Mengenal Jenis-Jenis Benih Jagung Yang Terdapat di Indonesia

Diposting pada

Mengenal Jenis-Jenis Benih Jagung Yang Terdapat di Indonesia – Tanaman jagung (Zea mays L), adalah salah satu tumbuhan biji–bijian dari keluarga rumput–rumputan (Graminae), jagung diklasifikasikan ke dalam divisi Angiospermae, kelas Monocotyledoneae, Ordo Poales, Famili Poaceae, dan Genus Zea, menurut sejarahnya, tanaman jagung berasal dari Amerika yang merupakan tanaman sereal yang sangat penting di benua tersebut.

Berdasarkan dari Jenis Jagung Dari Bentuk Bijinya (kernel), ada 6 tipe utamayang terdapat pada jagung, yaitu dent, flint, flour, sweet, pop, dan pod corns, jagung jenis dapat dibedakan dengan adanya corneous, horny endosperm yang berada pada bagian sisi dan belakang kernel, dan bagian tengah inti jagung menjulur sampai mahkota endospermanya lunak dan bertepung, jagung jenis flint mempunyai bentuk yang tebal dan juga keras, dengan lapisan horny endosperm  di sekitar granula.

Jagung jenis flour adalah salah satu jagung yang sangat tua dimana hampir semua endospermanya berisi pati yang lunak dan mudah dibuat tepung, jagung jenis sweet dipercaya sebagai jenis jagung mutasi yang mengandung sedikit pati dengan endosperma berwarna bening, jagung sweet mempunyai kadar gula 4– 8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan jagung normal.

Sifat ini ditentukan oleh gen sugary (su) yang resesif, jagung ini biasanya dikonsumsi sebagai campuran sayuran, jagung jenis pop mempunyai kernel yang kecil dan keras seperti jenis flint dengan kandungan pati yang sangat sedikit, sedangkan jagung yang berjenis pod merupakan jagung hias dengan kernel yang tertutup dan pada umumnya jagung jenis ini tidak ditanam secara komersial.

Jenis Benih Jagung di Indonesia

Mengenal Jenis-Jenis Benih Jagung Yang Terdapat di Indonesia

Jagung yang sering ditanam di Indonesia adalah tipe mutiara (flint) dan setengah mutiara (semiflint), seperti jagung Arjuna (mutiara), jagung Harapan (setengah mutiara), Pioneer-2 (setengah mutiara), Hibrida C-1 (setengah mutiara), dan lain-lain, selain jagung tipe mutiara dan setengah mutiara, di Indonesia juga terdapat jagung tipe berondong (pop corn), jagung gigi kuda (dent corn), dan jagung manis (sweet corn).

  1. Jagung Komposit

Jagung komposit merupakan varietas jagung yang benihnya diambil dari penanaman sebelumnya, atau dapat digunakan terus-menerus dari setiap penanamannya dan belum tercampur atau diserbuki oleh varietas lain.

 Jenis jagung ini biasanya ditanam oleh petani pada jaman tradisional pada zaman dulu sedangkan pada jaman sekarang sudah jarang digunakan, keunggulan jenis jagung komposit ini adalah umurnya yang pendek, tahan dengan hama penyakit, tidak menimbulkan ketergantungan dan dapat ditanam secara berulang-ulang.

 Kekurangan jenis jagung komposit adalah kapasitas produksinya yang sangat rendah, hanya sekitar 3-5 ton per hektar, contoh dari varietas jagung komposit adalah Arjuna, Bisma, Gajah Mas, dan Genjah Rante.

  1. Jagung Hibrida

Jagung hibrida merupakan varietas jagung yang proses pembuatannya dengan menggunakan cara pemulihan dan penyilangan antara jagung induk jantan dengan jagung induk betina yang menghasilkan jagung jenis baru, jenis ini yang nantinya akan mempunyai sifat keunggulan dari kedua induknya.

Keunggulan jenis jagung varietas hibrida adalah kapasitas produksinya yang sangat tinggi, bisa dapat mencapai sekitar 8-12 ton per hektar, namun varietas ini juga mempunyai kekurangan, yaitu harganya yang mahal, bisa mencapai 20 kali sampai 40 kali lipat dari harga jagung konsumsi.

Selain itu, varietas ini tidak dapat diturunkan lagi sebagai benih karena produksinya akan turun mencapai 30%, serta memunculkan ketergantungan bagi petani karena jagung tidak dapat ditanam lagi,  Hama yang sering menyerang tanaman jagung adalah penggerek batang atau daun.

Pengendalian yang dapat dilakukan dengan cara diberi insektisida yang sistemik, karena saat diberikan akan terserap dan nantinya akan mengalir di seluruh jaringan tanaman, sehingga hama yang memakan tanmana tersebut akan mati.

 Insektisida yang dapat digunakan misalnya seperti Furadan 3G, contoh dari varietas jagung hibrida adalah Pioner dan BISI, yang umumnya telah bersertifikat dan di setiap daerah sudah ada, biasanya bibit juga sudah dibubuhi fungisida yang berfungsi untuk melindungi tanaman dari berbagai penyakitatau hama.

  1. Jagung Transgenik

Jagung transgenik merupakan varietas jagung yang memiliki proses pembuatannya dengan menyisipkan gen dari makhluk hidup atau non makhluk hidup yang hasilnya nanti diharapkan jagung itu dapat tahan terhadap penyakit, tahan terhadap hama atau juga tahan terhadap obat kimia, sehingga tanaman itu dapat menjadi tanaman super, varietas ini mempunyai keunggulan kapasitas produksi yang besar sekitar 8-10 ton per hektar, tahan terhadap penyakit, tahan terhadap hama tertentu, dan tahan terhadap obat kimia.

Namun varietas transgenik juga mempunyai kekurangan, seperti bibit jagung harus beli di toko karena tidak dapat diproduksi oleh petani itu sendiri, kemungkinan akan menimbulkan hama penyakit baru yang lebih kebal terhadap obat-obatan kimia, kemungkinan menimbulkan penyakit-penyakit baru bagi ternak dan manusia, menimbulkan kerusakan pada tanah, dan gen jagung varietas ini sudah dipatenkan, contoh varietas jagung transgenik adalah jagung BT, jagung Terminator, dan jagung RR-GA21.

Manfaat Jagung

Manfaat Jagung

Produk utama pada jagung adalah bijiannya (grain), bijian sebenarnya adalah buah dan biji yang menyatu, massa bijian terbesar diisi oleh endosperma yang kaya akan karbohidrat, dari bijian yang dihasilkan, jagung menjadi sumber pangan pokok bagi manusia yang ketiga setelah gandum dan beras atau padi.

Bijian jagung digunakan sebagai pakan hewan, baik itu untuk unggas ataupun ternak besar, serapan terbesar di Indonesia sekarang adalah sebagai sumber pakan ternak, masakan bijian juga diserap dalam industri pangan, farmasi, kosmetika, dan industri kimia.

  • Pangan

Bagian jagung yang dapat dimakan manusia adalah bijiannya, baik masih muda pada saat isinya belum mengering ataupun setelah tua dan mengering, bijian kering juga dapat dihaluskan menjadi tepung jagung (maizena), maizena merupakan bahan untuk berbagai macam kue dan penganan olahan serta untuk bahan baku pembuatan mie bihun.

Dedak merupakan bijian jagung yang telah digiling halus, dedak juga dapat dicampur dengan bahan lain sebagai makanan sarapan, pecahan kasar bijian jagung telah diolah di Amerika Serikat sebagai makanan sarapan populer, corn flakes.

Di Jawa Timur terutama, bijian jagung kering ditumbuk agak halus untuk mendapatkan beras jagung, yang telah dikukus atau ditanak menjadi nasi jagung murni atau bercampur nasi padi, umum sebagai makanan pokok utama di wilayah Jatim yang mendapatkan pengaruh dari budaya Madura.

Bijian utuh jagung juga dapat dipanggang, disangrai, atau digoreng, gorengan bijian jagung kering juga dikenal sebagai marning di Jawa Tengah, dari bijian jagung kering varietas tertentu juga dapat dibuat brondong jagung.

Jagung muda biasanya dipasarkan secara utuh bersama tongkolnya, jagung manis mengisi kebanyakan pangsa ini, meskipun jagung ladang dan jagung ketan juga dipanen dalam keadaanyang sama, tongkol direbus, dipanggang, atau dibakar, beberapa masakan sayur yang menggunakan jagung, seperti sayur asam dan sayur bening dilengkapi dengan potongan tongkol jagung atau bijian muda yang telah dipisahkan dari tongkolnya (dipipil).

  • Manfaat Jagung Untuk Pakan Ternak

Untuk unggas jagung dapat diberikan dengan bentuk utuh (pakan burung lovebird), dipecah (pakan burung pengicau), dihaluskan, sampai berbentuk bubuk, saat ini jagung juga dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif.

Lebih dari itu, saripati jagung juga dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik, salah satu perusahaan di Jepang telah mencampurkan polimer jagung dan plastik menjadi bahan utama casing komputer yang siap dipasarkan.

Kandungan Gizi Jagung

Jagung mempunyai kandungan gizi per 100 gram bahan sebagai berikut :

  • Kalori : 355 Kalori
  • Protein : 9,2 gr
  • Lemak : 3,9 gr
  • Karbohidrat : 73,7 gr
  • Kalsium : 10 mg
  • Fosfor : 256 mg
  • Besi : 2,4 mg
  • Vitamin A : 510 SI
  • Vitamin B1 : 0,38 mg
  • Air : 12 grm dan bagian yang telah dicerna mencapai 90%.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Mengenal Jenis-Jenis Benih Jagung Yang Terdapat di Indonesia semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami.

Baca juga artikel lainnya tentang: