Cara Menanam Bunga Anggrek di Pohon dan Perawatannya!

Diposting pada

Cara Menanam Bunga Anggrek Dipohon dan Perawatannya! – Anggrek atau orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika. Menurut tempat tumbuhnya, ada 4 jenis anggrek yaitu anggrek epifit hidup menempel pada pohon yang menjadi inangnya tanpa merugikan inangnya, lithophytes tumbuh pada batu-batuan, saprophyte tumbuh pada humus dan daun kering, dan anggrek terrestrial hidup di tanah.

Akan tetapi kebanyakan anggrek hidup sebagai epifit, terutama yang berasal dari daerah tropika. Anggrek pada daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Bentuknya yang cenderung tebal dan berdaging membuatnya tahan menghadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit bisa hidup dari embun dan udara lembab.

Bunga anggrek berbentuk khas dan menjadi penciri yang membedakannya dari anggota suku lain. Bunga-bunga anggrek tersusun majemuk, muncul dari tangkai bunga yang memanjang, muncul dari ketiak daun. Bunganya simetri bilateral. Helaian kelopak bunga sepal umumnya berwarna mirip dengan mahkota bunga sehingga disebut tepal. Helaian mahkota bunga yang berbentuk seperti lidah dan berguna untuk melindungi struktur aksesoris yang membawa benang sari dan putik. Benang sari mempunyai tangkai yang sangat pendek dengan dua kepala sari berbentuk cakram kecil disebut pollinia.

Hal tersebut terlindungi oleh struktur kecil yang harus dibuka oleh serangga penyerbuk atau manusia untuk membawa serbuk sari ke mulut putik. Tanpa bantuan organisme penyerbuk, tidak akan terjadi penyerbukan. Anggrek dikenal sebagai tanaman hias yang populer dan dimanfaatkan bunganya. Anggrek biasanya dijual pada kemasan dalam pot ataupun sebagai bunga potong. Indonesia mempunyai kekayaan jenis anggrek yang sangat tinggi, terutama anggrek epifit yang hidup di pohon-pohon hutan, dari sumatera hingga papua.

Anggrek bulan adalah bunga pesona bangsa indonesia. Anggrek juga menjadi bunga nasional singapura dan thailand. Media tanam anggrek yang menempel pada dinding tembok dapat berupa alas yang terbuat dari lempengan pakis, serat sabut kelapa, atau bahan lain yang dapat digunakan untuk melekatkan tanaman dan mengikat air. Alas yang berdaya serap air tinggi akan mampu menjaga kelembapan tanaman dalam jangka waktu lama.

Penempatan tanaman ditembok sebaiknya di lingkungan yang lembap, terlindung dari sinar matahari langsung, tiupan angin kering, dan hujan. Semua itu harus dipenuhi untuk mencegah penguapan air yang berlebihan, menghindari tanaman terbakar sinar matahari, dan mencegah tanaman layu atau kekurangan air. Anggrek yang tumbuh menempel pada dinding tembok tetap memerlukan perawatan rutin setiap hari atau secara berkala. Terutama perawatan yang meliputi penyiraman dan pemupukan harus tetap diperhatikan.


Cara Menanam Anggrek di Potongan Kayu

Anggrek dari genus oncidium, dendrobium, dan cattleya akan tampil lebih menarik apabila tumbuh melekat pada potongan kayu bulat. Kalau kayu itu digantungkan dengan sepotongan kawat anggrek yang melekat dapat dipandang dari air dari segala arah. Batang kayu yang akan digunakan sebaiknya mempunyai permukaan yang kasar agar akar anggrek mudah melekat. Anggrek dilekatkan pada batang dengan diikat kawat. Batang dan akar anggrek dibungkus dengan serat sabut basah agar lingkungan tempat tumbuh tetap lembap dan tanaman tidak stres.


Cara Menanam Anggrek di Batang Pohon

Pada dasarnya semua jenis anggrek epifit dapat ditanam pada batang pohon hidup atau mati. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah kelembapan yang mencukupi. Apabila pohon sudah mati, kondisi batangnya harus tahan terhadap siraman air hujan dan terik panas sinar matahari sehingga tidak cepat lapuk. Pada pohon yang  masih hidup kulitnya harus cukup tebal, tidak mudah terkelupas, permukaan kasar dan ada tempat yang baik bagi akar untuk melekat serta dapat menahan air. Beberapa jenis pohon yang dapat digunakan sebagai media tumbuh anggrek adalah batang pohon jambu air, mangga, rambutan, asam jawa dan nangka.

Tajuk dan tinggi pohon juga merupakan faktor yang menentukan kehidupan tanaman anggrek. Pohon yang ditempeli dendrobium, ocidium, atau vanda harus sering dipangkas sehingga sinar matahari dapat menembus tajuknya. Akan tetapi perlakuan tersebut tidak perlu dilakukan pada pohon yang ditempeli anggrek phalaenopsis atau  cattleya.


Perawatan Anggrek

Perawatan anggrek  pada pohon sama saja dengan anggrek dalam pot. Akan tetapi penyiraman harus lebih sering dilakukan. Hal ini dikarenakan air yang disiramkan biasanya hanya sedikit yang bertahan karena langsung hanyut dan hilang. Penyiraman dilakukan 1-3 kali sehari, tergantung keadaan cuaca. Apabila anggrek ditanam pada media bantu seperti serat sabut yang mampu menahan air, penyiraman air akan lebih jarang.

Penanaman  anggrek pada batang pohon mempunyai banyak kelebihan dibandingkan  anggrek pot. Apabila pemilik lupa menyiram, tanaman masih mampu bertahan hidup  karena anggrek lebih tahan kekringan. Bahkan tanpa  perawatan intensif pun sering kali anggrek yang tumbuh di pohon dapat menghasilkan bunga.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Cara Menanam Bunga Anggrek Dipohon dan Perawatannya! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: