pembatas tinggi 20-50 cm dan lebar 60-150 cm. Panjang pembatas bisa disesuaikan dengan lahan. Buatkan parit di antara pembatas untuk irigasi air dengan lebar 30-40 cm. Dalamnya parit itu sendiri tergantung dari keadaan musim. Di musim hujan misalnya, harus dibuatkan parit yang lebih dalam.


  • Menanam Bawang Putih

Dalam proses penanaman bawang putih, bibit yang digunakan di usahakan ukuran yang sama. Umbi ditanam dengan kedalaman 2-3 cm. Jarak tanam dapat disesuaikan dengan ukuran siung yang digunakan, misalnya jika bobot siung lebih berat dari 1,5 gram maka jarak tanamnya 20 cm X 20 cm. Jika berat siung bibit bawang putih 3 gram dalam satu hektar lahan dibutuhkan kurang lebih 1.600 kg. Tapi jika berat siung bibit 1 gram maka dibutuhkan 670 kg.

Berikut ini cara menanam bawang putih yang benar:

  1. Ambilah siung-sing tunggal dari bawang putih, jaga lapisan kulitnya tetap utuh.
  2. Tanam siung bawang putih dengan jarak 4 inchi dan kedalaman 2 inchi.
  3. Usahakan bagian akar diletakkan ke bawahtanah dan runcingnya mengarah ke atas untuk menunukkan bawang putih tidak tumbuh ke arah yang salah.
  4. Kemudian tutuplah siung bawang putih dengan tanahyang telah diberi pupuk  dan tepuk perlahan.
  5. Jika berat siung bawang putih kurang dari 1,5 gram, maka jarak tanamnya bisa dipilih dengan ukuran 15 cm x 15 cm atau  dengan ukuran 15 cm x 10 cm.

  • Merawat Bawang Putih

Lahan tanaman bawang putih kalian harus terjaga dan terlindungi tutupi lahan tanaman kalian. Di  musim gugur, lahan kalian membutuhkan jerami dengan  6 inchi. Tetapi di musim semi, kalian tidak membutihkan penutup ini. Pada  musim semi akar bunga bawang putih bisa kalian potong agar umbi bawang putih dapat tumbuh besar.  kalian bisa melihat batang bawang putih muncul di awal musim semi.

Cukupi kebutuhan air. Karna bawang putih membutuhkan air saat pengairan yang pas. Bawang putih membutuhkan air setiap 3 hingga 5 hari tergantung pada cuaca. Kalau kalian  melihat media tanam tanahnya mengering dan berdebu, maka kalian dapat segera menyiram bawang putih. Selama musim gugur dan musim dingin bawang putih tidak perlu disiram.


  • Teknik Penyiraman

Untuk menyirami  tanaman bawang putih dilakukan dengan cara menggenangi parit di antara bedengan. Frekuensinya tergantung dari umur tanaman. Pada  awal pertumbuhan misalnya, pemberian air dilakukan 2-3 hari sekali, sedang pada periode pembentukan tunas sampai pembentukan umbi pengairan dilakukan 7-15 hari sekali. Pengairan dihentikan pada saat pembentukan umbi maksimal atau 10 hari menjelang panen.


  • Pemberian Pupuk

Pupuk organik dan non-organik bisa dipakai untuk membudidaya bawang putih. Pupuk organik adalah yang berasal dari kandang ayam dengan dosis 10-20 ton/ha atau pupuk kandang kambing dengan dosis 30 ton/ha. Pupuk nitrogen digunakan 3 kali selama pertumbuhan, yaitu pada saat tanam, saat pembentukan tunas dan saat pembentukan umbi. Lalu, dosis yang diberikan untuk pupuk non-organik adalah 200 kg N, 180 kg P2O5, 60 kg K2O dan 142 kg S per hektar.

Kualitas dan hasil umbi bawang putih dpat ditingkatkan dengan memberikan pupuk kimia cair (unsur mikro) Sitozim dengan konsentrasi 0,25% bisa menjadi pilihan. Pupuk kimia cari ini disemprotkan pada daun. Sedangkan penggunakan Massmikro dengan takaran  konsentrasi 200 ppm serta Hipron sebanyak 2 kali dengan konsentrasi 2 ml/l. Pupuk tersebut dikasih ketika waktu menanam berbarengan dengan pupuk kalium dan fosfor.

Tambahan  pupuk dan membersihkan hama sesuai kebutuhan. Bila akarnya sudah terlihat  kekuningan atau lemah saat tanam. Kalian bisa memberikan pupuk untuk menjaganya tetap sehat. Kalian dapat membuang rumput liar dari tanaman agar  bawang tidak bersaing dengan tanaman lain untuk memperoleh nutrisi serta air.

Anda harus memelihara bawang putih dengan cara menyiangi gulma dan melakukan perbaikan bedengan antara waktu 20-30 hari. Frekuensi bisa bertambah jika penyiangan gulma jika laju pertumbuhan gulma cukup pesat. Waktu memasuki tahap generatif perlombaan gulma tidak lagi dilakukan sebab dapat mengganggu proses pembentukan dan pembesaran umbi.

Banyak sekali kelompok Pengganggu tumbuhan yang menyerang bawang putih. Kurang 19  henis tumbuhan yang mengganggu bawang putih seperti  Thrips tabaci,Spodoptera exigua, Fusarium sp, Alternaria porii,Onion Yellow Dwarf Virus serta yang lainnya.

Pengurusan OPT bisa dilakukan dengan sistem PHT, dengan lewat pemakaian benih sehat, pengendalian kultur teknis, musuh alami, penggunaan perangkap, sanitasi, dan pestisida sesuai ambang pengendalian.


  • Cara Panen Bawang Putih

Saat memanen bawang putih ditandai dengan perubahan tanaman menjadi kuning dan mulai mati. Biasanya ini terjadi pada bulan Juli atau Agustus. Jangan terlambat memanen bawang putih karena hasil umbinya akan mengerut dan menhasilkan rasa yang tidak enak.

Tetapi jangan juga terlalu awal karena tidak bisa diawetkan dengan baik. Saat panen tanaman bawang putih langsung tergantung dari varietasnya, namun masa rata-rata yang dibutuhkan dari awal tumbuh sampai masa panen adalah sekitar 90 – 120 hari.

Ciri-ciri dari Bawang Putih yang telah siap panen yaitu:

  1. Warna daun berubah dari warna hijau menjadi kekuningan dan terlihat mulai layu. Kegiatan pemupukan, pengairan dan penyemprotan hama harus dihentikan pada masa menjelang panen.
  2. Cara memanen bawang putih, dilakukan dengan cara mencabut tanaman menggunakan tangan saat cuaca cerah.
  3. Setelah di panen umbi hasil panen diikat sebanyak 20-30 rumpun per ikat. Umbi ini kemudian dan dijemur hingga batangnya kering, waktu yang diperlukan sekitar 15 hari.

Memanen bawang putih tidak harus merusaknya dengan menggunakan sekop untuk menggali daerah di sekitar bawang putih dan usahakan tidak merusak siungnya. Kemudian buanglah tanah yang menempel serta biarkan batang bawang tetap menempel pada umbinya.


  • Mengawetkan Bawang Putih

Setelah masa panen, kalian harus diamkan bawang putih selama 2 minggu sampai kering terlebih dahulu sebelum digunakan. Setelah bawang putih kering maka kulitnya pun akan mengering namun umbinya mengeras. Selanjutnya kalian harus menyimpan bawang putih di tempat yang dingin dan kering.

Ada cara lain untuk mengawetkan bawang putih yaitu dengan memotong batang bawang hal itu dapat mengawetkan bawang putih dan menjaga keadaan bawang kalian agar mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

Bisa juga kalian menyimpan bawang putih utuk mengawetkannya dengan cara membiarkan batangnya tetap menempel, menjatukannya  lalu menggantungnya di tempat kering dan dingin.

Langkah pengeringan bisa dilakukan sebagai berikut :

  1. Menjemurnya di bawah terik matahari, tetapi menutup umbi dengan daunnya agar umbi bawang putih tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  2. Dilakukan di dalam rak berlapis dengan cara digantung.
  3. Metode pengasapan, yakni menempatkan bawang putih di atas para-para yang ada di dapur. Caranya adalah bawang putih tersebut diasapi melalui asap yang berasal dari air yang dimasak.
  4. Jika Umbinya telah keras saat disentuh dan mudah terpisah maka itu berarti bawang putih siap digunakan. Lalu pisahkan siung yang paling bagus untuk musim tanam selanjutnya. Pilah beberapa umbi besar untuk ditanaman pada musim gugur sebelum musim  salju atau pada awal musim semi. Saring  umbi yang terlihat paling bagus sehingga hasil panen musim selanjutnya besar dan rasanya lebih kuat.

Menanam Bawang Putih dalam Pot

Berikut adalah menanam bawang putih didalam pot atau polybag yaitu:

  1. Bahan
  2. Bawang putih
  3. Pot atau polybag
  4. Media tanam
  5. Cara Menanam Bawang Putih

Waktu penanaman bawang putih sebaiknya pada musim kemarau. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil budidaya bawang putih agar bawang putih bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Saat musim penghujan kadar air yang tinggi sangat tidak baik untuk tanaman bawang putih karena dapat menimbulkan pembusukan.

Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah media tanam yang terdiri tanah, pasir, dan pupuk kompos dengan perbandingan 1: 1 : 1. Letakkan bibit bawang putih kedalam pot atau polybag yang sudah disiapkan. Pilihlah bibit bawang putih unggul, bawang yang sudah tua dan bagus. Lalu kupas kulitnya

  1. Masukkan bawang putih yang sudah dikupas pada polybag kedalaman 2-3 cm dengan posisi bagian runcing menghadap ke atas. Apabila sudah dua minggu menanamnya, maka akan timbul kecambah.
  2. Bisa juga disemai terlebih dahulu dengan cara direndam air sampai sirungnya muncul.

Cara Merawat Tanaman Bawang Putih

Proses penyiraman dan pemupukan dilakukan secara rutin agar tanaman tumbuh dengan baik dan memperoleh hasil bawang putih yang siap untuk dipanen. Peyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan intensitas air yang secukupnya tidak berlebih dan tidak kekurangan air.

Tanaman bawang putih memerlukan cahaya matahari yang optimal, taruhlah polybag ditempat yang terkena paparan cahaya matahari agar tanaman memperoleh nutrisi yang baik dan tumbuh optimal. Masa panen bawang putih biasanya setelah massa penanaman berusia 90-100 hari dengan ciri-ciri pada perubahan warna daun menjadi kekuningan dengan tingkat kelayuan 35%-60%.

Itulah langkah-langkah menanam bawang putih menggunakan pot atau polybag yang dapat dilakukan dirumah. Dengan ketekunan dan perawatan yang baik akan memperoleh tanaman yang tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang optimal.

Demikian sedikit pembahasan mengenai 9 Cara Menanam Bawang Putih dan Cara Merawatnya! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: