13 Cara Menanam Cabe Rawit di Pot Agar Berbuah Lebat

13 Cara Menanam Cabe Rawit di Pot Agar Berbuah Lebat – Tanaman cabe rawit merupakan salah satu jenis tanaman cabe yang banyak sekali dibudidayakan dan ditanam oleh masyarakat indonesia, hal tersebut cukup wajar mengingat cabe rawit merupakan salah satu bumbu masak yang sangat dibutuhkan dan banyak digunakan untuk keperluan masak atau untuk bahan pembuat makanan.

Cara menanam cabe rawit terbilang mudah untuk ditanam dan juga untuk dibudidayakan baik itu diwilayah dataran rendah maupun diwilayah dataran tinggi, ukuran cabe rawit lebih kecil dari cabe merah, cabe merah lebih besar dan panjang.

Akan tetapi cabe rawit jauh lebih pedas beberapa kali lipat dibandingkan dengan cabe merah, begitu pula dengan harga, cabe rawit saat ini mempunyai harga yang lebih mahal dari cabe merah dan jenis cabe lainnya.

Bagi kalian yang ingin mencoba menanam cabe rawit dirumah sendiri atau ingin mencoba membudidayakannya, kami akan memberikan tips dan trick tentang cara menanam cabe rawit yang simpel dan mudah untuk kalian praktekan nantinya, bila kalian mempunyai lahan yang sempit dan terbatas, jangan khawatir karena kalian bisa menggunakan pot sebagai wadah tanam dari tanaman cabe rawit.

Saat ini orang-orang sedang ramai untuk berkebun, banyak yang telah senior dan tidak sedikit pula yang pemula, bagi yang telah lama mempunyai hobi berkebun bercocok tanam merupakan sesuatu yang mudah dan menyenangkan.

Akan tetapi bagi yang baru ingin memulai, bercocok tanam kadang dianggap sesuatu yang sulit, padahal tidak demikian, siapapun bisa bercocok tanam asalkan mau dan punya keinginan, kalau ragu, bertanyalah dan belajrlah pada teman yang telah berpengalaman, kalau malu bertanya pada teman kalian, searchinglah di google, semua informasi yang kalian butuhkan ada disana.

Untuk pemula yang sama sekali belum paham tentang berkebun, sebaiknya mulailah dengan menanam jenis tanaman yang paling mudah ditanam, misalnya tanaman sayuran daun, seprti bayam atau kangkung, bayam dan kangkung adalah contoh tanaman yang mudah tumbuh, mudah perawatannya dan cepat bisa dinikmati hasilnya.

Menanam cabai rawit sebenarnya tidaklah sulit, sama seperti bayam dan kangkung, kesulitan menanam cabai rawit yang sebenarnya adalah karena kalian tidak pernah menanamnya, cobalah menanam, maka semuanya akan mudah, ketika menemui masalah pengalaman akan membimbing kalian untuk menjadi pintar.

Tanaman cabai rawit juga termasuk dalam salah satu jenis sayuran yang mempunyai harga sangat fluktuatif, terkadang mahal kadang juga murah, ketika harga murah mungkin tidak ada masalah dengan pengeluaran untuk membeli cabai rawit, namun saat harganya menjulang sampai 100 ribu perkilo, cabai rawit rasanya menjadi berkali-kali lipat pedasnya.

Pedasya rasa cabai rawit saat harganya naik tidak hanya dirasakan oleh konsumen saja, namun juga dirasakan oleh petani, keuntungan yang mereka peroleh menjadi sangat pedas, ah, kalau tidak ingin mengeluh saat harga cabai mahal, yuk kita tanam sendiri di rumah, bila tidak punya cukup lahan, kalian bisa menanam cabai rawit di pot atau polybag.


Klasifikasi Tanaman Cabai Rawit

13 Cara Menanam Cabe Rawit di Pot Agar Berbuah Lebat

  • Kingdom : Plantae (Plant)
  • Sub kingdom : Tracheabionta (Vascular Plants)
  • Division : Spermatophyta (Seed Plant)
  • Sub division : Magnoliophyta (Flowering Plant)
  • Classing : Magnolipsida (Dycotyledons)
  • Sub classis : Asteredae
  • Ordo : Solanales
  • Famili : Solanaceae (Potato family)
  • Genus : Capsicum L. (pepper)
  • Species : Capsicum frustescens L

Kandungan Gizi Cabe Rawit

  • Vitamin C, B6, A, E dan K
  • Zat Besi
  • Kalium

Selain di atas, masih banyak sekali kandungan gizi yang terdapat pada cabe rawit, hanya dengan mengkonsumsinya maka dengan adanya zat gizi tersebut kalian juga akan mendapatkan banyak sekali manfaat serta khasiat, selain mudah dicari, ternyata cabe rawit mempunyai banyak sekali manfaat serta khasiat yang baik untuk kesehatan kalian, berikut adalah khasiat dan manfaat yang dapat kalian dapatkan dari cabe rawit.


