Penyakit Burung Perkutut

10 Penyakit Burung Perkutut dan Ciri Burung Perkutut Jantan serta Betina

Diposting pada

10 Penyakit Burung Perkutut dan Ciri Burung Perkutut Jantan serta Betina _Burung berlutut memiliki suara yang khas. Namun, ketika burung tersebut terkena penyakit, ia jarang mengeluarkan suara dan tidak mau melakukan apa pun. Jadi apa solusinya untuk membuat suara lutut? Pertama menentukan penyebab nyeri lutut, jenis penyakit dan jenis penyembuhan. Ketika semuanya diketahui, sembuhkan penyakit lutut dan bagikan dengan teman-teman lain.

Penyakit Burung Perkutut


 Penyakit Burung Perkutut

  • Penyakit Keracunan

Makan lutut makan harus dipertimbangkan dengan baik. Jika tidak, pakan justru bisa menjadi sumber penyakit. Alasan mengapa makanan perkutan dapat mengandung racun atau pertumbuhan jamur karena kelembaban. Burung yang memakan makanan berjamur dapat menyebabkan sesak napas dan suara serak. Agar burung pulih dengan cepat, berikan obat atau obat herbal.


  • Perkutut Cacingan

Bukan hanya manusia, karena burung yang berlutut juga dapat memiliki cacing. Cacing biasanya menyerang anak-anak yang berlutut, burung penangkaran dan burung liar. Gejalanya, kotoran perkutan menjadi cairan dan baunya tidak sedap. Ketika penyakitnya serius, burung itu tampak pucat, kurus, berbulu halus dan lemah, burung sering kali pendiam dan kurang gesit. Jenis cacing yang sering diserang burung adalah cacing pita, cacing kremi dan cacing gelang. Berikan obat herbal untuk kacang pinang muda agar Anda segera merasa lebih baik. Biji dihaluskan atau diputar sesuai ukuran biji kacang hijau lalu ditumbuk menjadi perkutut. Dapat juga diberikan dengan cacing Combantrin dengan obat berlutut, tetapi hanya sedikit untuk menghindari overdosis.


  • Burung Mencret

Tahukah Anda bahwa burung yang berlutut bisa terkena diare karena kandangnya kotor? Selain itu, makanan dan minuman yang terkontaminasi dapat melonggarkan materi perkutan. Kotoran burung berubah menjadi hijau karena kolera. Jika tanahnya berwarna merah, berarti Anda berlumuran darah. Sedangkan kotoran putih berarti Perkutut menderita penyakit buang air besar. Gejala diare dimulai dengan perubahan warna kotoran burung, bulu tumpul, sayap besar, bulu di sekitar dubur, basah dan kotor. Lutut yang sakit dapat diobati dengan Diavit atau burung Teravit khusus untuk diare pada lutut.


  • Penyakit Cacar atau Pilar

Berlutut dapat terkena cacar atau biasa disebut dengan pilar. Penyakit ini mempengaruhi rongga mulut, paruh, wajah, darah, sendi kaki dan kelopak mata. Pertama Anda melihat burung nanah berjerawat di kulitnya, yang tidak tertutup bulu. Cara menyembuhkan penyakit kolumnar dapat dicuci dengan air hangat atau diolesi dengan obat JodiumTinctur. Ketika burung sudah pulih dari kolom, biasanya memiliki sifat kekebalan dan tidak lagi terkena cacar.


  • Perkutut Terkena Berak Kapur

 Burung berlutut yang dipengaruhi oleh penipisan kalsium sering disebut sebagai Salmonellosis Pullorum. Penyakit ini sering menyerang unggas yang ditempatkan di kandang pemeliharaan intensif. Pembuangan air limbah biasanya tidak jauh dari kandang, sehingga berbagai penyakit terjadi. Tanda-tanda awal penyakit ini termasuk tinja cair, diare, tinja berwarna hijau, atau tinja longgar. Burung itu kehilangan nafsu makan, kurus, memiliki mata rendah dan tubuh biru. Sayapnya jatuh, hidungnya juga tampak kebiru-biruan dan terengah-engah. Obatnya adalah Bonispet atau Trimezyn-s, terutama untuk menyembuhkan limescale. Kesimpulan Jadi berbagai jenis penyakit dan cara mengatasi berlutut. Ternyata penyakit burung ini cukup kompleks, tetapi terutama karena masalah lingkungan yang kurang bersih. Jadi pastikan area berlutut bersih sehingga tidak ada kuman.


  • Burung Mabung

Mabung Perkutut sebenarnya tidak melibatkan suatu penyakit, tetapi karena prosesnya menyakitkan, ia juga dapat diklasifikasikan sebagai penyakit. Mabung adalah proses alami untuk semua jenis burung, termasuk lutut. Mabung, ditandai dengan hilangnya bulu burung, dari bulu halus menjadi bulu primer. Durasi bergabung tergantung pada kesehatan, perawatan, dan diet Anda. Biasanya, Mabung bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Tentu saja, berurusan dengan burung-burung yang menarik harus disingkirkan sepanjang hari. Perawatan harian dapat dilakukan seperti biasa, tetapi burung tidak dimandikan atau dikeringkan. Ketika bulu-bulu jatuh atau jatuh, semua burung baru bisa dimandikan.


  • Perkutut Stres

Stres burung berlutut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk perubahan lingkungan, cuaca, kelelahan, makan dan minum yang tidak teratur, kejutan, jatuh, dan gangguan dari hewan lain. Lutut yang tertekan membutuhkan perawatan khusus karena dapat membuatnya malas makan. Untuk mengatasinya, burung perlu diisolasi dan dirawat agar lebih baik. Ketika Anda sudah mulai tenang dan tidak stres, burung itu dapat dibawa kembali dengan burung lain.


  • Burung Giras Terkadang

Lutut dapat kewalahan dan girly sampai menyentuh dinding kandang. Biasanya burung tersebut dibuat oleh Wild Kneeling. Burung ini tidak bisa beradaptasi dengan baik dengan lingkungan baru, sehingga menjadi ganas dan gelisah. Masalah seperti ini diatasi dengan menjinakkan burung yang berlutut. Burung dapat dijinakkan dengan air hangat, dilatih karena mereka masih anak anjing, atau mereka bisa menjadi terapi kelaparan.


  • Penyakit Kutu dan Jamur

Kutu, jamur, dan parasit berlutut dapat menyebabkan bulu burung terjatuh. Biasanya, Kung Mania sering berpikir bahwa burung kawin meskipun mereka memiliki kutu atau jamur. Untuk menyembuhkan penyakit, lutut harus dimandikan dengan deterjen beras dan daun sirih. Selain itu, burung sering perlu dikeringkan di bawah sinar matahari untuk mencegah kutu dan jamur muncul kembali.


  • Perkutut Pilek

Salah satu jenis penyakit lutut yang sering menyerang adalah flu. Penyakit ini seharusnya tidak dianggap sepele karena dapat mempengaruhi suara dan kinerja burung. Pada awalnya, burung-burung mendengkur, bulu-bulu berdiri, sering memejamkan mata, hidung meler atau berlendir, sering bersin, menggelengkan kepala, bergetar, dan sering di bagian bawah kandang. Pilek biasanya terjadi selama kura-kura selama musim transisi, tidak dijemur, dan kandangnya lembab atau kotor. Untuk mengatasinya, burung dikarantina agar tidak menyebar ke burung lain. Kemudian beri hanya 1/4 anak obat flu dan jangan menggantung burung di bawah sinar matahari.


Ciri-ciri Burung Perkutut Jantan dan Betina

Ciri-ciri Burung Perkutut Jantan dan Betina

  • Ciri Burung Perkutut Jantan

Sudah lazim bagi pecinta burung untuk bertanya bagaimana membedakan semak dan perempuan. Bahkan, tidak jarang karena masih banyak yang kesulitan membedakan keduanya. Anda dapat menggunakan properti fisik untuk membedakan jenis kelamin. Dimana ciri fisiknya meliputi paruh, kepala, urit urok dengan berjalan kaki. Tetapi bagian fisik perkutu hampir sama. Tidak heran kalau masih banyak yang bertarung.


  1. Burung yang keras kepala umumnya lebih kuat dan lebih gesit.
  2. Warna putih pada wajah lebih menuntut lutut.
  3. Paruh untuk busur lebih tebal dan lebih panjang.
  4. Tampilan di mata burung perkutut yang lebat lebih tajam.
  5. Bentuk kepala burung itu oval dan rata.
  6. Sedangkan untuk Supit Urang, cukup sulit untuk digunakan sebagai basis karena lunak dan keras dan tidak dapat digunakan sebagai referensi.
  7. Garis split untuk paruh di kepala berjalan sejajar dengan mata.
  8. Ekor mengembang ketika tersentak.
  9. Lutut yang berat biasanya memiliki segmen kaki yang lebih tebal.
  10. Ketika mereka menikah, lutut kura-kura itu tenggelam atau mengangguk karena mereka merasa seperti itu.

  • Ciri Burung Perkutut Betina

  1. perkutut betina memiliki paruh pendek dan juga kurus.
  2. perkutut wanita lebih bulat, seperti koin.
  3. Mata perkutut betina cukup kaca.
  4. Bantalan lutut lebih tipis dan lebih rapuh.
  5. Saat mencengkeram, kaki lutut wanita tidak sekeras semak.
  6. Saat kawin, perkutut betina mengibas bagian ekor yang mengembang tetapi tidak terlalu lebar.
  7. Pada posisi kawin, perkutut betina biasanya lebih sering berada di bawahnya.

  • Ciri Perkutut Yang Jangan Dipelihara

Ada beberapa perkutut yang dipercaya jangan dipelihara. Kenapa? Karena perkutut ini memiliki hal yang mistis yang merugikan pemiliknya. Berikut ciri perkutut yang tidak boleh dipelihara:

  1. Jangan pernah merawat burung perkutut dengan mantel merah.
  2. Lepaskan perkutut dengan warna bulu merah yang tidak rata. Pemiliknya biasanya diidentikkan dengan figur mewah dan juga suka kesal dengan orang-orang.
  3. Jangan merawat burung perkutut dengan kuku putih dan ujung jari. 10. Burung berlutut dari spesies ini memang sangat langka. Hanya saja jika Anda salah satunya, maka segera lepaskan. Karena banyak primata Jawa mengidentifikasinya dengan burung yang menjauhkan diri dari kebahagiaan dan dapat menyebabkan masalah bagi banyak pemilik.
  4. Hindari sejoli dengan wajah putih untuk mendapatkan paruh karena ini membuat pemiliknya sengsara. Juga dari segi penampilan, perkutut ini terlihat sangat menakutkan atau menakutkan.
  5. Hindari perkutut, yang harus berbunyi bip setiap hari dan malam. Ya, burung perkutut ini biasanya mengalihkan perhatian pemilik dari properti dan menjaga keluarga dari perselisihan.
  6. Hindari sejoli yang suka bersuara di malam hari. Alasannya adalah hal itu membuat kekayaan finansial dan suami dan istri sering sakit.
  7. Hindari berlutut dengan nada putih karena ini membingungkan pemiliknya.

Demikian sedikit pembahasan mengenai 10 Penyakit Burung Perkutut dan Ciri Burung Perkutut Jantan serta Betina semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: