Teknik dan Cara Pembenihan Ikan Kerapu Macan Pada Bak Beton

Diposting pada

Penetasan Telur

Penetasan telur dilakukan pada akuarium penetasan telur dan diberikan aerasi agar telur tidak mengendap kebawah. Di akuarium penetasan larva telur menetas setelah 19-20 jam sejak telur terbuahi dengan suhu 28-30 0C.

Perkembangan embrio telur sejak pembuahan sampai penetasan memerlukan waktu 19-20 jam pada suhu 27-30 0C, dimana pembelahan sel pertama kali terjadi 40 menit setelah pembuahan.

Contoh Tabel Perkembangan Embrional Kerapu

FASFASE WAKTU PERKEMBANGAN

(jam)

Pembuahan telur

1 sel

2 sel

4 sel

8 sel

16 sel

32 sel

64 sel (multi sel)

Morula

Blastula

Grastula

Embryonic shield cover ½ yolk

Embryonic shield cover ¾ yolk

Neurola

Embryonic body with 6 myomere

Embryonic body with ½ yolk

Embryonic body with optivlobe, 16 myomere

Auditory vesicle appeared

Pembentukan lensa optic dan otolit

Pergerakan pertama

Denyut jantung

Menetas

00.00

00.40

01.00

01.00

01.15

01.30

01.45

02.00

02.25

02.50

03.30

05.45

07.00

08.00

08.10

10..30

11.30

12.30

14.30

14.55

15.55

17.05

19.05

Perkembangan embrio di mulai dari 1 sel, 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel, 128 sel, atau banyak sel kemudian morula, blastula, gastrula, yang akhirnya menjadi embrio yang memiliki bola mata dan tunas ekor.

Telur langsung ditebar dalam bak pemeliharaan larva. Kepadatan telur adalah 10 butir/liter.

Contoh Tabel hasil penghitungan derajat penetasan telur

Tanggal Jumlah Telur Telur Dibuahi Menetas HR (%)
22/01/2012 750.000 700.000 680.000 90,6
23/01/2012 4.200.000 4.130.000 4.130.000 95,4
24/01/2012 1.050.000 950.000 920.000 87,6
Jumlah 6.000.000 5.780.000 5.610.000
Rata-rata 2.000.000 1.926.667 1.870.000 91,2

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pada bulan maret derajat penetasan telur (HR) rata-rata menghasilkan 91,2 %, pada bulan januari nilai drajat penetasan telur tidak kurang dari 70 %.

Hal ini disebabkan pada bulan januari kisaran salinitas lebih tinggi yaitu rata-rata 31 ppt. Telur ikan kerapu macan akan menetas dengan baik pada kisaran salinitas 32-34 ppt pada suhu 28-30 0C.

Jumlah derajat penetasan ini dikatakan sudah memenuhi syarat untuk dipakai dalam kegiatan pembenihan kerapu macan.

Persiapan Bak Larva

Bak pemeliharaan larva berbentuk persegi  yang terdapat didalam ruangan yang di tutup terpal. Bak terbuat dari beton dengan volume 10 m3 dengan dinding dalam bak dicat biru.

Pada sudut bak dibuat melengkung agar tidak ada titik mati. Untk mencukupi kebutuhan oksigen dalam bak pemeliharaan larva dilengkapi dengan aerasi juga saluran pemasukan dan pengeluaran.

Penggunaan bak larva sebaiknya berukuran sedang yaitu sekitar 5-10 m3, apabila bak yang digunakan terlalu kecil akan mudah terjadi fluktuasi suhu sedang bak yang terlalu besar akan sulit dalam pengaturan aerasi, pencahayaan dan pengelolaan air.

Sebelum digunakan terlebih dahulu bak dan peralatan yang dipakai seperti selang aerasi, batu aerasi, timah pemberat dan peralatan lainnya disiram dengan kaporit 100 ppm kemudian dicuci sampai bersih.

Hal ini dilakukan untuk mensterilkan semua peralatan supaya bebas dari penyakit seperti bakteri dan jamur.

Air laut yang digunakan berasal dari tendon air laut yang sudah ditreatment kemudian disalurkan keunit pembenihan menggunakan gravitasi.

Sebelum masuk ke bak pemeliharaan larva, air disaring menggunakan filterbag supaya air lebi bersih.

Setelah air pemeliharaan sudah siap bak pemeliharaan larva ditutup dengan terpal supaya tidak ada kotoran yang masuk dan mengurangi perubahan kualitas air pada bak pemeliharaan larva.

Pemeliharaan larva dilakukan sampai umur 35 hari karena larva telah melewati masa kritis.