19 Cara Menanam Jagung Hibrida Agar Hasil Panen Melimpah!

Diposting pada

19 Cara Budidaya Jagung Hibrida Agar Hasil Panen Melimpah! – Hampir semua masyarakat Indonesia jelas mengenal jagung. Jagung sendiri merupakan tumbuhan dari jenis zea yang dapat diolah menjadi beragam macam bahan makanan. Jagung dapat juga dijadikan bahan makanan pokok pengganti nasi.

Dapat juga diolah menjadi beagam macam bahan makanan lain seperti tepung maizena, popcorn, jagung bakar, jagung rebus, jagung manis, sayur, minyak jagung, gula jagung, pakan ternak dan beragam  macam olahan makanan lainnya. Selain itu bagian dari tanaman jagung juga masih berguna seperti daunnya untuk pakan ternak dan janggelnya untuk bahan bakar tradisional.

Banyaknya keunggulan dari jagung disebabkan oleh kandungannya yang beragam. Diketahui bahwasanya jagung mengandung karbohidrat, protein, Vitamin A, vitamin C, Vitamin B6, lemak, dan berbagai mineral lainnya.

Banyaknya masakan jagung menjadikan permohonan pasar akan jagung sangatlah tinggi. Hal inilah yang menciptakan jagung masih dijadikan salah satu komoditas pertanian utama di dunia selain beras dan gandum. Sebab itulah sampaisaat ini banyak petani di Indonesia yang berusaha untuk membudidayakan jagung.

Jagung yang dibudidayakan tentunya jenis jagung yang berkualitas unggul yaitu dapat menghasilkan biji jagung yang  lebih banyak dan sesuai dengan permintaan pasar.  Nah, salah satu jagung yang memegang kualitas unggul adalah jagung hibrida.

Jagung hibrida ialah jenis jagung keturunan langsung (F1) hasil persilangan 2 atau lebih varietas jagung yang menyandang sifat-sifat unggul dari masing-masing varietas yang disilangkan. Sifat-sifat unggul yang ditawarkan biasanya adalah dapat bertongkol 2, ukuran biji lebih besar, ukuran tongkolpun lebih besar, dan masa panen lebih singkat, dll.

Agar dapat menanam jagung hibrida biasanya para petani akan mencari bibitnya dari toko pertanian sebab akan sulit dan makan waktu panjang jika kita harus menyilangkan sendiri kemudian menyeleksinya. Agar hasilnya dapat optimal sesuai keinginan atau bahkan lebih, sebaiknya  sebelum membudidayakan jagung hibrida kita harus mempelajari terlebih dahulu tahap menanam jagung hibrida yang benar.

Tahap menanam jagung hibrida ialah sebaris proses mulai dari awal pengolahan lahan hingga panen nantinya. Sebenarnya tahap menanam jagung hibrida ini tidaklah terlalu sulit, akan tetapi tetap saja kalian harus berusaha mengerjakan yang terbaik agar hasilnya pun optimal.


19 Cara Menanam Jagung Hibrida Yang Baik dan Benar

√ 19 Cara Budidaya Jagung Hibrida Agar Hasil Panen Melimpah

Bagi kaian yang ingin mengetahui tahap menanam jagung hibrida, berikut kami uraikan langkah-langkahnya:


  1. Persiapan Lahan

Tanaman jagung kenyataanya dapat ditanam didataran rendah maupun tinggi. Namun jika perawatannya sama-sama optimal maka hasinya akan sedikit lebih baik jika ditanam didataran rendah (kurang dari 150 m diatas permukaan laut). Lebih baik lagi jika ditanam di tanah lebak (peralihan antara tanah pasir dan liat) yaitu tanah dengan karakter hampir seperti pasir dan debu.

Tanah ini sangat gembur sehingga dapat mengotimalkan perkembangan akar jagung untuk menyerap nutrisi. Namun jika lahan yang kalian miliki bukan di dataran rendah pun kalian tak perlu khawatir. Secara keseluruhan lahan yang baik untuk ditanami jagung memiliki kriteria sebagai berikut :

  • Terpancar cahaya matahari langsung minimal 8 jam per hari
  • Memiliki kadar keasaman tanah (pH) 5,5-7,5
  • Mempunyai cukup kandungan unsur hara
  • Dekat dengan sumber air untuk penyiraman (penting)
  • Tanahnya gembur (dapat dibajak terlebih dahulu agar gembur)

Jika sudah mendapatkan lahan tanam yang memenuhi kriteria diatas kemudian dilakukan penyiangan, pemangkasan cabang yang menutupi cahaya, dan membuat sumur untuk penyiraman. Jika telah selesai maka lanjut ke tahapan cara menanam jagung hibrida selanjutnya.


  1. Pemilihan Benih Jagung

Pilihlah jenis benih jagung unggul hibrida yang sudah bersertifikat. Pada setiap provinsi di Indonesia sudah tersedia benih jagung jenis unggul ini. Biasanya biji jagung sudah diberi perlakuan seed treatment, yaitu dengan cara melapisi fungisida pada benih agar tanaman terjaga dari berbagai serangan penyakit dan mempermudah syarat tumbuh tanaman jagung.


  1. Syarat Tumbuh Tanaman Jagung

Kebanyakan tanaman jagung bisa tumbuh di berbagai kondisi lingkungan. Akan tetapi untuk hasil yang maksimum, ada beberapa syarat tumbuh tanaman jagung. Dibawah ini adalah syarat tumbuh tanaman jagung.


  1. Iklim

  • Beriklim subtropis atau tropis dan daerahnya terletak antara 0-500 LU hingga 0-400 LS.
  • Curah hujan idealnya adalah 85-200 mm/bulan dan harus merata.
  • Suhu optimimum yang bagus adalah 21-34 C
  • Intensitas cahaya matahari langsung, minimal 8 jam per hari
  • Tanaman jagung tidak ternaungi, supaya pertumbuhan tidak terhambat atau merusak biji bahkan tidak membentuk buah.

  1. Media Tanah

  • Memiliki tekstur tanah yang gembur (kerjakan proses pembajakan agar tekstur tanah gembur).
  • Mengandung cukup kandungan unsur hara.
  • pH tanah 5,5-7,5 (apabila pH tanah asam atau < 5,5 sebaiknya taburkan dolomit/kapur pertanian).
  • Jenis tanah yang bisa ditoleran ditanami jagung adalah andosol, latosol dengan syarat pH harus memadai untuk ditanami.
  • Mempuyai ketersediaan air yang cukup.
  • Kemiringan tanah kurang dari 8%.

  1. Ketinggian

  • Memiliki Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl (diatas permukaan laut).

Iklim, media tanah, dan ketinggian merupakan 3 syarat utama tumbuhnya tanaman jagung


  1. Waktu dan Cara Menanam Jagung Yang Benar

Pada kondisi musim sedang normal, waktu yang tepat untuk menanam jagung adalah dibulan Mei-Juli. Sebab pada saat itu intensitas curah hujan sudah berkurang bahkan telah selesai, sehingga dibulan-bulan tersebutla yang cocok untuk melakukan budidaya jagung. Taburi juga lahan dengan pupuk kandang/kompos/bokashi sebanyak 10-20 ton per hektar.

Selanjutnya semprot dengan GDM Black Bos sebanyak 5 kg per ha. Hal ini bermaksud untuk mempercepat proses remediasi tanah dari residu pupuk kimia, pestisida kimia dan sisa-sisa bahan organik (jerami, daun-daunan, dll) supaya tanah menjadi gembur dan subur.

Bakteri (mikroba) yang terdapat dalam Black Bos dapat menghasilkan enzim dan antibiotik yang berpungsi untuk menekan perkembangan penyakit tular tanah (busuk akar, busuk batang, bulai, dll).

Kemudian lakukan proses olah tanah saat 5 hari sebelum tanam, dengan cara dibajak/traktor dengan kedalaman 20-30 cm, yang bermaksud untuk membalik dan membuat struktur tanah supaya menjadi gembur, menambah oksigen dalam tanah, memudahkan perakaran tanaman masuk ke dalam tanah dan menyerap unsur hara serta memperbaiki aerasi tanah.


  1. Jarak Tanam Jagung

Pada lahan tanah yang berjenis tanah becek, ada baiknya dibuatkan bedengan/guludhan agar benih tidak terendam air dan tidak busuk. Sehingga benih akan dapat tumbuh dengan cepat dan maksimal.

Lebar bedengan ialah 100 cm  dan jarak antar bedengan ialah 50 cm. Sedangkan jarak didalam barisnya adalah 20-25 cm, sehingga jarak tanam jagung, dari yang menggunakan bedengan ataupun yang tidak mengunakan bedengan adalah 75cm x 25cm atau 75cm x 20cm.

Kemudian buatlah lubang tanam dengan cara tugal sedalam 5-10 cm selanjutnya masukkan benih jagung dan tutup dengan bokashi. Selanjutnya , semprot dengan POC GDM pada bekas lubang tanam. Ini berperan agar mempercepat pertumbuhan tanaman dan menjaga  tanaman dari serangan penyakit.


  1. Penggemburan Tanah

Penggemburan lahan disini dimaksudkan untuk meratakan kandungan unsur hara dalam tanah sekaligus mempermudah perkembangan akar dalam menyerap nutrisi dalam tanah nantinya. Untuk menggemburkan tanah, kalian bisa menggunakan cangkul atau mesin bajak tanah modern. Cacah dan gemburkanlah seluruh permukaan lahan di tanah yang ingin ditanami sembari dibentuk alur-alur untuk pemberian pupuk dasar.


  1. Pemberian Pupuk Dasar

Pemberian pupuk dasar sangatlah penting sebab pupuk berperani untuk menyuplai nutrisi untuk tanaman selama tanaman tersebut hidup dilahan tersebut. Pupuk dasar ini ditaburkan pada alur-alur tanam tadi. Pupuk dasar yang digunakan ada baiknya campuran dari pupuk organik dan pupuk kimia. Pupuk organik yang digunakan adalah pupuk kandang bisa juga kotoran ayam, kotoran sapi, atau kotoran kambing.

Kalian juga bisa menggunakan pupuk organik butiran yang dapat dibeli di toko pertanian. Namun yang paling bagus adalah kotoran kambing. Sedangkan pupuk kimianya dapat menggunakan NPK. Dapat juga ditambahkan ZA atau Urea pada musim kemarau. Takaran pupuk kandang dan pupuk kimianya adalah 40 : 1 hingga 50 : 1 yaitu tiap 40 ember pupuk kandang kemudian berikan 1 ember pupuk NPK.

Kalian juga dapat menambahkan kapur dulomit (calcium) sebagai dasaran pupuknya jika menginginkan hasil yang semakin bagus. Kemudian tambahkan insektisida tabur supaya nantinya akar jagung tidak diserang ulet dan orong-orong. Setelah pupuk dasar diberikan maka kemudian ditutup dengan tanah dan dibentuk bedengan dengan tinggi 5-10 cm saja dan lebar 30-40 cm.


  1. Persiapan Bedengan

Tahap menanam jagung hibrida Selepas bedengan terbentuk diatas tanah maka kemudian dibuatkan lubang tanamnya. Kalian dapat menggunakan bantuan kayu untuk ditancap-tancapkan ke bedengan suapaya meninggalkan lubang kira-kira sedalam 3-5 cm. Lubang tersebut dibuat rata sepanjang alur bedangan. Selepas lubang terbetuk kini bedengan siap untuk ditanami biji jagung.


  1. Penanaman Benih Jagung

Bibit jagung hibrida yang ditanam tentu harus yang berkualitas. Untu memastikan kualitasnya, maka sebaiknya kalian membeli bibitnya di toko pertanian. Usahakan untuk tidak membeli biji jagung dipasar kemudian dijadikan bibit sebab kita tidak tahu sumber tanaman induknya.

Selepas bibitnya didapatkan kemudian tanamkan pada lubang yang telah dibuat disepanjang bedengan. Biji yang ditanamkan ialah 2 biji per lubang dan selanjutnya ditutup tanah. Setelah ditutup maka menunggu tumbuhnya yaitu bisa 4 samapi 7 hari.


  1. Perawatan Tanaman Jagung Hibrida

Selepas benih jagung tumbuh sekitar 5 cm-10 cm maka kemudian dilakukan parawatan tanaman secara berkala sampai tiba masa panen nanti.


  1. Penyiraman

Suplai air untuk  tanaman jagung sangatlah penting agar dapat menunjang pertumbuhannya. Pada minggu pertama setelah jagung tumbuh sekitr 10 cm maka lakukan penyiraman. Pastikan seluruh tanah bedengan basah. Penyiraman jagung dikerjakan sekali dalam seminggu dan jangan sampai telat.

Apalagi saat tanaman jagung mulai berbuah, suplai air harus terus dijaga supaya ukuran dan berat biji jagung bertambah nantinya. Melakukan peyiraman ini akan memakan banyak waktu karena semakin luas lahannya maka semakin banyak juga yang disiram. Oleh sebab itu jangan membuat bedengan yang terlalu tinggi ditanah kering karena nantinya air dapat cepat kering. Kalian bisa menggunakan mesin pompa air suapaya memudahkan pekerjaan kalian menyiram bedengan.


  1. Penyiangan

Penyiangan dikerjakan secara rutin pada awal sebelum tanaman jagung tumbuh tinggi. Kalian dapat  melakukan penyiangan dengan interval 2-3 minggu sekali. Bagian yang disiangi ialah disela-sela bedengan (tempat aliran air) dapat menggunakan cangkul. Usahakan agar tanaman tealah disiangi sebelum diberikan pupuk tambahan.


  1. Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dikerjakan pada saat tanaman berusia sekitar 1 bulan. Caranya dapat di taburkan di sela-sela bedengan berbarengan dengan penyiraman atau ditaburkan diaantara tanaman selajutnya ditutup menggunakan tanah dari samping bedengan bersamaan dengan waktu penyiangan (dangir).

Gunakan pupuk NPK yang diaduk dengan ZA dengan perbandingan 3:1 dengan total pupuk separuh atau disamakan dengan banyaknya pupuk kimia yang digunakan sebagai pupuk awal sebelumnya. Penambahan pupuk susulan ini nantinya akan memaksimalkan ukuran jagung.


  1. Penanggulangan Hama Pada Tanaman Jagung

Hama yang menyerang pada tanaman jagung umumnya adalah dari jenis serangga. Yang paling sering dijumpai adalah pengerek batang, ulat, uret, dan orong-orong. Jika serangan hama berlangsung diatas batas wajar maka cepat ambil aksi  penanggulangan yaitu menggunakan insektisida.

Kalian dapat membeli insektisida di toko pertanian disesuaikan dengan serangga yang menyerang. Pastikan kalian sudah membaca petunjuk keamanan dan penggunaan sebelum menggunakan insektisida tersebut.


  1. Panen Jagung Hibrida

Panen Jagung biasanya dibedakan dari tujuan jualnya. Untuk agung yang ingin dijadikan jagung rebus maka tidak akan dipanen hingga usia jagung tua. Jagung rebus yang baik dipanen pada saat jagung berusia sekitar 65 hari. Nah, Bagi  jagung yang ingin dijual kering maka umumnya  harus ditunggu hingga tua.

Ciri-ciri jagung yang telah tua adalah daunnya sudah mulai mengering. Warna kulit pembungkus tongkol jagung juga telah  menjadi putih akibat menua. Hal ini biasanya terjadi pada saat Jagung hibrida berusia mendekati 90 hari. Hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Pangkas bagian atas tanaman jagung supaya cahaya matahari dapat mencapai bagian buah.
  • Kupas kulit buah jagung dan biarkan biji jagungnya terpapar sinar matahari.
  • Tunggu beberapa hari (sekitar 1 minggu) hingga biji jagung terlihat telah kuning menyala dan kering keras.
  • Jagung kemudian dipetik bersama tongkolnya dan dipisahkan dari kulit pembungkusnya.
  • Jemur kembali jagung serta tongkolnya diatas diterik matahari (sekitar 2-3 hari)
  • Giling jagung dengan mesin giling agar terpisah dari bijinya.
  • Tempatkan dalam wadah seperti karung dan sebagainya selanjutnya simpan di tempat yang kering dan teduh

Kemudian biji jagung siap untuk dijual. Biji jagung ini terbilang awet untuk disimpan dalam jangka waktu panjang. Jadi kalian dapat menunggu perubahan harga jualnya di pasaran terlebih dahulu. Tanaman jagung ini terbilang jenis komoditi satu kali panen. Artinya sekali panen maka tanaman sudah tidak bisa produktif lagi.


  1. Pasca Panen Jagung

Usai panen, jagung harus dikeringkan terlebih dahulu. Cara mengeringkan jagung yang paling umum dipakai yaitu dengan cara menjemurnya di ladang atau diatas terpal.

Kerusakan pada jagung masih dapat saja terjadi saat proses pengeringan, khususnya di saat panen jagung dilakukan pada musim hujan. Jagung yang dalam kondisi basah sangat rentan dengan serangan jamur atau cendawan. Serangan jamur atau cendawan dapat merusak hasil panen jagung hingga lebih dari 50%.


Tips Sukses Menanam Jagung Hibrida

19 Cara Budidaya Jagung Hibrida Agar Hasil Panen Melimpah

Usai mengetahui cara menanam jagung hibrida seperti dijelaskan diatas, kami juga akan menjelaskan tips sukses menanam jagung hibrida untuk kalian agar hasil panen kalian semakin melimpah dan menguntungkan. Berikut ini adalah tips menanam jagung hibrida :

  • Gunakan benih unggulan. Jika kalian membelinya di toko pertanian maka janganlah tergiur untuk membeli biji dengan harga yang murah (kecuali promosi) karena harga benih juga menentukan kualitas tanaman nantinya. Usahakan pilih yang bertongkol dua.
  • Semprotkan ZPT Gibrelic Acid bersama pupuk organik cair diwaktu buah jagung masih muda (sekitar usia 1,5 bulan). Hal ini akan dapat menambah berat dan ukuran pada bijinya nanti. Lakukan penyemprotan ini 2 kali yaitu selang 2 minggu.
  • Jika menanam jagung maka ada baiknya usahakan dipanen dimusim kemarau.
  • Jika panen mendekati musim hujan maka tidak usah menanam jagung lagi. Kalian bisa melakukan teknik tumpang sari yaitu dengan menanam kacang panjang yaitu segera menanam biji kacang panjang dibawah tanaman jagung yang s tua agar batangnya bisa dijadikan ajir.

Demikian sedikit pembahasan mengenai 19 Cara Menanam Jagung Hibrida Agar Hasil Panen Melimpah! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami.

Baca juga artikel lainnya tentang: