32 Jenis Benih Jagung Paling Unggul Serta Karakteristiknya!

32 Jenis Benih Jagung Paling Unggul Serta Karakteristiknya! – Jenis-jenis jagung yang dikembangkan di Indonesia yaitu jagung hibrida, jagung komposit dan Jagung transgenik, jagung hibrida merupakan keturunan pertama dari persilangan dua tetua yang mempunyai karakter/sifat yang unggul, shull (1908) merupakan orang yang pertama kali menemukan bahwa hasil persilangan sendiri tanaman jagung mengakibatkan terjadinya depresi inbreeding, dan persilangan dua tetua yang homozigot menghasilkan F1 yang sangat vigor.

Jagung komposit atau umumnya disebut jagung lokal, yaitu jenis jagung yang pada jaman dulu ditanam petani setempat yang menyerbuk sendiri tanpa bantuan manusia, jagung transgenik merupakan jenis jagung hasil dari penyisipan gen seperti gen tahan penyakit, gen tahan hama maupun gen tahan obat kimia yang berasal dari makhluk hidup atau non-makhluk hidup sehingga tanaman itu menjadi tanaman super.


Keunggulan dan Kekurangan

Keunggulan dan kekurangan jagung hibrida, jagung komposit dan jagung transgenik antaralain Jagung hibrida mempunyai tingkat produksi yang tinggi, dapat mencapai 8-12 ton per hektar, adapun kekurangannya adalah jagung hibrida tidak dapat dijadikan benih untuk ditanam kembali karena produksinya akan turun mencapai 30 % hal ini menimbulkan ketergantungan bagi petani terhadap benih jagung hibrida tersebut, selain itu harga jagung hibrida jauh lebih mahal, contoh dari varietas jagung hibrida adalah Pioner dan BISI.

Keunggulan jagung komposit ialah umurnya yang pendek, tahan terhadap hama penyakit, dapat ditanam secara berulang-ulang sehingga tidak menyebabkan ketergantungan petani, kekurangan jenis jagung komposit adalah tingkat produksi rendah hanya sekitar 3-5 ton per hektar, contoh dari jagung komposit adalah arjuna, bisma, gajah mas, dan genjah rante.

Jagung transgenik mempunyai keunggulan kapasitas produksinya besar sekitar 8-10 ton per hektar, tahan penyakit, tahan hama tertentu, dan tahan obat kimia namun jagung transgenik juga mempunyai kekurangan, seperti bibit jagung harus beli di toko karena tidak dapat diproduksi oleh petani.

Karena dapat menimbulkan hama penyakit baru yang lebih kebal obat-obatan kimia, menimbulkan penyakit-penyakit baru bagi ternak dan manusia serta menimbulkan kerusakan pada tanah, contoh varietas jagung transgenik yaitu jagung BT, jagung terminator, dan jagung RR-GA21. Tanaman jagung juga merupakan salah satu yang ditetapkan pemerintah untuk dapat berswasembada.

Sekarang ini jagung telah menjadi komoditas perdagangan dunia, semua negara berlomba-lomba meningkatkan produksinya guna memenuhi permintaan industrinya.

Didalam pemilihan bibit dan varietas juga menjadi faktor yang penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung, benih umumnya didapatkan dari tanaman indukan yang memang telah teruji tahan penyakit dan berkualitas baik.


Jenis Benih Jagung Paling Unggul

32 Jenis Jagung Unggul Serta Karakteristiknya

Berikut ini merupakan jenis jagung yang dapat memberikan hasil panen yang  berlimpah:


  1. Bima 7

Usia genjah dalam 50% telah keluar rambut atau ±49 hari, masak fisiologis ±89 hari, rata-rata hasil ±10,0 t/ha pipilan kering, kemampuan hasil ±12,1 t/ha, mempunyai ketahanan yang agak toleran terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit karat daun dan bercak daun, bobot untuk 1000 biji ±316 t/ha.


  1. Bima 9

Umur tanaman 57-95 hari, kemampuan hasil ±13,4 t/ha pipilan kering, toleran terhadap penyakit bulai, agak toleran terhadap penyakit karat daun dan bercak daun.


  1. Bima 10

Umur tanaman 55-100 hst, perkaran sangan baik, kemampuan hasil ± 13,1 ha/ton pipilan kering, agak tahan penyakit bulai, tahan penyakit karat dan bercak daun.


  1. Bima 11

Umur 59-94 hst, perakaran kuat, kemampuan hasil ±13,2 t/ha pipilan kering, sangat peka terhadap penyakit bulai, agak toleran penyakit karat daun dan bercak daun.


  1. Bima 16

Umur tanaman ±99 hst, tinggi tanaman ±220 cm, kemampuan hasil 12,4 t.ha pipilan kering kadar air 15%, tahan terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit karat daun, dan penyakit bercak daun.


  1. Bima 17 (Jagung Hibrida)

Batangnya berdiri kuat dan tahan rebah, tipe biji semi mutiara dengan warna kuning orange, jumlah baris atau tongkol 14-16 baris dengan bobot 1000 biji 325 gr, rata-rata hasil panen 11,8 t/ha-13,6 t/ha, tahan terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit karat, penyakit bercak daun.


  1. Bima 18 (Jagung Hibrida)

Pohonya tegak, kuat dan tahan rebah, tipe biji semi mutiara dengan warna kuning orange, jumlah baris atau tongkol 14-16 baris dengan bobot 1000 biji 325 gr, kandungan protein 15,7%, lemak 11,2%, tahan terhadap penyakit bulai, toleran penyakit karat, penyakit bercak dau, dapat beradaptasi baik pada lingkungan yang sub optimal (marginal).


  1. Bima 19 – Uri (STJ107) (Jagung Hibrida)

Umur panen 102 hst, tipe biji semi mutiara yang berwarna kuning orange, baris antar biji lurus dan rapat, jumlah baris/tongkol 14-16 barus, tahan terhadap penyakit bulai, penyakit karat daun, dan penyakit hawar daun, mempunyai kemampuan hasil tinggi, tolerab kekeringan, tahan rebah akar dan batang dan dianjurkan tanam pada musim kemarau dilahan sawah/ lahan kering.


  1. Bima 20 – Uri (STJ109) (Jagung Hibrida)

Tipe bijinya semi mutiara dengan warna kuning orange, sistem perakarannya kuat, tahan terhadap penyakit bulai, penyakit karat daun, penyakit hawar daun, mempunyai kemampuan hasil tinggi, sesuai dikembangkan pada lahan kering dimusim kemarau, tahan rebah akar dan batang, hasilnya stabil pada lingkungan yang luas.


  1. Bisi 222

Varietas bisi 222 memiliki kriteria, umur tanaman 100 hari, kemampuan hasil 12,88 ton/ha pipilan kering, dapat tahan terhadap penyakit bulai, penyakit hawar daun, dan penyakit karat daun, penyesuaian luas yang dianjurkan yaitu dengan jarak tanam 75 cm x 20 cm.


  1. Bisi 816

Umur tanaman 101 hari di dataran rendah, 131 hari di dataran tinggi, kemampuan hasil 13,65 t/ha pipilan kering, tahan terhadap penyakit bulai, penyakit karat daun, dan agak tahan terhadap penyakit hawar daun, baik ditanam didataran rendah dan teruji s/d 700 m dpl, daerah pengembangan didaerah endemik penyakit bulai.


  1. Bisi 818

Umur tanaman 102 hari didataran rendah dan 135 hari didataran tinggi, kemampuan hasil 13,97 t/ha pipilan kering, toleran terhadap penyakit bulai, tahan penyakit karat daun, agak tahan terhadap penyakit hawar daun, lebih baik didataran rendah dan teruji sampai ketinggian 700 m dpl.


  1. DMI 1

Umur tanaman 114 hari, kemampuan hasil 12,5 ton/ha pipilan kering, rentan terhadap penyakit bulai, toleran penyakit karat daun dan bercak daun.


  1. DMI 2

Umur tanaman 112 hari, kemampuan hasil 12,4 ton/ha pipilan kering, rentan terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit karat daun dan bercak daun.


  1. DMI 3

Umur tanaman 112 hari, kemampuan hasil 11,9 ton/ha pipilan kering, rentan terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit karat daun dan bercak daun.


  1. Guluk-Guluk

Umur tanaman 75 hst, kemampuan hasil 11,9 ton/ha pipilan kering, rentan terhadap penyakit bulai, toleran terhadap penyakit karat daun dan bercak daun.


  1. HJ 21 Agritan (Jagung Hibrida)

Umur tanaman ±82 hari hst dengan kemampuan hasil 12,2 t/ha, rata-rata hasil ±11,4 t/ha, tahan penyakit bulai, penyakit hawar daun, dan karat daun, stay green, umur genjah, adaptif pada lahan ketinggian 5-650 m dpl.


  1. HJ 22 Agritan (Jagung Hibrida)

Umur tanaman ±80 hst dengan kemampuan hasil 12,1 ton/ha, rata-rata hasil ±10,9 ton/ha, tahan terhadap penyakit bulai, hawar daun, dan karat daun, stay green, umur genjah, adaptif pada lahan ketinggian 5-650 m dpl.


  1. JH 36

Keunggulan varietas JH 36 antara lain berumur genjah (89 HST), biji tipe mutiara, warna biji oranye, jumlah baris biji 12-16, tahan rebah akar dan batang, mempunyai sifat tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis),karat daun (Puccinia sorghi), dan hawar daun (Helminthosporium maydis), kemampuan hasil12,2ton/ha pipilan kering pada kadar air 15% dengan rata-rata hasil ± 10,6 ton/ha pipilan kering pada kadar air 15%, nutrisi lemak 5,02%, protein 7,97%, dan karbohidrat 74,71%.


  1. JH 45

kemampuan hasil dapat mencapai sangat tinggi, tahan rebah akar dan batang dan beradaptasi luas di daerah dataran rendah, umur 99 hari kemampuan hasil 12,6 t/ha, varietas JH 45 mempunyai keunggulan kandungan lemak 5,06%, dan protein 9,92%, juga karbohidrat 73,86%, kelebihan lainya tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), karat daun (Puccinia sorghi),dan hawar daun dataran rendah (Helminthosporium maydis).


  1. Makmur 4

Umur tanaman 79 hari, kemampuan hasil 10,9 ton/ha pipilan kering, tahan terhadap penyakit bulai, penyakit hawar daun dan karat daun.


  1. Manding

Umur tanaman 65 hst, kemampuan hasil 2,9 ton/ha pipilan kering, mampu ditanam rapat 60 cm X 20 cm, dua tanaman/lubang.


  1. Motoro Kiki

Umur tanaman 70-80 hst, kemampuan hasil 3 ton/ha pipilan kring, tahan terhadap penyakit bulai dan karat daun, baik ditanam didataran rendah dan dataran tinggi (50-1.000 m dpl).


  1. Pertiwi 1

Umur tanaman 100 hari, kemampuan hasil 12,8 ton/ha pipilan kering, tahan terhadap penyakit bulai, penyakit hawar daun dan penyakit karat daun, adaptasi luas, anjuran jarak tanam 75 cm x 20 cm.


  1. Pertiwi 2

Umur tanaman 101 hari, kemampuan hasil 13,66 ton/ha pipilan kering, tahan terhadap penyakit bulai, penyakit hawar daun dan karat daun, beradaptasi luas, anjuran jarak tanam 75 cm X 20 cm, 1 tanaman/lubang.


  1. Pertiwi 3

Umur tanaman 103 hari, kemampuan hasil 13, 74 ton/ha pipilan kering, tahan terhadap penyakit bulai, penyakit hawar daun dan karat daun, adaptasi luas, anjuran jarak tanam 75 cm X 20 cm, 1 tanaman/lubang.


  1. Provit A1

Umur tanaman 96 hst, baris biji lurus dan rapat, tinggi tanaman 192 cm, kemampuan hasil 7,4 t/ha pipilan kering, sangat peka terhadap penyakit bulai, tahan rebah, baik ditanam didataran rendah sampai 800m.


  1. Provit A2

Umur tanaman 98 hst, tinggi tanaman 198 cm, kemampuan hasil 8,8 t/ha pipilan kering, peka terhadap penyakit bulai, tahan rebah, baik ditanam didataran rendah.


  1. Pulut Uri 1 (Jagung Komposit (Bersari besar))

Batangnya besar dan kokoh, warna batang hijau, umur berbunga 50 hst, Umur panen 85 hst, tinggi tanaman 177 cm, biji berwarna putih, jumlah baris/tongkol 14-16 baris, baris antar biji agak lurus dan rapat, tipe biji dent dengan bobot 1000 biji 356 gr, rata-rata hasil 7,8 t/ha – 9,4 t/ha, tahan terhadap penyakit bulai.


  1. Pulut Uri 2 (Jagung Komposit (Bersari besar))

Pohonya besar dan kokoh, umur hingga berbunga 50 hst, umur hingga panen 85 hst, biji berwarna putih, jumlah baris atau tongkol 14-16 baris, baris antara biji agak lurus dan rapat, tipe biji flint dengan berat 1000 biji mencapai 347 gr, rata-rata hasil 7,3 t/ha – 9,2 t/ha, tahan terhadap penyakit bulai.


  1. Pulut Uri 3 H (Jagung Hibrida)

Umur tanaman ±85-88 hst dengan kemampuan hasil 10,68 t.ha, rata-rata hasil ±8,57 t/ha, tahan terhadap hama dan penyakit: agak sampai tahan terhadap penyakit penyakit bulai, tahan terhadap penyakit hawar daun, kadar amilosa tinggi, umur genjah, adaptif pada lahan subur dengan ketinggian 5-650 m dpl.


  1. Talango

Varietas ini dilepas tahun 2009 dengan keutamaan umur tanaman 75 hst, kemampuan hasil 3,9 ton/ha pipilan kering.


Peluang Agribisnis Tanaman Jagung

Peluang Agribisnis Tanaman Jagung

Seperti kita ketahui bersama bahwa jagung merupakan tanaman multifungsi hampir sebagian tanaman jagung dapat dipergunakan sebagai bahan baku olahan makan,pakan ternak,pupuk kompos,bioetanol dll, tinggi kebutuhan dan permintaan akan bahan baku jagung baik industri besar maupun konsumen dalam memenuhi kebutuhan nutrisi berasal dari biji jagung.

Oleh karena budidaya jagung dengan intensifikasi pertanian yang baik dan benar salah satunya mengunakan benih jagung varietas unggul diharapkan mampu menjawab berbagai jawaban kebutuhan dimasa yang akan datang.


Kandungan gizi

Biji jagung kaya akan karbohidrat, sebagian besar berada pada endosperma, kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji, karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin, didalam jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya terdapat amilopektin, perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan, jagung manis diketahui terdapat amilopektin yang lebih rendah akan tetapi mengalami peningkatan fitoglikogen dan sukrosa.

Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan adalah:

  • Kalori : 355 Kalori
  • Protein : 9,2 gr
  • Lemak : 3,9 gr
  • Karbohidrat : 73,7 gr
  • Kalsium : 10 mg
  • Fosfor : 256 mg
  • Besi : 2,4 mg
  • Vitamin A : 510 SI
  • Vitamin B1 : 0,38 mg
  • Air : 12 gr

Pemanfaatan Jagung

Produk utama jagung ialah bijiannya (grain), bijian sebenarnya yaitu buah dan biji yang menyatu, massa bijian terbesar diisi dengan endosperma yang kaya oleh karbohidrat, dari bijian yang dihasilkan, jagung menjadi sumber pangan pokok manusia ketiga setelah gandum dan beras/padi, bijian jagung dimanfaatkan sebagai pakan hewan, baik untuk unggas maupun ternak besar, serapan terbesar di Indonesia sekarang adalah sebagai sumber pakan ternak, olahan bijian juga diserap dalam industri pangan, farmasi, kosmetika, dan industri kimia.

Produk jagung yang tidak kalah penting lainya ialah jagung tongkol, jagung tongkolpun dipanen sekitar usia tiga minggu setelah penyerbukan untuk dibuat sayuran atau direbus serta dibakar, jagung manis biasanya mengisi pangsa ini, tongkol jagung yang masih dalam keadaan  muda dan belum berkembang penuh dipanen sebagai sayuran segar yang dikenal sebagai jagung semi atau babycorn.


Kelobot di Gunakan Untuk Pembungkus Wajik di Yogyakarta

Tanaman jagung utuh yang masih hijau digunakan oleh pengusaha peternakan sebagai hijauan, kandungan protein tanaman jagung sangat tinggi sebagai sumber pakan untuk sapi dan kerbau, bidang bioenergi mengembangkan tanaman jagung dengan kandungan selulosa tinggi untuk digunakan biomassanya sebagai sumber energi terbaru.

Daun pembungkus (braktea) tongkol jagung (disebut kelobot) yang telah dikeringkan digunakan di Jawa sebagai pembungkus penganan maupun sebagai komponen rokok tradisional (“rokok kelobot”) yang dilinting sendiri oleh penggunanya.

Demikian sedikit pembahasan mengenai √32 Jenis Benih Jagung Paling Unggul Serta Karakteristiknya! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami.

Baca juga artikel lainnya tentang: