Cara Mencegah Dan Mengobati Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung

Diposting pada

Cara Mencegah Dan Mengobati Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung – Jagung manis atau sweet corn (Zea mays saccharata Sturt) merupakan tumbuhan monoecius yang mempunyai bunga jantan dan betina pada satu tanaman, bunga jantan biasanya berada di bagian atas tanaman yang berupa karangan bunga (inflorescence), sedangkan bunga betina tersusun didalam tongkol yang tertutup  oleh kelobot dengan rambut jagung yang sesungguhnya adalah tangkai putik.

Perbedaan jagung manis dan jagung biasa dapat terlihat pada warna bunga jantan dan rambut bunga betina, bunga jantan pada jagung manis biasanya berwarna putih sedangkan jagung biasa berwarna kuning kecoklatan.

Rambut yang berada pada jagung manis biasanya akan berwarna putih hingga kuning keemasan sedangkan pada jagung biasa dia akan berwarna kemerah-merahan, selain itu juga jagung manis memiliki dua atau tiga daun yang tumbuh pada ujung kelobot terluar biasanya umurnya lebih genjah dibandingkan dengan jagung biasa.

Biji jagung juga mempunyai banyak karbohidrat dalam rupa pati yang berbentuk amilosa dan amilopektin, tetapi jagung manis juga tidak mampu membuat pati sehingga bijinya terasa manis walaupun masih muda.

Akibat terjadinya bulai yang sering terjadi pada jagung di Negara Indonesia adalah Peronosclerospora maydis di Pulau Jawa dan Pulau Madura dan p.philippinensis di Pulau Sulawesi P.philippinensis juga dapat menyebar luas  di seluruh penjuru dunia, protista juga memiliki ciri yang sama dengan cendawan tetapi berteman dekat dengan alga ini bersifat parasit obligat (wajib).

Alat pembanyakan atau penyebaran yang terutama adalah spora vegetatif yang dihasilkan oleh badan yang dapat disebut sebagai konidia (sehingga sporanya disebut juga konidiospora), konidia dapat bertahan hingga bertahun-tahun lamanya sebelum tumbuh kembali.

Proses infeksi penyakit pada tanaman jagung dapat terjadi pada saat konidia disebarkan di siang hari sekitar pukul 02.00 – 04.00 karena sporalisasi maksimum akan terjadi pada saat itu, infeksi bisa dilakukan oleh konidia melewati stomata, pada siang hari tidak akan dapat terjadi infeksi karena pelepasan konidia telah terhenti, diduga konidia tersebut tidak dapat  bertahan terhadap cahaya matahari, karna penyebaran konidispora dilakukan oleh angin.

Sebelum kita membahas bagai mana cara mengatasi penyakit bulai terhadap tanaman jagung sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu gejala atau penyebab penyakit ini:

Pengertian Bulai Pada Tanaman Jagung√ Cara Mencegah Dan Mengobati Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung

Penyakit bulai disebabkan karna adanya jamur P. maydis, jamur dari penyakit ini termasup ke dalam penyakit kelas Phycomycetes yaitu sifanya tidak bersekat, miselium P. maydis dapat berkembang di ruang diantar sel, pada saat permukaan daun sedang berembun, miselium akan membentuk konidiofor yang mirip seperti batang, kemudian konidiofor membentuk sterigma (tangkai konidium), konidium yang masih muda akan berbentuk bulat  sedangkan yang sudah masak akan berbentuk jorong dengan ukuran 19,2 x 17,0µm.

Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung

Penyakit bulai yang diakibatkan oleh P. maydis adalah penyakit yang utama pada tanaman jagung yang sangat berbahaya di Indonesia karena dapat mengakibatkan kerusakan hingga 90% atau puso terutama pada varietas jagung yang rentan terhadap penyakit bulai.

Faktor yang menyebabkan serangan penyakit ini adalah suhu yang tinggi mencapai 30°C dan turunnya curah hujan sesekali, sebab penyakit ini ditularkan melalui spora yang terbawa oleh angin, penyakit bulai atau yang disebut downy mildew sangat ditakuti oleh petani sebab tanaman jagung yang terserang akan mengalami kematian dan sebelum tanaman mati biasanya pertumbuhannya sangat merana.

Gejala Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung

  • Terdapat bercak berwarna klorotik memanjang searah tulang daun dengan batas yang jelas.
  • Adanya tepung yang berwarna putih pada bercak tersebut (terlihat lebih jelas disaat pagi hari).
  • Daun yang terkena bercak biasanya menjadi sempit dan kaku.
  • Tanaman yang terkena penyakit biasanya menjadi terhambat petumbuhannya bahkan bisa tak bertongkol.
  • Tanaman muda yang terserang penyakit biasanya akan mati (umur tanaman dibawah 1 bulan).
  • Kadang-kadang terbentuknya anak yang banyak, daun akan menggulung dan terpuntir.

Penyebab Bulai Pada Tanaman Jagung

  • Penanaman varietas jagungbiasanya rentan terkena penyakit bulai.
  • Penanaman jagung berkesinambungan.
  • Efektivitas fungisida rendah akibat dosis yang dikurangi atau dipalsukan.
  • Cara aplikasi fungisida tidak sesuai.
  • Tidak adanya tindakan eradikasi.
  • Peningkatan virulensi bulai kepada tanaman Jagung.

Daur Penyakit

Miselium jamur P. maydis berkembang dalam jaringan di antara sel daun dan dapat merusak klorofil, miselium yang bercabang keluar melalui mulut daun yang membentuk konidiofor apabila diperhatikan permukaan daun terlihat seperti membentuk lapisan tipis berwarna putih, apabila kelembaban dan temperaturnya tinggi mencapai (27°C), konidiofor dapat lapisan tipis berwarna putih menghasilkan konidium.

Konidium akan terbentuk pada saat malam hari disaat daun sedang berembun dan konidium segera dipencarkan oleh angin, namun konidium tidak dapat diangkat jauh oleh angin karena embun hanya terjadi bila udara tenang, lalu konidium akan melekat pada mulut daun dan berkecambah pada daun muda dari tanaman muda.

Jika keadaan sudah pas maka konidium akan berkembang dan masa inkubasi kurang lebih 10 hari, penyakit ini biasanya terjadi di dataran rendah pada waktu udara lembab dan panas sedangkan pada waktu udara dingin dan kering, serangan akan terhenti.

Pestisida Nabati

Pengertian pestisida nabati dalam mencakup bahan nabati yang bermanfaat sebagai zat antifungi, zat antivirus dan zat menghambat berkembannya organisme pengganggu tanaman, dari bermacam-macam hasil penelitian dapat dinformasikan, beberapa jenis tumbuhan yang  mempunyai potensi dalam pestisida nabati yaitu tapak liman, mimba, sirih, dan seraiwangi.

Penyakit bulai biasaya ditandai dengan warna daun tanaman jagung manis muda yang mendadak menjadi bergaris-garis kuning pucat (klorosis) atau bahkan putih yang kemudian menyebar ke seluruh daun, pada serangan ,maka seluruh tanaman akan berwarna kuning pucat kemudian mati, penyakit ini apabila menyerang pada stadium pertumbuhan awal akan mengakibatkan 100% kegagalan panen, pada dikotil, serangan downy mildew dikenal memberikan gejala penyakit yang berbeda dan dikenal sebagai penyakit embun.

Maka dari itu pemilihan Jagung Manis yang relatif tahan terhadap Bulai seperti Jagung Manis Bonanza F1, F1 Talenta, F1 Master Sweet, F1 Jaguar dan F1 Sweet Lady sangat di butuhkan, dengan demikian benih – benih tersebut belum sepenuhnya menjamin tanaman tersebut bebas dari amuserangan Bulai.

Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung

  • Menekan sumber inokulum dengan menggunakan periode bebas tanaman jagung.
  • Melakukan penanaman serempak pada areal luas.
  • Menanam varietas jagung yang dapat bertahan terhadap penyakit bulai.
  • Eradikasi tanaman jagung yag terkena bulai.

Caranya Membuat Formula JAGUNG MANIS BONANZA F1 Bebas Penyakit Bulai adalah sebagai berikut :

  • Siapkan terlebih dahulu bibit Jagung Manis Bonanza 5 Sachet ( yang kemasan 1.750 Butir ).
  • Langkah berikutnya adalah menyiapkan Demotomorf 60 % sebanyak  50 Gram , Obat Jamur Arashi 50  Gram ,  perekat Besmore 3 CC dan Vitaflora sebanyak 5 Cc.
  • Sediakan Air sebanyak 200 CC ( 1 gelas Aqua ) kemudian larutkan Demotomorf, Obat Jamur Arashi dan Vitaflora dalam air 200 CC kemudian aduk sampai benar-benar rata dan Larut.
  • Masukkan larutan Besmore 3 CC kedalam larutan Demotomorf, Arashi dan Vitaflora yang telah di aduk rata, kemudian aduk kembali  sampai benar-benar tercampur.
  • Aduk Jagung manis Bonanza F1 sebanyak 5 Sachet dengan larutan Formula yang telah di sipakan dengan menggunakan kantong Plastik.
  • Tiriskan jagung manis Bonanza F1 5 Sachet sampai benar-benar kering.
  • Jagung manis yang telah tercampur dengan Formula bebas bulai sudah dapat di tanam.
  • Kemudian semprot tanaman jagung yang telah tumbuh secara rutin dengan menggunakan Obat Jamur Arashi dengan dosis 1 Gram / Liter air pada saat tanaman berumur 15, 25, 35 dan 50 HST.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Cara Mencegah Dan Mengobati Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami.

Baca juga artikel lainnya tentang:

Cara Mencegah Dan Mengobati Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung
5 (100%) 5 vote[s]