Teknik dan Cara Pendederan Benih Ikan Patin (Pangasius Pangasius)

Diposting pada

Manajemen Pengeloaan Kualitas Air

Pada proses pendederan patin agar pertumbuhan cepat hal yang perlu diperhatikan adalah suhu air. Suhu yang tidak stabil megakibatkan pertumbuhan lambat, suhu yang optimal berkisar antara 27-31°c.

Selain suhu, pH tidak kalah pentingnya, kenaikan pH yang drastis mengakibatkan kematian pada ikan maka dari itu perlu dilakukan pengecekan pH setiap hari.

Kekeruhan air yang ditimbulkan oleh kotoran dan sisa pakan menimbulkan amoniak yang tinggi sehingga mengakibatkan nafsu makan ikan berkurang bahkan dapat menimbulkan kamatian pada ikan dalam jumlah yang banyak oleh karena itu perlu dilakukan penyiponan dan pergantian air 80 % 2 kali sehari.

Penyiponan

Untuk menjaga kebersihan air harus dilakukan penyiponan setiap 2jam sekali atau sebanyak 6kali dalam sehari.

Pertama angkat aerasi agar tidak mengganggu dan mengaduk-aduk kotoran saat proses penyiponan lalu setelah itu sipon akuarium memnggunakan selang dengan panjang 120cm dan bambu sepanjang 90cm kesetiap bagian akuarium sampai kotoran didalam akuarium benar-benar bersih.

Pergantian Air

Pergantian air dilakukan sebanyak 80% setiap 2kali sehari untuk menjaga kejernihan air akuarium.

Prosedur pergantian air pertama adalah turunkan pipa outlet sampai kedasar akuarium, tunggu sampai air dengan kesurutan 6cm, setelah itu isi kembali air dengan ketinggian 30cm.

Sampling pertumbuhansampling pengukuran benih ikan patin

Sampling pertumbuhan dilakukan setiap 1 minggu sekali, yang bertujan untuk mengetahui laju pertumbuhan pada ikan.

Pertama ambil ikan diakuarium sebanyak 5ekor/akuarium lalu ikan diukur menggunakan mistar transparan, catat hasil sampling kemudian hitung rata-rata laju pertumbuhan ikan. Berikut diagram pertumbuhan ikan dalam 1 periode (3minggu)

Hama dan Penyakit

Penyakit yang Menyerang ikan

Penyakit yang menyerang pada pemeliharaan Patin antara lain MAS (Motil Aeromonas Septicemia) yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophilla.

Gejala yang timbul pada ikan yang terserang bakteri ini adalah terdapat bercak-bercak merah pada bagian permukaan tubuh, kurangnya nafsu makan dan gerakan kurang agresif.

Penyakit MAS timbul karena keadaan  lingkungan yang kurang baik, nutrisi yang kurang dan faktor genetik.

Pencegahan Penyakit

Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pencegahan penyakit adalah sbb :

  1. menjaga kebersihan wadah pemeliharaan.
  2. Menjaga stabilitas suhu agar tetap panas antar 27-31°C.
  3. Pakan harus terbebas dari parasit dan jamur.
  4. Menjaga kondisi air agar tetap baik dan selalu bersih dari sisa pakan.

Cara pengobatan

Pengobatan pada ikan dapat dilakukan dengan cara sbb :

Pengobatan dengan PK (Kalium Permanganat)kalium permanganat

Bagian tubuh ikan yang keadaan infeksinya belum parah dapat diobati dengan kalim permanganate (PK) dengan dosis 2gram/l.

Larutkan 2gram PK kedalam 1liter air, aduk sampai terlarut dengan sempurna lalu tebarkan pada wadah pemeliharaan.

Biarkan selama 30-60 menit dengan cara pengawasan terus menerus, apabila ikan memperlihatkan gejala keracunan segera tambahkan air.

Pengobatan dengan OTC

Pengobatan dengan menggunakan Oxytetracylin (OTC) sebanyak 5gram/l.

Larutkan 5gram OTC kedalam 1liter air sampai semua terlarut lalu tebarkan larutan tersebut kedalam wadah pemeliharaan.

Biarkan selama 3jam setelah itu tambahkan air, apabila ikan belum sembuh bias dilakukan pengobatan berulang keesekan harinya sampai 3kali pengobatan.