Khasiat Cabe Rawit

Banyak sekali bukan khasiat dari mengkonsumsi cabe rawit?, sangking banyaknya khasiat yang terdapat dalam cabe rawit membuat banyak orang semakin gencar mengkonsumsinya walaupun rasanya yang sangat pedas, walaupun mudah sekali kita menjumpai cabe rawit dipasaran, namun setiap tahunnya harga cabe rawit selalu naik.

  • Mempercepat metabolisme tubuh
  • Membantu meringankan kerja jantung
  • Mempercepat pertumbuhan rambut
  • Meringankan serta mengatasi rasa nyeri
  • Membantu proses diet serta dapat menurunkan berat badan dengan cepat dan efektif

Cara Menanam Cabe Rawit di Pot Agar Berbuah Lebat

Klasifikasi Tanaman Cabai Rawit

Banyak keuntungan bila kalian mempunyai hobi berkebun, diantaranya adalah lingkungan rumah menjadi lebih hijau dan asri, memanfaatkan waktu luang dengan cara yang bermanfaat, dan setidaknya kalian bisa berswasembada pangan sendiri, syukur-syukur tetangga juga bisa ikut menikmati hasil kebun kalian, bagaimana cara memulai untuk menanam cabai rawit?


Pembibitan / Pembenihan Cabe Rawit

Ada dua cara dalam proses pembenihan dalam menanam cabe rawit dalam pot, yaitu dengan cara membelinya di pasar benih ataupun mengambilnya dari cabe rawit yang telah matang, berikut adalah ulasannya :

  • Untuk biji yang dibeli di pasar benih, kalian bisa langsung membuka kemasannya dan memilih biji yang baik untuk disemaikan.
  • Selepas benih dipilih, rendamlah dulu dalam air selama kurang lebih 4 hingga 7 jam, hal ini bertujuan untuk menghentikan proses dormansi pada biji, sehingga biji cabe rawit dapat bertunas dengan baik.
  • Selepas direndam, selanjutnya biji dikeringkan menggunakan tisu, dan biji siap untuk disemaikan.
  • Berbeda bila kalian memilih menggunakan biji cabe rawit dari buahnya, pertama pilih buah cabe yang telah tua dengan kondisi yang agak sedikit mongering pada ujungnya.
  • Setelah itu keluarkan semua biji cabenya, lalu cuci bersih dan hilangkan lendirnya, setelah itu jemur sebentar hingga kering dan biji siap untuk disemaikan.
  • Adapun tips memilih biji cabe rawit yang baik yaitu perhatikan biji saat direndam, biji yang baik akan tenggelam dan yang berkualitas buruk akan mengapung, pilihlah biji yang tenggelam.

Penyemaian Biji Cabe

Untuk cara menanam tanaman cabe selanjutnya adalah penyemaian, proses penyemaian biji cabe sendiri diawali dengan merendam benih cabe rawit yang telah kita keringkan sebelumnya kedalam air hangat selama kurang lebih setengah jam.

Kemudian biji direndam ke dalam cairan penumbuh akar selama sehari semalam, setelah itu, perhatikan apakah ada biji yang mengapung di atas air, bila ada, buang biji tersebut karena nantinya tidak akan bisa tumbuh dengan baik dan optimal, biji yang telah direndam kemudian dibungkus dengan kain basah selama sehari semalam lagi.

Untuk wadah penyemaian, kalian bisa menggunakan bak plastik atau wadah lain, kemudian lubangin bagian dasarnya dengan diameter 10 cm, untuk media tanam penyemaian, gunakan campuran pupuk kandang dan pasir dengan menggunakan perbandingan 1:1, kemudian disiram dengan cairan penumbuh akar.

Setelah wadah dan media tanam untuk penyemaian telah siap, selanjutnya biji ditanam satu persatu kedalam wadah dengan jarak yang cukup supaya nantinya bisa dicabut dengan mudah dan tidak saling terganggu.

Setelah ditanam seluruhnya, tutup wadah dengan plastik agar terhindar dari gangguan di luar, siram dengan air secukupnya dan tempatkan wadah ditempat yang teduh dan juga terhindar dari sinar terik matahari. Bibit cabe rawit telah siap bila telah tumbuh dan mempunyai sekitar empat daun yang telah tumbuh, bibit cabe dapat kalian pindahkan nantinya kedalam pot maupun ditanam di lahan.


Semai Dalam Baki/Tray

Media campuran tanah dimasukkan dalam tray, 3/4 bagian tray, selanjutnya padatkan jangan terlalu padat, buat lubang-lubang di tray dengan jarak masing-masing 7-8 cm.


Semai Dalam Polybag/Gelas Plastik

Media tanam tanah dicampur dengan arang sekam (rasio 1:1) hingga 3/4 polybag / gelas, buat lubang ditengah polybag atau gelas.


Semai Dalam Petak Tanah/Bedengan

Buatlah bedengan, letakkan media tanah campuran di atas bedengan dengan tebal sekitar 5-7 cm, padatkan tanah lalu sirami dengan air secukupnya (sampai basah tap tidak tergenang), buat lubang-lubang dengan jarak antar lubang 10 cm, buat tiang bambu dengan tinggi sekitar 30-45 cm pada empat sisi petak, lalu pasang paranet untuk menutupi petak.

Setelah media tanam siap, tanam 1 biji pada setiap lubang, lalu tutup permukaan dengan koran bekas atau karung goni, basahi koran atau karung goni setiap pagi dan sore hari (dengan cara semprot agar basahnya rata) hingga 3-4 hari atau sampai muncul bibit.

Kemudian buka koran / karung goni, lanjutkan penyiraman bibit hingga bibit siap dipindahkan kurang lebih setelah 3-4 minggu atau muncul 4 helai daun.


Menyiapkan Media Tanam Dalam Pot

Tahapan selanjutnya adalah menyiapkan pot/polybag dan media tanam, pot atau polybag yang akan digunakan untuk menanam cabai rawit sebaiknya mempunyai diameter minimal 30 cm, lebih besar lebih baik supaya pot/polybag mampu menampung media tanam yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Wadah yang digunakan bisa memanfaatkan barang-barang bekas yang ada dirumah kalian, seperti ember bekas, plastik asoy/kantong plastik, kaleng bekas cat, jerigen bekas dan lain sebagainya, media tanam sebaiknya disiapkan 10 hari atau 7 hari sebelum usia bibit siap untuk dipindah tanam.

Media tanam yang digunakan hendaknya bersifat porous (gembur), tidak mudah becek dan banyak mengandung bahan organik atau unsur hara, media tanam untuk menanam cabai dalam pot atau polybag adalah campuran tanah, pupuk kandang, sekam mentah dan arang sekam.

Gunakan tanah yang gembur, bisa menggunakan tanah yang terdapat disekitar pembuangan sampah atau tanah yang ada dibawah rumpun bambu, karena media tanam dalam polybag cenderung lebih cepat padat, maka media tanam wajib dicampur dengan arang sekam.

Arang sekam berfungsi untuk menjaga porositas tanah dan mencegah pemadatan media tanam, perbandingan campuran tanah, pupuk kandang atau kompos, sekam mentah dan arang sekam adalah 3 : 2 : 1 : 1.


Penanaman Cabe Rawit

Langkah berikutnya setelah kalian menyiapkan media tanam, kalian bisa sesegera mungkin menanam bibit cabe rawit pada media pot, berikut cara menanam cabe rawit di pot:

  • Ambil bibit cabe rawit yang mempunyai kualitas baik, cirinya tidak ada daun yang kuning pada tunas cabe rawit dan akarnya tidak busuk.
  • Setelah itu buatlah lubang lubang kecil pada pot berisi tanah.
  • Tanam bibit tersebut dan tambahkan lagi campuran tanah hingga menutupi setengah bagian batang cabe rawit.
  • Untuk proses menanam caberawit yang baik kalian bisa menanamnya di sore hari agar mudah dalam penghitungan penyiramannya nantinya.
  • Jangan lupa untuk menancapkan sebilah bambu sebagai penunjang agar tanaman cabe dapat berdiri lebih kokoh dan tidak mudah goyang ataupun patah bila terkena angin.

Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Cabai Rawit di Pot

Setelah penanaman selesai, tahap selanjutnya adalah pemeliharaan dan perawatan, pemeliharaan tanaman cabai rawit dalam pot/polybag tidaklah sulit dan sangat mudah, pemeliharaan atau perawatan yang harus dilakukan antara lain penyiraman, pemsangan tiang ajir dan penyiangan.

Dalam menanam cabai rawit juga sangat dibutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya, siram media semai secukupnya bila terlihat kering, jangan menyiram terlalu banyak, karena bisa menyebabkan media tanam terlalu basah dan tanaman mudah terserang penyakit jamur atau bakteri.

Saat musim hujan lebih baik media tanam ditutup dan diberikan lubang secukupnya pada pangkal batang saja, tujuannya agar air hujan tidak terlalu banyak mengguyur media tanam.

Agar tajuk tanaman bisa berdiri kokoh dan juga tidak mudah rebah jika diterpa angin dan hujan, maka perlu dipasang tiang ajir, ajir sebaiknya dipasang sebelum penanaman dilakukan atau segera setelah penanaman selasai, jika terlambat memasang ajir dikhawatirkan ajir bisa merusak perakaran tanaman, bila terlanjur terlambat, ajir sebaiknya dipasang diluar polybag atau pot.

Selanjutnya adalah penyiangan, yaitu membersihkan rumput yang tumbuh di media tanam dan membersihkan areal sekitar tanaman, gulma atau rumput liar dapat mengganggu pertumbuhan tanaman cabai rawit dan menjadi inang hama dan penyakit.

Pemeliharaan yang juga tudak kalah pentingnya adalah melakukan perempelan tunas-tunas bawah, tunas yang tumbuh disetiap ketiak daun cabai sebaiknya dikurangi dengan cara dirempel, tunas yang dirempel yaitu 4 – 5 tunas yang berada pada posisi paling bawah.


Penyiraman Cabe Rawit

Sama halnya ketika kalian menanam tanaman lain seperti bunga ataupun sayuran, menanam cabe rawit juga perlu penyiraman, berikut adalah cara serta tips penyiraman agar cabe rawit yang kalian tanam berbuah rimbun :

  • Untuk kalian para ibu rumah tangga, kalian pastinya familiar dengan yang namanya air bekas cucian beras, air ini sangat bermanfaat bagi kesuburan buah cabe rawit yang kalian tanam. Banyaknya kandungan mineral dalam air cucian beras sangat berguna bagi tanaman cabe rawit.
  • Cukup siramkan air bekas cucian beras ke pot- pot cabe rawit setiap harinya pada pagi hari ketika kalian memasak nasi.
  • Untuk sorenya, kalian hanya perlu menyiram tanaman cabe awit menggunakan air biasa.
  • Siramlah secara rutin sebanyak 2 kali dalam sehari.

Pemupukan Tanaman Cabai Rawit di Pot

Agar cabai rawit yang ditanam didalam pot atau dalam polybag dapat tumbuh dengan subur dan berbuah lebat, tanaman harus diberi pupuk tambahan selain pupuk yang telah ada pada media tanam, tujuan pemupukan susulan atau pemberian pupuk tambahan adalah untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, sebab hara yang terdapat pada media tanam lama-lama akan habis diserap oleh akar.

Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk anorganik atau pupuk kimia pabrikan atau pupuk organik, jenis pupuk yang digunakan sebaiknya adalah pupuk NPK dan pupuk kandang yang telah matang, akan lebih baik bila menggunakan pupuk kandang yang telah difermentasi atau pupuk kandang yang dilengkapi dengan trichoderma.

Berikut Ini Dosis Serta Cara Pemupukan Cabai Rawit Dalam Pot;

  • Pemupukan susulan pertama dilakukan ketika tanaman cabai rawit berumur 15 – 20 hari setalah tanam, taburkan 1/2 sendok makan pupuk NPK disekeliling pangkal batang, jangan sampai mengenai batang ya, lakukan hal seperti itu setiap 10 hari sekali, pemupukan baiknya dikerjakan ketika media tanam dalam kedaan basah agar pupuk mudah diserap oleh akar, waktu pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari.
  • Perhatikan kondisi tanaman secara rutin dan seksama, bila terlihat gejala kekurangan unsur N segera berikan pupuk nitrogen, bila kekurangan unsur kalsium segera berikan pupuk kalsium dan lain sebagainya, tapi ingat, berikan pupuk N seperlunya saja, jangan berlebihan.
  • Dalam pemberian pupuk kimia ada baiknya disamakan dengan pupuk organik, pupuk kandang atau kompos misalnya, taburkan 2 genggam pupuk organik pada media tanam yang dilakukan secara bergantian dengan pupuk NPK, misalnya, pemupukan awal menggunakan pupuk NPK, pemupukan yang kedua menggunakan pupuk kandang, dan pemupukan ketiga menggunakan pupuk NPK lagi, begitu seterusnya sampai panen.
  • bila ingin tanaman cabai rawit dalam pot / polybag kalian lebih awet dan berumur panjang, sebaiknya kurangi penggunaan pupuk kimia terutama pupuk nitrogen dan perbanyaklah pupuk organik.
  • Untuk dapat melengkapi kebutuhan unsur hara makro, akan lebih baik setiap 1 minggu tanaman cabai rawit disemprot dengan pupuk daun, banyak sekali merk pupuk daun yang beredar dipsaran dan bisa kalian gunakan, misalnya bayfolan, growmore, gandasil D/B dan lain-lain.

Penyiangan Cabe Rawit

Walaupun kalian tidak menanam tanaman cabe di ladang ataupun tegal, kalian juga perlu melakukan proses penyiangan terhadap tanaman cabe rawit, namun proses penyiangan yang ilakukan berbeda karena tanaman berada dalam pot.

kalian hanya perlu membersihkan beberapa rumput yang tumbuh serta membuang daun cabe yang mengering dan layu, lakukanlah penyiangan setiap 7 hari sekali atau kalian juga bisa melakukan penyiangan selagi memupuk agar lebih praktis.


Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Rawit

Berhubung ini adalah budidaya cabai rawit skala rumahan atau skala hobi, penanggulangan hama dan penyakit bisa dilakukan secara manual, yakni dengan cara memungut langsung hama atau mencabut dan membuang jauh-jauh tanaman yang terserang penyakit, bisa juga dengan menyemprotkan pestisida organik dan unakan insektisida kimia bila diperlukan saja.

  • Untuk mengendalikan hama ulat, kepik, belalang, lalat buah dan hama serangga lainnya gunakan insektisida lannate, curacron, metindo atau regent.
  • Untuk mengendalikan hama dari golongan kutu-kutuan, seprti tungau, trips, kutu kebul dan kutu daun gunakan akarisida bamex, agrimec, demolish, alfamex, promectin atau samite.
  • Untuk mengendalikan penyakit yang dikarenakan oleh jamur, gunakan fungisida seperti antracol, bion m, amistartop dll.
  • Untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, gunakan bakterisida.

Panen Cabe Rawit

Cabe rawit yang ditanam dalam pot tentunya akan berbeda dengan cabe rawit yang ditanam di ladang, untuk tanaman cabe rawit yang ditanam dalam pot dapat dipanen kurang lebih sekitar 90 hari pada penanaman awal hingga 30 hari untuk panen berikutnya, cara panen cabe rawit dalam pot :

  • Kalian dapat memanennya dengan memetik menggunakan gunting tanaman atau lebih praktis memetiknya menggunakan tangan.
  • Kalian hanya disarankan untuk memetih buah namun hindarilah untuk mencabut buah cabe rawit karena itu akan mempengaruhi kekuatan akar yang menunjang tanaman cabe, bila kalian memetik atau mencabutnya dengan kasar maka tanaman cabe rawit akan semakin kehilangan kekokohan akarnya.
  • Hindari pemetikan cabe rawit yang masih telalu muda karena blm siap petik.
  • Cara pemilihan buah cabe rawit yang baik yaitu cebe berwarna merah mengkilap dengan permukaan yang bersih dan mulus.

Tips dan Cara Menanam Cabe Rawit

Tips dan Cara Menanam Cabe Rawit

Dalam proses penanaman tanaman cabe rawit di dalam pot ada beberapa langkah atau fase yang harus kita perhatikan, di antaranya adalah pemilihan benih cabe, penyemaian, wadah tanam, persiapan media tanam, penanaman serta perawatan agar tanaman tetap sehat dan menghasilkan cabe yang segar dan besar.

Demikian sedikit pembahasan mengenai 13 Cara Menanam Cabe Rawit di Pot Agar Berbuah Lebat semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami.

Baca juga artikel lainnya tentang: