Teknik dan Cara Pembenihan Ikan Kerapu Macan Pada Bak Beton

Diposting pada

Pematangan Gonad

Pematangan gonad menggunakan kombinasi pakan ikan rucah dan cumi-cumi setiap satu kali sehari. Jenis pakan ikan rucah yang digunakan adalah ikan lemuru.

Kualitas gonad yang dihasilkan induk dipengaruhi oleh pakan yang diberikan sehingga kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan pada saat pematangan gonad harus baik.

Induk yang di beri pakan cumi dapat menghasilakan telur dengan derajat penetasan mancapai 90 %.

Selain ikan rucah dan cumi-cumi juga diberikan multivitamin setiap dua kali seminggu dan dengan dosis dua kapsul/ekor pada hari senin dan jumat.

Jenis multivitamin yang diberikan untuk induk kerapu selama pemeliharaan adalah :

  1. Vitamin E (Natur E), berfungsi untuk menpercepat proses pematangan gonad untuk pemijahan selanjutnya dan meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan dari proses pemijahanvitamin C
  2. Vitamin premium C mengandung vitamin C dan asam lemak esensial. Vitamin ini berfungsi untuk menambah nafsu makan dan menambah daya tahan tubuh ikan terhadap serangan penyakit serta untuk meningkatkan kualitas telurvitamin E

Contoh Tabel Manajemen pemberian pakan dan multivitamin induk kerapu

No Hari Jenis Pakan Vitamin Yang Diberikan Keterangan
1 senin ikan rucah Vitamin E sebanyak 2 kapsul/ekor
2 selasa cumi-cumi sebanyak 3 % dari berat induk
3 rabu ikan rucah sebanyak 2 kapsul/ekor
4 kamis cumi-cumi sebanyak 3 % dari berat induk
5 jumat ikan rucah Vitamin E sebanyak 2 kapsul/ekor
6 sabtu cumi-cumi sebanyak 3 % dari berat induk
7 minggu ikan rucah sebanyak 3 % dari berat induk

Pemberian vitamin dilakukan dengan cara menyisipkan vitamin pada daging cumi-cumi yang berupa potongan-potongan kecil.

Potongan cumi-cumi yang berisi vitamin tidak langsung di berikan kepada induk, tetapi terlebih dahulu di beri potongan cumi yang tidak berisi vitamin untuk melihat nafsu makanya terlebih dahulu.

Setelah induk terlihat mulai makan, potongan cumi-cumi yang berisi kapsul vitamin E dan C diberikan. Pemberian vitamin dilakukan selama dalam pemeliharaan hingga induk selesai memijah.

Setelah proses pemijahan pemberian vitamin di hentikan  dan seminggu kemudian baru di beri lagi.

Pemijahan

Proses pemijahan terjadi pada akhir dan awal menurut penanggalan hijriah (bulan gelap), yaitu pada tanggal 25 sampai 5.

Induk memijah pada malam hari  sekitar pukul 23.00 – 02.00 WIB. Hal ini disebabkan karena di habitat aslinya ikan kerapu melakukan pemijahan pada malam hari yakni pada pukul 20.00 – 0.3.00 WIB dimana kondisi perairan tenang dan gelap.

Ikan kerapu dikenal memijah secara berkelompok (group matting) pada malam hari, dimana pada siang hari terjadi surut rendah. Metode pemijahan dengan manipulasi lingkungan teknik penjemuran.

Metode manipulasi lingkungan dilakukan untuk menaik turunkan suhu dan salinitas serta dilakukan pemasukan air baru. Pemijahan dilakukan dengan cara mengumpulkan induk hasil seleksi yang siap memijah pada bak pemijahan.

Penjemuran dilakukan dua hari menjelang bulan gelap dengan cara menurunkan permukaan air sampai kedalaman 30 cm dari dasar.

Penjemuran dimulai pada pagi hari pada pukul 09.00 setelah pemberian pakan yang akan menaikan suhu dan salinitas air.

Air pemeliharaan dinaikan seperti semula dengan penambahan air baru pada sore hari pukul 16.00, yang akan menurunkan kembali suhu dan salinitas air.

penambahan air baru dilakukan untuk meransang pematangan inti telur kemudian meransang pemijahan.

Induk yang akan memijah ditandai dengan perut yang terlihat membuncit untuk induk  betina, sedangkan untuk induk jantan ditandai dengan gaya berenang yang aktif dan sesekali berenang ke permukaan.

Pada bulan januari induk betina berjumlah 3 ekor yang bertelur sedangkan pada bulan februari tidak ada yang bertelur jumlah rata-rata telur yang dihasilkan oleh induk betina pada bulan januari adalah 2000.000 butir dan pada bulan februari adalah 0 butir.

Jumlah telur tersebut dihasilkan dari 3 ekor induk. 5 ekor induk lain yang tidak memijah diduga karena mengalami kekurangan dalam mendapatkan pakan sehingga nutrisi yang didapatkan oleh induk tersebut kurang menunjang untuk melakukan pemijahan.