Panduan Lengkap Cara Menanam Bawang Putih dan Bawang Merah Dengan Benar

Diposting pada

Panduan Lengkap Cara Menanam Bawang Putih dan Bawang Merah Dengan Benar -Pasti kalian sudah tidak asing asing lagi bila mendengar nama bawang merah dan putih bukan? Kali ini kami akan membahas cara menanamnya agar menambah pengetahuan serta wawasan kalian dalam menanam bawang putih dan merah tersebut. Agar lebih jelas nya mari kita baca artikel singkat kami dengan seksama.


Cara Menanam Bawang Putih

  • Menyiapkan Lahan

Cara pertama untuk mengolah bawang putih adalah menyiapkan lahan untuk peralatan yang Anda butuhkan. Nah, di Indonesia Anda sangat beruntung dengan masalah iklim. Karena iklim di Indonesia juga stabil, banyak jenis tanaman, termasuk bawang putih, tumbuh.

Anda dapat menggunakan media tanam dengan polybag, pot atau langsung untuk mendarat di halaman. Anda tidak perlu area yang luas untuk menanam bawang putih, tetapi Anda bisa melakukannya di area yang kecil. Bawang putih juga sangat menyukai tanah, yang memiliki tekstur lempung berpasir dan struktur tanah yang longgar dengan pH 5,5-7.

Tanam bawang putih dengan jarak 4 cm dan dalam 2 cm. Tempatkan bawang putih dengan akar ke bawah dan sisi runcing ke atas. Kemudian Anda bisa menutupinya dengan tanah, lalu memberi pupuk dan menepuknya dengan lembut.


  • Menyiapkan Bibit Bawang Putih

Cara selanjutnya membudidayakan bawang putih adalah dengan menyiapkan biji bawang putih. Anda bisa menggunakan punuk bawang putih sebagai benih yang bisa Anda beli di pasar. Namun, Anda juga perlu tahu jenis bawang putih mana yang cocok untuk bibit.

Nah, akan lebih baik untuk membeli biji bawang putih dari toko tanaman yang menjual varietas bawang putih. Jadi sangat dianjurkan jika Anda membelinya di toko tanaman.

Karena bawang putih mungkin tidak berasal dari Indonesia di pasaran, spesies ini tidak cocok untuk ditanam di Indonesia. Bawang putih di pasaran juga biasanya sulit ditanam, karena pedagang biasanya menambahkan bahan kimia agar bawang tahan lama.


  • Perhatikan Waktu Tanam

Cara selanjutnya menanam bawang putih adalah memperhatikan waktu tanam. Karena waktu tanam yang cocok untuk bawang putih adalah di musim gugur. Umbi yang ditanam sepanjang tahun ini lebih besar dalam ukuran dan rasanya.

Namun, karena Indonesia hanya memiliki dua musim dan berada dalam iklim tropis, inilah saat yang tepat untuk menanam di awal musim semi. Anda bisa menanam bawang putih pada bulan Februari atau Maret.


  • Merawat Bawang Putih

Saat menanam bawang putih, Anda harus selalu merawat tanaman untuk menghasilkan bawang berkualitas tinggi. Anda juga jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan air dengan jumlah waktu yang tepat, yaitu setiap 3-4 hari tergantung cuaca.

Setelah tanaman bawang putih Anda mulai membentuk akar bunga, Anda dapat memotongnya. Ini dilakukan agar umbi bawang putih bisa membesar.


  • Pemberian Pupuk

Saat membuahi bawang putih, Anda bisa menggunakan pupuk organik dan anorganik. Untuk pupuk organik, Anda dapat menggunakan pupuk kandang dari ayam atau kambing dengan dosis 10-20 ton / ha atau 30 ton / ha.

Anda juga dapat menggunakan pupuk nitrogen, yang biasanya digunakan tiga kali selama pertumbuhan, yaitu selama penanaman, tumbuh dan pembentukan umbi. Nah, untuk dosis pupuk non-organik ada 200 kg N, 180 kg P2O5, 60 kg K2O dan 142 kg S per hektar.

Tidak hanya itu, penggunaan pupuk mineral cair (mikro) sitozim dengan konsentrasi 0,25%, juga penting untuk menghasilkan bawang berkualitas tinggi. Anda bisa menyemprotkan pupuk mineral cair ke dalam daun bawang putih.

Kontrol gulma juga sangat penting agar bawang putih dapat tumbuh dengan cepat. Alasan gulma menghambat proses pertumbuhan, pembentukan dan pembesaran umbi.


  • Memanen Bawang Putih

Dalam menanam bawang putih, Anda juga harus memahami tanaman siap panen. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk menumbuhkan bawang putih dari awal budidaya hingga panen adalah sekitar 90-120 hari.

Tanaman bawang putih yang siap panen memberikan tanda daun menguning dan mulai mati. Anda juga tidak bisa panen terlambat saat panen karena umbinya menyusut dan menghasilkan rasa yang tidak menyenangkan.

Cara memanen bawang putih bisa dilakukan dengan menarik tanaman dengan tangan. Setelah panen, tanaman diikat menjadi 20 hingga 30 gumpalan per ikat dan kemudian dijemur sampai batang kering. Waktu yang dibutuhkan sekitar 15 hari.


  • Mengawetkan Bawang Putih

Setelah panen, bawang putih harus disimpan selama 2 minggu selama budidaya sampai mengering dengan membiarkannya. Setelah kering, kulit mengering dan umbi mengeras. Maka Anda harus menyimpannya di tempat yang sejuk dan kering.


Cara Menanam Bawang Merah

Menumbuhkan bawang merah itu mudah, hanya butuh banyak ketekunan untuk mendapatkan hasil maksimal. Sebelum menanam bawang merah, Anda harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  1. Menanam bawang merah paling baik ditanam di musim panas karena tanaman membutuhkan lebih dari 12 jam sinar matahari.
  2. Tinggi penanaman yang baik untuk bawang merah adalah antara 0 dan 900 meter di atas permukaan laut.
  3. Suhu regional untuk bawang tumbuh adalah antara 25 dan 35 derajat Celcius.
  4. Keasaman tanah memiliki pH 5,6 hingga 7.

Jika Anda berada di tempat di mana kriteria di atas dipenuhi, Anda dapat menanam bawang merah. Faktanya, indikator di atas bukanlah dasar untuk memutuskan apakah hasilnya baik atau tidak.

Misalkan Anda berada di pegunungan dengan suhu rendah dan lebih dari 900 meter di atas permukaan laut. Anda dapat menanam bawang merah dengan perlakuan berbeda, misalnya dengan lebih banyak pupuk atau perlakuan berbeda lainnya.

Berikut adalah panduan lengkap tentang cara menanam bawang merah dengan benar dan benar.


  • Memilih Bibit Bawang Merah

Dua jenis benih bawang merah ditanam di Indonesia, baik dalam bentuk biji maupun dalam bentuk umbi. Petani lokal masih suka menggunakan umbi-umbian karena jika mereka masih dapat memilih umbi pada saat panen untuk ditanam kembali dalam waktu dekat.

Biji bawang, yang biasanya diimpor dari luar negeri, kurang menarik bagi petani. Ini karena harga jual yang rendah tidak dapat ditanam kembali.

Tetapi ada juga biji bawang impor. Ada juga banyak varietas. Yang tersisa hanyalah menyesuaikan kebutuhan petani.

Jumlah bawang merah yang akan ditanam tergantung pada luas lahan dan jarak tanam. Sebagai contoh, dengan jarak 20 x 20 dengan berat 5 gram benih, benih membutuhkan sekitar 1,4 ton per hektar dalam bentuk umbi.

Dengan jarak tanam lebih pendek 15 x 15 ton, bibit yang dibutuhkan sekitar 2,4 ton per hektar.


  • Pengolahan Tanah Bawang Merah

Cara menanam bawang merah di area yang luas, kita perlu menyiapkan tanah dan bedengan. Pengolahan tanah dapat dilakukan secara manual dengan cangkul atau dengan traktor.

Pertama, potong tanah untuk proses tanah longgar. Jika Anda seorang petani pemula, istilah ini dapat dibandingkan dengan memindahkan negara yang berada di antara kami.


  1. Gundukan Tanah

Buat tumpukan tanah atau biasa disebut bedengan dengan lebar 1 – 1,2 meter. Tinggi bukit biasanya 50 cm. Jarak antara bukit kira-kira 50 cm untuk akses ke jalan.


  1. Tanah PH

Periksa pH tanah dengan pH meter. Pengukur pH ini umumnya tersedia di toko pertanian dan dapat dibeli secara online. Jika pH tanah di bawah 5,6, kapur atau dolomit (CaCO3) harus ditambahkan, yang ditaburkan secara merata di atas bukit.

Jeruk nipis bisa digunakan minimal 2 minggu sebelum tanam. Tidak dapat ditanam segera setelah menggunakan kapur.


  • Pemberian Pupuk

Pupuk dapat diletakkan di dekat lubang tanam atau biasanya ditabur merata di tanah. Pupuk yang umum digunakan adalah:

  1. Kotoran atau kompos biasanya didistribusikan secara merata. Fungsi pupuk ini adalah untuk menguraikan makanan di tanah yang diambil oleh tanaman. Jika Anda kesulitan berurusan dengan pupuk kandang, sekarang ada banyak produk pupuk organik yang dibuat dari BUMN dengan kandungan dan senyawa yang dibutuhkan tanaman.
  2. Pupuk kimia membutuhkan kombinasi nitrogen, belerang, fosfat, kcl. Misalnya, produk yang beredar adalah pupuk ZA, SP 36, KCL dengan rasio standar 47: 311: 56 kg.
  3. Setelah menyiapkan tanah, tunggu setidaknya 2 minggu sebelum benih siap ditanam.

  • Menanam Bawang Merah

Jika benih yang sudah disiapkan mulai tunas, berarti benih siap ditanam. Sebagai aturan, bibit mulai tumbuh dan dapat ditanam pada usia 2 bulan. Jika kurang dari 2 bulan, harus ada pembagian kecil di ujung umbi. Ini dilakukan untuk mengganggu fase istirahat atau untuk mempercepat pertumbuhan tunas tanaman.

Siapkan lubang di tanah untuk meletakkan umbi bawang berukuran 15 x 15 cm di musim kemarau atau 20 x 20 cm di musim hujan. Celupkan umbi ke dalam lubang yang disiapkan setelah persiapan.


  • Perawatan Bawang Merah

Pada musim hujan atau hujan, tanaman umbi membutuhkan lebih sedikit air karena ketersediaan air yang melimpah. Irigasi sangat penting selama musim kemarau.

Bagaimana bawang merah tumbuh pada musim kemarau yang perlu mendapat perhatian adalah irigasi. Jika negara Anda berada di dekat saluran air, Anda dapat membuat parit seperti pada gambar di bawah ini.

cara menanam bawang merah adalah Jika kering dan tidak dekat sumber air, penyiraman harus dilakukan setidaknya sekali sehari.


  1. Pupuk Setelah Menanam Bawang Merah

Pupuk kimia tambahan digunakan ketika tanaman mulai 2 minggu atau 15 hari setelah tanam dan kemudian umur 35 hari setelah tanam. Pupuk yang digunakan biasanya kombinasi nitrogen dan Kcl.

Misalnya, produk BUMN yang beredar adalah kombinasi KCL dan urea dengan rasio 112: 93 kg. Untuk menemukan KCL, cobalah untuk tidak mengandung nitrogen.

Pemupukan dilakukan dengan memindahkan tanaman, tidak memperhatikan jarak tanam pada tanaman. Usahakan untuk menyimpan setidaknya 5 cm lebih banyak.


  1. Pengendalian Gulma

Yang paling penting ketika menanam bawang merah adalah pengendalian gulma. Menumbuhkan gulma di sekitar tanaman terlihat normal, tetapi gulma sangat mengganggu pertumbuhan tanaman kami.

Kontrol gulma biasanya dilakukan dengan menyiangi setidaknya dua kali pada musim tanam.

Atau bagi Anda yang memiliki lebih banyak uang, Anda dapat menggunakan plastik mulsa pada awal persiapan lahan agar gulma tidak tumbuh terlalu besar.


  1. Pengendalian Hama Bawang Merah

Beberapa penyakit yang biasanya menyerang bawang merah adalah:

  • Bawang terlacak.
  • Hama wereng dan perjalanan.
  • Bercak daun.
  • Daun membusuk.
  • Daun layu.

Dengan menggunakan bahan kimia pengendalian hama dalam bawang, agen kimia dengan bahan aktif Abamectin dapat digunakan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi tim Petani Utama secara langsung.

Fungisida dan bakterisida dapat digunakan untuk mengatasi serangan bakteri yang menyebabkan bercak daun dan layu daun.


  1. Obat kimia yang Efektif Untuk Bawang Merah

Sebagai aturan, beberapa insektisida digunakan untuk mengendalikan hama. Zat aktif biasanya abamektin, klorfirrifos, benzemamektin. Sebagai aturan, gunakan obat kimia azoxistrobin untuk fungisida.

Untuk informasi yang lebih komprehensif tentang perawatan dan perawatan yang efektif untuk bawang, hubungi administrator Utamatani.com secara langsung. Anda dapat menghubungi kami melalui menu untuk menemukan nomor kontak kami. Atau di forum tanya jawab.

Obat kimia yang efektif untuk bawang berubah setiap tahun. Ini tergantung pada faktor cuaca dan ketahanan hama.


  • Panen Bawang Merah

Bagaimana bawang merah tumbuh pada tahap akhir adalah proses panen. Bawang merah dapat dipanen ketika 60% daunnya rontok.

Jika Anda menggunakan bibit dengan jenis bulat, daunnya akan jatuh paling sedikit 90 persen dari seluruh tanaman. Dapat dilakukan dengan sampel ekstraksi bawang.

Di Indonesia, bawang biasanya bisa dipanen 60 hingga 70 hari setelah tanam. Menurut survei, tanaman bawang merah dapat menghasilkan hingga 3-12 ton per hektar dengan rata-rata nasional 9,47 ton / hektar.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Panduan Lengkap Cara Menanam Bawang Putih dan Bawang Merah Dengan Benar semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang:

Langkah-langkah Cara Menanam Jambu Mete dan Manfaat Jambu Mete

2 Cara Menanam Pohon Pinus: Membuat Bonsai dan Manfaatnya!

Panduan Lengkap Cara Menanam Ubi Ungu dan Manfaat Ubi Ungu

Cara Menanam Bawang Merah di Polybag dan Manfaatnya!

Cara Menanam Semangka Kuning serta Manfaat Semangka Kuning