Langkah-Langkah Cara Menanam Paprika Menggunakan Hidroponik

Diposting pada

Langkah-Langkah Cara Menanam Paprika Menggunakan Hidroponik -Banyak orang beranggapan bahwa paprika sulit ditanam. Banyak orang enggan menanam paprika karena peralatan yang sulit. Namun, paprika sebenarnya bisa ditanam di mana saja. Di pegunungan, di dataran rendah, bahkan di pantai yang panas.

Memang benar bahwa menanam paprika di dataran tinggi menghasilkan lebih dari 1700 DPL tanaman tinggi dan buah-buahan besar. Namun, di dataran rendah dan di pantai, tanaman lada tidak sebagus di dataran tinggi. Tapi itu seharusnya tidak membuat kita di dataran rendah ragu untuk mencobanya.


Cara Menanam Paprika Dengan Hidroponik

  • PERSEMAIAN

Hampir seperti barang lainnya, barang [B] paprika [/ B] dengan sistem hidroponik awalnya dilakukan di pembibitan pohon. Periode awal pembibitan sistem pertanian sangat penting karena menentukan keberhasilan atau kegagalan tanaman selama periode produksi.


  1. Persiapan

Fasilitas, alat dan bahan yang perlu disiapkan termasuk pembibitan pohon, wadah nampan / bibit, benih (contoh biji lada yang ada seperti Spertacus F1, Goldflame F1, Kelvin F1), media pembibitan (Rockwool-Grodan / mangkuk panggang dll.) , termometer dan Hygrometer, pinset, ruang pembibitan / lemari pembibitan dan penyemprot tangan.


  1. Faktor yang Mempengaruhi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan di taman kanak-kanak / TK, termasuk kualitas benih, jenis media yang digunakan, suhu dan kelembaban, intensitas cahaya dan teknologi teknis di taman kanak-kanak.


  1. Teknis Pembibitan

Benih yang sudah direndam dalam kuku dengan air hangat selama ± 30 menit sambil kita tunggu, kita bisa menyiapkan media semai yang akan digunakan.

Basahi media dengan air bersih, pastikan basah sampai merata, dan tunggu sebentar untuk membuat air yang berlebihan terciprat.

Buat lubang kecil di rockwool grodan (saat menggunakan rockwool) atau garitan kecil yang memotong pada mangkuk [B] [/ B] (saat menggunakan mangkuk bahan bakar) sehingga berbentuk kotak dengan jarak Bentuk ± 2 cm .

Tempatkan benih secara terpisah di setiap lubang dengan lokasi perangkat potensial (titik pertumbuhan turun dengan pinset ± 0,5 cm setelah semua benih ditabur, dan kemudian tutup dengan plastik mulsa.

Benih ditempatkan di ruang perkecambahan, sedangkan di kamar anak-anak suhu optimal adalah 20-25 ºC dengan kelembaban relatif 70% -90%. Suhu dan kelembaban relatif dapat diatur dengan memasang lampu ketika suhu rendah dan ketika kelembaban rendah, menyemprotkan air ke dalam kabinet pembenihan dengan sprayer tangan.

Benih berkecambah dalam waktu ± 7 hari, plastik mulsa dibuka dan bibit dibawa ke tempat di mana ada cahaya, sambil menjaga suhu dan kelembaban.

Bibit dengan coteledones dewasa, yang dipindahkan ke polybag 15 x 15 cm, yang dibasahi dengan larutan nutrisi (JORO A & B Mix) dengan EC. 1,5 mS / cm dan pH. 5.5.

Perawatan taman kanak-kanak / taman kanak-kanak meliputi penyiraman 1-2 kali sehari (tergantung pada cuaca, fase pertumbuhan bibit dan media yang digunakan), pengendalian hama dan penyakit selama taman kanak-kanak seperti kunjungan, tungau, penambang, kecambah, dll. dan yang tidak kalah pentingnya mengatur ulang jarak antara tanaman sehingga daun tanaman tidak saling menutupi.

Bibit dapat ditanam setelah berumur ± 21 hari dalam polybag atau dengan ± 5 daun di rumah kaca produksi.


  • TRANSPLANTASI

Setelah benih siap dibawa ke rumah kaca, beberapa hal perlu dilakukan / disiapkan sebelum transplantasi:


  1. Sanitasi Greenhouse

Kegiatan ini digunakan untuk membersihkan rumah kaca dari rumput atau sisa tanaman lain, sampah dan benda-benda yang tidak diinginkan lainnya.


  1. Sterilisasi Greenhouse

Sterilisasi dilakukan dengan tujuan membersihkan seluruh rumah kaca dari mikroorganisme (telur / larva, virus, bakteri dan jamur) yang dapat merusak tanaman. Ada berbagai bahan yang biasa digunakan dalam sterilisasi, termasuk lysol, formalin, dan berbagai jenis pestisida yang biasanya digunakan oleh:

  • Formalin 5% disemprotkan ke semua bagian rumah kaca pada konsentrasi 5 cm³ / liter air.
  • Dalam waktu ± 4-5 hari setelah penyemprotan formalin, diikuti dengan penyemprotan pestisida (insektisida dan fungisida) dan diulangi 2-3 kali.
  • Sehari sebelum mengatur media tanam, rumah kaca disemprotkan dengan larutan lysol dengan konsentrasi 3-5 cm³ / liter air.
  • Pemasangan baki desinfeksi kaki sehingga tidak ada penyakit yang bisa masuk ke rumah kaca.

  • PERSIAPAN TANAMAN

  1. Sebelum media dimasukkan, pertama-tama media dimasukkan ke dalam polybag atau piring plastik atau panci.
  2. Ukuran biasanya 100 x 25 cm saat menggunakan piring plastik dan 35 x 40 cm saat menggunakan polybag
  3. Media yang sering digunakan adalah cangkang panggang, grodan wol batu atau kelapa.
  4. Mulsa plastik diletakkan di permukaan bedengan atau diangkut dengan piring / polybag sehingga tanaman tidak mencemari tanah.
  5. Kemudian media disusun di rumah kaca sesuai dengan jarak tanam yang diinginkan (dalam lembang standar antara bedengan ± 140 cm dan antar tanaman ± 50 cm).
  6. Buat lubang tanam dengan diameter ± 15 cm di permukaan pelat (jika Anda menggunakan sistem plafon). Jika Anda menggunakan polybag, buat lubang tanam sesuai dengan ukuran polybag yang digunakan untuk pemeliharaan pembibitan.
  7. Media dibasahi dengan larutan nutrisi / pupuk dengan EC 1.5 dan pH 5.5 sampai benar-benar basah / jenuh.
  8. Taburkan Furadan 3G ke dalam lubang tanam yang disiapkan hingga ± 2 gram / lubang tanam untuk mencegah serangan Nematoda.
  9. Pada langkah selanjutnya, bibit dapat ditanam di rumah kaca. Sebelum benih diletakkan, bagian bawah polybag dipotong dengan hati-hati agar akar bibit tidak pecah / rusak. Kemudian benih ditempatkan di lubang tanam yang disiapkan.
  10. Untuk menghindari kelebihan air dan tumpukan garam, lubang drainase dibuat di bagian bawah piring / polybag satu hari setelah tanam.

  • PENYIRAMAN DAN PEMUPUKAN (FERTIGASI)

Pemupukan dan irigasi (fertigasi) dalam budidaya sistem hidroponik biasanya dilakukan secara bersamaan. Teknik pemupukan dapat dilakukan secara manual atau sebagai sistem irigasi tetes. Namun, yang terbaik untuk pemupukan adalah sistem irigasi tetes yang berkualitas baik sehingga pemupukan dapat didistribusikan secara merata, pekerjaannya tidak terlalu banyak dan menghemat waktu (dalam waktu singkat tanaman dapat disiram dalam jumlah banyak). Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  1. Kualitas air (sumber air / sumur / mata air) harus bersih dan bebas dari penyakit / bahan kimia
  2. Kualitas pupuk / nutrisi (komposisi nutrisi harus memenuhi kebutuhan tanaman, pupuk yang digunakan 100% larut)
  3. Waktu, volume dan frekuensi pemupukan
  4. Khusus mengenai nutrisi sistem hidroponik, nutrisi siap pakai tersedia di toko pertanian seperti A & B MIX, yang tersedia untuk berbagai barang (selain paprika, ada juga A & B MIX untuk tomat, melon, mentimun, mawar anggrek, dll.) yang tersedia dalam aplikasinya sangat mudah mengandung unsur makro dan mikro lengkap yang dibutuhkan oleh tanaman.

  • TEKNIS FERTIGASI

Frekuensi pembilasan dan volume pembilasan harus disesuaikan dengan kondisi cuaca, jenis dan usia tanaman, fase pertumbuhan tanaman dan jenis media yang digunakan. Cuaca berawan atau hujan (kurangnya penguapan) Volume dan frekuensi penyiraman berkurang karena efek pada media menjadi terlalu lembab dan akar tidak dapat tumbuh dengan baik. Kondisi yang diinginkan untuk tanaman seimbang antara air, udara, pupuk dan media pertumbuhan. Sebaliknya, dalam cuaca panas (penguapan meningkat), pemupukan harus lebih sering dan volumenya lebih tinggi.

Nilai EC (jumlah pupuk yang larut dalam air) dan nilai pH (keasaman) suatu larutan sangat penting karena mereka menunjukkan berapa banyak nutrisi yang dimiliki tanaman. Karena tidak ada situasi yang sama (wilayah berbeda, iklim, media berbeda, tipe berbeda, dll.), Jumlah dan frekuensi tidak dapat distandarisasi / diseimbangkan. Kita harus menemukan jalur optimal untuk tanaman untuk setiap situasi dan kondisi yang berbeda.

Kepadatan (EC) tanaman harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Nilai pH yang baik di media adalah sekitar 5,2, karena dengan nilai pH ini semua nutrisi yang tersedia dalam air / media dapat diserap oleh tanaman.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah mencatat waktu flush, volume flush, input EC / pH, output EC / pH, suhu, kelembaban relatif dan kondisi cuaca. Ini penting karena data dapat membantu memutuskan apakah akan mengubah sistem sebelumnya atau tidak.


  • PENGENDALIAN HAMA DAN PENYEAKIT

  1. Serangan apa yang telah terjadi?
  2. Seberapa parah serangan itu?
  3. Tindakan apa yang diambil?
  4. Kapan kontrol dilakukan?

Menurut pengalaman petani baru-baru ini, ada beberapa hama dan penyakit yang sering terinfeksi, seperti: Misalnya: thrips, tungau, kutu daun, penambang, ulat bulu, virus, layu fusarium, layu bakteri, embun tepung, bercak daun, fisiologis penyakit (kekurangan nutrisi) dan sebagainya.

Pencegahan dan kontrol dapat dilakukan dengan:

  1. Pastikan kebersihan, singkirkan residu / gulma tanaman dari lokasi rumah kaca / masukkan tempat sampah dan bakar.
  2. Sterilisasi di rumah kaca (penggunaan lysol, formaldehyde, dan pestisida) harus dilakukan pada awal musim tanam / sebelum tanam.
  3. Pasang bak disenfeksi kaki untuk mencegah infiltrasi telur / larva oleh hama dan patogen yang dibawa oleh sepatu.
  4. Penggunaan varietas tahan
  5. Tanaman yang terkena penyakit (virus, bakteri) ditempatkan di kantong plastik / karung dan dipindahkan / dibakar dari lokasi rumah kaca.
  6. Secara biologis melalui penggunaan musuh alami (predator), tetapi metode ini masih jarang digunakan di Indonesia.
  7. Gunakan susu skim (kandungan protein minimal 35%) dengan konsentrasi 100 gram / 1 liter air untuk menghindari penularan virus selama Miwil (pemangkasan).
  8. Bahan kimia (pestisida), ini bagus jika penggunaannya benar ketika memilih jenis, konsentrasi, dan volume semprotan. Ini juga dapat memiliki efek buruk jika digunakan secara tidak benar. Untuk menghindari kesalahan, diperlukan pengetahuan dan alat teknis berkualitas tinggi.
  9. Kontrol bersama dengan kebun di sekitarnya (kebun tetangga) sehingga pengendalian hama dan penyakit lebih efektif
  10. Perhatikan dampak pestisida terhadap kesehatan petani, konsumen dan lingkungan. Untuk menghindari hal ini, Anda harus menggunakan langkah-langkah perlindungan seperti pakaian jas / semprot, sarung tangan, masker, kacamata dan tindakan pencegahan keamanan lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik

Sekarang setelah Anda tahu cara menanam hidroponik, inilah saatnya bagi Anda untuk mengetahui kekurangan hidroponik pada tanaman berikut.


  • Kekurangan Hidroponik

  1. Investasi awal cukup mahal.
  2. Membutuhkan modal yang signifikan, terutama jika Anda berencana untuk melakukan ini dalam skala besar. Modal untuk membeli alat dan bahan yang diperlukan.
  3. Peralatan dan perawatan masih jarang. Sistem hidroponik tidak begitu populer di Indonesia, sehingga akan sulit untuk mendapatkan alat khusus secara bebas. Juga peralatan untuk pemeliharaan / perbaikan.
  4. Membutuhkan lebih presisi karena Anda benar-benar perlu memantau diet untuk pH keasaman tanaman.
  5. Membutuhkan keahlian khusus.

  • Kelebihan Hidroponik

  1. Tidak membutuhkan tanah karena hidroponik tidak menggunakan tanah untuk media pertumbuhannya. Ini membuat lingkungan penanaman bersih.
  2. Pertumbuhan tanaman lebih cepat karena nutrisi yang diperlukan dapat diserap lebih mudah karena bersifat cair.
  3. Ini lebih efektif ketika menggunakan air karena Anda tidak perlu menyirami tanaman.
  4. Tidak banyak orang / pekerja yang dibutuhkan untuk membangun, menanam dan memanen tanah.
  5. Proses panen tanaman semakin mudah.
  6. Hasil panen dari petani / petani lebih banyak tanaman.
  7. Menghemat ruang / ruang.
  8. Kebersihan, kebersihan sayuran atau buah dijamin lebih bersih daripada di sawah / perkebunan biasa.
  9. Semakin rendah risikonya, semakin banyak hama dan penyakit terserang.
  10. Jangan bergantung pada cuaca.
  11. Lebih ekonomis dan efektif saat menggunakan pupuk.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Langkah-Langkah Cara Menanam Paprika Menggunakan Hidroponik semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: