10 Cara Menanam Pohon Jagung: Pegertian dan Menanam Dipematang Sawah

Diposting pada

10 Cara Menanam Pohon Jagung: Pegertian dan Menanam Dipematang Sawah -Hay Sobat masih bertemu lagi dengan kami , kalo ini bertani akan membahas cara menanam pohon jagung yang baik dan benar. Pasti kalian sudah tau bukan tanaman jagung? Namu apakah sobat tau cara menanam jagung? bila belum mengerti kami akan membahasnya dalam artikel singkat ini. Agar lebih jelasnya yuk kita baca artikel dibawah ini dengan seksama.


Pengertian Jagung

Jagung adalah tanaman makanan yang sangat penting, selain gandum serta padi. Untuk tenaga karbohidrat pertama di negara Amerika tengah dan Selatan, jagung pun menjadi alternatif tenaga makanan di Amerika Serikat. Beberapa penduduk diindonesia seperti Madura dan Nusa Tenggara memakai jagung untuk mkanan pokok. Selain untuk sumber karbohidrat, jagung pun ditanam untuk makanan ternak seperti hijauan maupun tongkolnya untuk diambil minyaknya dari bulir kemudian dibuat tepung dari bulirtersebut , dikenal dengan sebutan tepung jagung atau maizena dan bahan utama industri yang ada di tepung bulir dan tepung tongkolnya. Ternyata tongkol jagung banyak akan pentosa, yang digunakan untuk bahan utama pembuatan furfural. Jagung yang sudah diterapkan genetika pun sekarang ditanam untuk menghasilkan bahan farmasi.


Cara Menanam Jagung

  • Pemilihan Benih Jagung

Tahap pertama untuk menghasilkan jagung yang berkualitas dan berbuah banyak seharusnya doawali dengan menentukan benih yang akan dipakai dalam menanam jagung yang nantinya akan digunakan.

Sebab bibit yang akan dipakai seharusnya yang berasal dari benih jagung yang sehat, tidak terkena penyakit saat ditanam sebelumnya dan mempunyai jagung yang berkualitas. Dibawah ini merupaka cara menanam jagung tahap pemilihan biji:

   Kalian harus, selalu memakai benih jagung yang masih segar dan didapatkan dari jagung yang berkualitas. Sebaiknya, tingkat kecambah yang diperlukan untuk melakukan penanaman adalah sekitar 85%.

    Selain itu, gunakanlah jenis jagung yang sebelumnya telah mengalami evolusi dan telah dipercaya oleh Pemerintah, pembelian benih bisa dilakukan dengan cara membelinya melalui perusahaan benih.

    Hindarilah benih yang memiliki kecambah yang terlihat jelek, terkena serangan dari serangga parasit serta hama seperti burung, tak lupa jangan gunakan benih yang sebelumnya telah terkena penyakit.


  • Pengolahan Lahan Jagung

Jika sudah menentukan bibit yang akan dipakai sebagai pembudidayaan, tahap berikutnya yang perlu kalian lakukan adalah untuk mengolah lahan dari jagung yang akan kita tanam. Untuk itu, persiapan yang sebaiknya perlu dilakukan agar proses dari penanaman jagung menghasilkan produk yang berkualitas adalah:

Pada area lahan yang akan digunakan untuk ditanamankan jagung, tanah sebaiknya dilakukan pencangkulan agar tanah yang ditanamani benih jagung menjadi lebih gembur. Tujua lainnya dari penggemburan tanah iyalah sebagai pembuatan persebaran oksigen pada tanah yang akan dipakai dan mengeluarkan racun dan penyakit yang berada di dalam tanah. Setelah dilakukannya penggemburan tanah, maka, tanah yang digunakan sebaiknya dilakukan pendiaman dalam kurun waktu kurang lebih sekitar 5 – 7 hari agar terkena matahari dan angin.

Apabila terdapat gulma yang berada di sekitar area lahan, sebaiknya dilakukan pembersihan agar gulma tersebut tidak semakin banyak yang nantinya akan mengganggu pertembuhan jagung itu sendiri.

Kadar keasaman tanah tergolong rendah yaitu pH yang dibutuhkan diatas pH 5. Apabila area lahan yang akan ditanami memiliki tingkat keasaman yang tinggi (dibawah pH 5), maka sebaiknya kita melakukan pengapuran terhadap lahan yang akan kita gunakan.

Pengapuran dapat dilakukan dengan menaburkan kapur dolmit pada lahan yang akan digunakan ketika belum digunakan untuk melakukan penanaman. Dosis yang dibutuhkan untuk melakukan pengapuran sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan lahan yang akan digunakan untuk menanam jagung.

Apabila area lahan penanaman yang akan Anda gunakan sebelumnya adalah lahan yang digunakan untuk sawah, maka kita dapat langsung melakukan penanaman terhadap benih jagung, selain itu kita juga harus memastikan bila kita sudah menyiapkan drainase yang baik untuk membantu cara menanam jagung supaya lahan yang dilakukan penanaman jagung tidak tergenang oleh air.


  • Membuat Bedengan

Selain itu, kita dapat pula melakukan pebuatan bedengan pada lahan yang akan digunakan yang berguna untuk melakukan drainase pada lahan yang gunakan.

Untuk pembuatan bedengan sendiri dapat dilakukan dengan lebar kurang lebih sekitar satu meter, serta memliki ketinggian bendengan sekitar 20 – 30 cm dengan panjang yang disesuaikan dengan banyaknya lahan yang akan digunakan untuk melakukan penanaman terhadap jagung.

Setelah dibuatnya bendengan, buatlah lubang tanam dengan kedalaman masing-masing sekitar 5 cm, kemudian, susunlah jarak antar lubang tanam yang satu dengan yang lainnya. Jarak yang cocok untuk menanam benih jagung iyalah kurang lebih 50 – 70 cm dalam setiap lubang yang ada agar dapat tumbuh dengan baik.

Karena apabila jarak antar tanaman terlalu rapat maka akan menggangu pertumbuhan dari jagung karena akan saling merebut makanan didalam tanah.


  • Proses Penanaman Jagung

Untuk para pemula sebaiknya penanaman dimulai sat awal dari musim hujan supaya benih jagung yang ditanam mempunyai kadar air yang cukup untuk melakukan pertumbuhan. Kita juga dapat melakukan penanaman pada musim kemarau, tetapi hal yang harus diperhatikan adalah pengairan yang baik agar benih-benih jagung yang ditanam dapat tumbuh dengan optimal.

Cara menanam jagung adalah dengan cara menaruh beberapa butir kira-kira 1-2 benih jagung pada setiap lubang tanam yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu, tutuplah lubang tanam yang telah diberikan benih dan timbunlah dengan menggunakan pupuk kompos yang sebelumnya telah disiapkan Setelah itu, berikanlah pengairan yang cukup terhadap biji jagung agar jaung-jagung tersebut dapat tumbuh.


  • Penyiraman

Ketika telah melakukan penanaman terhadap bibit jagung  yang akan dibudidayakan. Hal selanjutnya yang harus sangat diperhatikan adalah bagaimana cara memberikan air terhadap jagung yang sedang ditanam tersebut. Untuk melakukan pengairan, kita dapat dengan hanya melakukan penggenangan.

Maksudnya ya tengrkena air hanyalah dalam bagian dari selokan untuk drainase saja, bukan untuk semua lahan yang digunakan untuk menanam. Jadi, untuk melakukan penyiraman air terhadap tanaman jagung tersebut hanya dengan mengalirkan air menuju ke dalam saluran dari drainase yang sebelumnya telah dibuat. Kemudian, air yang telah dialirkan tersebut didiamkan dan dibiarkan agar meresap ke dalam tanah bendengan. Apabila tanah pada sekitar tempat jagung mulai basah, maka sebaiknya air yang telah dimasukkan di keluarkan kembali dari saluran drainase.

Terdapat pula beberapa metode pemberian air yang dapat dilakukan untuk memberikan pengarian terhadap tanaman jagung :

  1. Metode dengan model menggunakan genangan.
  2. Metode dengan model menggunakan alur.
  3. Metode dengan menggunakan bagian dari bawah permukaan.
  4. Metode dengan menggunakan springkler.
  5. Metode dengan menggunakan tetesan air.

  • Teknik Penyulaman

Penyulaman iyalah kegiatan untuk melakukan pengecekan terhadap bibit jagung yang telah ditanam dalam kurun waktu kurang lebih sekitar satu minggu dalam rangka untuk memastikan bahwa bibit jagung yang sebelumnya ditanam tumbuh dengan keadaan yang normal.

Setelah itu, apabila ditemukan bahwa bibit jagung yang ditanam sebelumnya memiliki cacat pada proses pertumbuhannya, maka perlu dilakukan pembibitan ulang sesegera mungkin untuk tempat penanaman tersebut dan kemudian digantikan dengan menggunakan bibit jagung yang baru. Tujuannya adalah agar tumbuhan tetap terlihat rapih dan memaksimalkan lahan yang sedang digunakan.


  • Penyiangan

Cara menanam jagung yang selanjutnya adalah proses penyiangan. Selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam menanam jagung iyalah penyiangan. Berikut merupakan proses unntuk melakukan pembersihan tanaman pada gulma, hama serta parasite yang baik tumbuh disekitar area lahan maupun berada pada tanaman kita. Proses melakukan penyiangan ini dapat dilakukan ketika tanaman jagung yang ditanam telah memasuki usia mencapai dua minggu pertamanya.

Cara nya adalah dengan mencabut bagian akar dari tanaman gulma yang tumbuh dan hidup pada sekitar area lahan yang digunakan untuk budidaya jagung. Apabila jagung yang ingin dihasilkan dari tempat Anda menanam adalah jagung yang organic, sebaiknya berusahalah untuk menghindari penggunaan bahan kimia.

Ketika melakukan proses penyaingan juga kita dapat diselingi dengan memberikan proses pembubuhan tanah pada bagian batang bagian bawah dari tanaman jagung tersebut agar batang dari tanaman-tanaman jagung ini lebih kuat dan kokoh agar tanaman yang ditanam tidak mudah untuk roboh. Tetapi, untuk melakukan hal ini hanya diperlukan ketika usia dari tanaman jagung yang telah kita tanam sebelumnya telah memasuki usia satu bulan.


  • Proses Pemupukan

Lakukan pemupukan pada tanah yang dipakai untuk melakukan penanaman. Untuk lebih baiknya, berikanlah pupuk kandang dengan jenis Bokashi. Karena dengan melakukan pemupukan kita akan meningkatkan kesuburan terhadap tanah itu sendiri nantinya dan selain itu akan meningkatkan zat hara yang terdapat didalam tanah seperti Kalium dan Fosfat yang hanya untuk meningkatkan jagung yang akan ditanam.

Karena unsur dari hara sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dengan baik dan maksimal, maka pemupukan adalah salah satu tahapan terpenting dalam pertumbuhan dari tanaman jagung. Meskipun pada dasarnya jagung  telah tumbuh, tetapi agar menghasilkan jagungyang berkualitas tinggi.

Maka diperlukan pemberian pupuk agar meyakinkan bahwa tanaman yang kita tanam ini telah mendapatkan cukup banyak zat hara yang diperlukan seperti nitrogen, kalium, dan fosfat. Sebagai contoh jenis pupuk organic yang dapat diberikan adalh pupuk bokashi. Apabila kita ingin melakukan pemupukan, sebaiknya dilakukan ketika telah memasuki usia bulan ke-2 setelah dilakukannya proses penanaman.


  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama serta penyakit sangat perlu diperhatikan agar menghasilkan tanaman jagung yang berkualitas serta memiliki jagung yang banyak ketika panen. Oleh karena itu, pengendalian terhadap hama dan penyakit sangat diperlukan agar pertumbuhan jagung yang kita tanam memiliki pertumbuhan yang tergolong optimal. Jika jagung yang sebelumnya sudah terkena penyakit atau hama tanaman, maka sebaiknya dilakukan pembasmian terhadap hal-hal tersebut.

Berikut jenis-jenis hama yang ada dijagung antaralain:


  1. Hama Ulat Tongkol

Pada jenis ini, hama ulat tongkol adalah hama yang sering melakukan penyerangan terhadap bagian dari tongkol jagung. Untuk mencegah pennyebaran dari hama ini, sebaiknya dilakukan pengolahan terhadap tanaman jagung  agar lebih dapat diperhatikan lagi dan diperbaiki lagi. Agar ketika apabila pada musim tanam selanjunya kedatangan hama ulat tongkol ini dapat diminimalisir sehingga tidak menyerang tanaman jagung lagi.


  1. Kutu Daun

Kutu daun adalah yang menyerang dalam bagian daun jagung yang sedang ditanam, umumnya kutu daun  mengeluarkan semacam embun pada bagain jagung yang pada akhirnya akan menyebabkan perubahan pada daun jagung menjadi bewarna hitam. Untuk melakukan perawatan serta pembasmian, all yang perlu kita lakukan adalah memberikam musuh alaminya, yaitu seperti Lysiphlebus Mirzai dan Miscraspis sp.


  1. Hama Penggerek Batang

Hama penggerek batang merupakan larva yang merusak bagian batang dari tanaman jagung dengan cara mengkonsumsi batang daun hingga hancur. Untuk melakukan perawatan apabila terkena hama ini adalah dengan cara melakukan system rotasi tanam. Atau, kita dapat pula dengan melakukan pemberian musuh alami yaitu seperti Euborellia Annulata.


  • Masa Panen

Setelah melakukan proses penanaman dan proses perawatan dengan baik, maka ketika telah memasuki hari ke 65 – 75 jagung ini sudah mulai dapat dipanen.

Proses pemanenan terhadap tanaman ini pun cukup mudah, hanya dengan cara memutar bagian dari tongkol jagung untuk melakukan pemisahan pada bagian tangkai dari tanaman jagung. Ciri-ciri dari jagung yang sudah manis adalah sebagai berikut:

  1. Kelobot pada bagian jagung sudah mengering.
  2. Umur dari jagung telah tumbuh sudah memasuki hari ke 65 – 75.
  3. Terdapat lapisan hitam yang berada pada bagian dasar dari biji jagung.
  4. Warna daun pada tanaman jagung sebagian besar sudah bewarna kuning dan agak kering. Tetapi apabila yang digunakan adalah varies Bima, maka daun dari tanaman jagung akan tetap bewarna hijau walaupun sudah tua.

Cara Menanam Jagung di Pematang Sawah

  1. Benih jagung ditanam dengan cara dibuat lubang / menggunakan tugal. Supaya kesempatan biji berkecambah berkualitas, cukup dengan menanam 2-3 biji bersama-sama pada setiap lubang.
  2. Usahakan benih jagung yang sudah dimasukkan dalam lubang ditutup dengan pasir / pupuk kandang / atau abu pembakaran daun, bisa juga menggunakan sekam arang padi.
  3. Benih jagung tidak menyukai lahan yang terlalu banyak air. Dengan tanah yang basah akan membuat biji jagung tumbuh dengan baik. Jika terlalu banyak air benih jagung akan membusuk.
  4. Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan alias dilarang, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Berikut bertujuan untuk mengganti benih yang mati, dilakukan sekitar 7-10 hari sesudah tanam.
  5. Penyiangan rumput pada tanaman jagung dilakukan 2 minggu sekali sekalian membersihkan pematang sawah dari rumput. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, atau parang. Jangan sampai melukai perakaran jagung pada umur tersebut karna masih belum kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.
  6. Pemupukan biasanya menggunakan pupuk TSP/SP 36 dan pupuk KCl. Pemupukan dapat dilakukan dalam 3 tahap. Pada tahap pertama emakai pupuk kandang seperti kotoran ayam, kotoran kambing dan kotoran kerbau berbarengan dengan penanaman biji jagung. Pada tahap ke dua pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. Pada tahap ketiga (pupuk susulan ), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar.

Demikian sedikit pembahasan mengenai 10 Cara Menanam Pohon Jagung: Pegertian dan Menanam Dipematang Sawah semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang:

Panduan Lengkap Cara Menanam Bawang Putih dan Bawang Merah Dengan Benar

Langkah-langkah Cara Menanam Jambu Mete dan Manfaat Jambu Mete

2 Cara Menanam Pohon Pinus: Membuat Bonsai dan Manfaatnya!

Panduan Lengkap Cara Menanam Ubi Ungu dan Manfaat Ubi Ungu

Cara Menanam Semangka Kuning serta Manfaat Semangka Kuning