Teknik dan Cara Pembenihan Ikan Kerapu Macan Pada Bak Beton

Diposting pada

Pemberian Pakan

Selama pemeliharaan larva diberikan pakan alami dan pakan buatan.

Pakan alami yang digunakan adalah fitoplankton jenis chlorella, zooplankton jenis brachionus plicatilis/rotifer dan naupli artemia.

                                                                    pakan buatan (love larva no 2,3,)
                                    artemia (1 ind/ml s/d 3 ind/ml)
                rotiver (6 ind/ml s/d 15 ind/ml)
chlorella sp (12.000.000 sel/ml)
1               3            5           10                   15                  20             25              30
                                   umur larva(hari)

Pemberian pakan chlorellakultur chlorella

Pupuk yang di gunakan adalah urea sebanyak 40 mg/l, Za 80 mg/l, dan TSP 20 mg/l. Bak diisi terlebih dahulu dengan air laut sebanyak 20 % dari volume bak inokulan chlorella sebanyak 10 % dari volume bak.

Terlebih dahulu pupuk dicampur menjadi satu dan dilarutkan dalam air. lalu disebarkan merata pupuk dicampur menjadi satu dan dilarutkan kedalam air. lalu disebarkan merata pada permukaan bak.

Dua hari kemudian media sudah terlihat agak kehijauan yang menandakan fitoplankton tersebut mulai tumbuh. Fitoplankton berumur 4-5 hari, sudah dapat di berikan pada rotifer dan larva yaitu pada saat fitoplankton mencapai kepadatan 12 juta sel/ml.

Pemupukan ulang dilakukan setelah fitoplankton berumur 8 hari atau setelah warna air medi telihat agak kehijauan, menunjukan fitoplankton sudah mulai kekurangan nutrisi atau layu membutuhkan nutrisi baru yaitu pupuk.

Pemberian pakan rotifer (brachionus plicatilis)Kultur Rotifer

Pemberian rotifer ukuran 100-200 μm dimulai pada saat larva berumur D-3 sampai D-20. Bak kultur rotifer diluar ruangan yang bertujuan agar chlorella sebagai pakan rotifer dapat menyerap nutrisi dari sinar matahari.

Selain itu juga pertumbuhan rotifer lebih optimal apabila terkena sinar matahari secara langsung. Terlebih dahulu bak diisi dengan air laut dan chlorella sebanyak volume yang diinginkan. Biasanya sekitar ¾ dari volume total bak.

Selang dua hari kemudian inokulan rotifer dimasukan dengan kepadatan 15 individu/ml. Setelah dimasukan inokulan sehari kemudian ditambahkan chlorella setinggi kira-kira 10 cm.

chlorella berfungsi sebagai pakan rotifer sehingga penambahannya dilakukan setiap hari.

Rotifer yang berumur 5 hari dapat diberikan kepada larva. Setelah mencapai umur tersebut maka rotifer dipanen setiap hari untuk suplai pakan larva serta untuk mengurangi kepadatan pada bak kultur.

Artemiakultur artemia

Penyediaan artemia pada pembenihan kerapu macan diperoleh dengan melakukan penetasan kista artemia pada bak kerucut dengan volume air 70 liter.

Kegiatan penetasan kista artemia dilakukan pada saat larva sudah memasuki umur 10 hari dimana pada umur 12 hari larva sudah mulai diberi pakan naupli artemia.

Pada awal penetasan, kista artemia sebanyak 50 gr dan terus bertambah seiring bertambahnya umur dan ukuran larva.

Kista akan menetas menjadi naupli artemia setelah 24 jam. Naupli artemia dipanen dengan cara membuka selang bagian bawah bak disaring dengan menggunakan planktonnet.

Setelah itu ditampung dalam ember yang di perkaya dengan vitamin C dan diaerasi. Hal ini dilakukan agar apabila ada kista yang belum menetas dapat menetas pada ember.

Penampungan dilakukan selama kurang lebih 1 jam. Setelah itu artemia siap di berikan kepada larva.